Selasa, 24 Mei 2011

Coretan Gundah

Langit, hujan badai, jendela ngamuk, pintu terkunci.
" ah, imanku goyah diterpa rupiah.

Awan berarak memenuhi kornea mataku, kepalaku ikut terbuai bersama bayu yang lincahnya tak beraturan, sejenak kucoba berpasrah mengganti sudut tatapanku menuju sebuah sungai. Lalu lalang sampan di sungai Martapura sedikit menyegarkan.

'' Olala, jamban-jamban menghiasi pemandangan yang mengalir.
'' Sebagian mereka mandi dan mengambil airnya sungai, dimanakah gerangan mata air tersenyum sepanjang hari ?

Imagiku segera melayang kearah bebukitan lintang selatan, teringat akan sebuah waduk diantara bukit-bukit yang kokoh berdiri, bersama gagahnya sang pembangkit energi listrik diantara desa-desa yang dulu pernah ada sebelum pembangkitnya ada disana. Sepanjang anak sungai yang tak jauh dari sang mata air, mesin-mesin domping berjajar rapi dan bernyanyi sepanjang hari, bersama keringat-keringat para penambang yang bercucuran diatasnya menari-nari senyum sang bromocorah berhidung mancung dan bermata sipit.

'' Harga emas, semakin gila. Teriak salah seorang yang turun dari dalam mobil mewah yang mirip seperti milik para tentara Amerika.

'' Terus nyalakan domping, jangan takut solar habis !

Semangatnya terus berpacu, senyumnya semakin mengalir dan menyatu bersama pasir dari mesin penghisap, meninggalkan mercury dalam sungai-sungai yang mengalir menuju keperkampungan yang dimana banyak berjejer jamban.


*****
Hantu2 bergentayangan, memenuhi rumah kosong dan pohn2 besar.
"ah, dasar gelandangan mistik, tak punya investasi sewaktu hidup.
Terus menyetubuhi angka-angka, tanpa memikirkan lepasnya nyawa dari urat nadi, tetangga dan langit teriak, kau terus saja menyetubuhi nikmatnya angka yang mengangkara.

Ah, sungaiku kotor...
sekotor senyuman para manusia yang telah menjelma iblis neraka.

-------------
pinggir trotoar bersama jalang






Selasa, 03 Mei 2011

Salam dari Jiwa Merdeka


Nama saya Budi Frengky Aditiya Gusty wibowo, panggil saya boil, karena itu sebutan yang sangat indah buat saya yang setengah gila ini.
Saya menyukai dunia tulis menulis semenjak duduk dibangku SLTP 15th yang lalu, bagi saya menulis adalah sarana refleksi diri yang paling menggembirakan.

Saya bukan penulis ternama, saya hanyalah seorang yang suka menulis, itu saja.
Dan yang pasti saya menyukai seni dan keindahan lainya. Bagiku seni adalah sesuatu yang flexibel dan paling mudah diterima oleh siapapun.

Yeah seni adalah ungkapan kebebasan individual, namun senia itu hanya bisa dirasa lewat perasaan yang paling halus dalam diri individual/ manusia.
Anda mengingkari sebuah karya seni, berarti anda telah mengkhianati perasaan anda yang paling halus sebagai seorang manusia.

Yeah...

Siapapun anda dan dimanapun anda, cobalah tuk menikmati suatu keindahan lewat apapun semampu anda merasakanya, disitulah sebuah ungkapan seni berada.

salam dari jiwa-jiwa yang merdeka.

boil