Senin, 06 Juni 2011

Sajak Gemblung

1.

pakde aku laper, dari tadi cuma makan lemper yang sudah ngiler

pakde aku laper eh pakde

jangan nyanyi aja dong pakde

gitarmu tak minta ya pakde sekalian sama hand phonemu yang sering bikin latah

tak jual buat beli mie instan tempat bu bejo

2.

pakde aku laper

kenapa pakde suka ngiler kayak lemper

padahal perutnya gendut kayak helikopter

aduh pakde nasimu dirubung laler

pasti pakde tukang sulap

atau tukang sunat

atau paranormal

bisa mindahin duit mbah Jarwo kedalam sempak bojomu

sambil ngudud cengar-cengir koyok jaran

3.

mbah kok diem aja dalam foto

sampean guanteng eh mbah

hari ini tanggal enam juni lho mbah

salaman dulu mbah

tongkatmu buat siapa itu mbah

bukan buat pakde-pakde tukang sulap dan tukang sunat yang sering mendadak sakit itukan

tapi aku laper mbah

piringku kena senggol kucing

mbah nanti datangkan beliin nasi kuning aku sama sedulur-sedulurku yang warna-warni

selamat ulang tahun ya mbah

burungmu bagus mbah

aku suka

*******************

pinggir trotoar 06062011

bvb

Selasa, 24 Mei 2011

Coretan Gundah

Langit, hujan badai, jendela ngamuk, pintu terkunci.
" ah, imanku goyah diterpa rupiah.

Awan berarak memenuhi kornea mataku, kepalaku ikut terbuai bersama bayu yang lincahnya tak beraturan, sejenak kucoba berpasrah mengganti sudut tatapanku menuju sebuah sungai. Lalu lalang sampan di sungai Martapura sedikit menyegarkan.

'' Olala, jamban-jamban menghiasi pemandangan yang mengalir.
'' Sebagian mereka mandi dan mengambil airnya sungai, dimanakah gerangan mata air tersenyum sepanjang hari ?

Imagiku segera melayang kearah bebukitan lintang selatan, teringat akan sebuah waduk diantara bukit-bukit yang kokoh berdiri, bersama gagahnya sang pembangkit energi listrik diantara desa-desa yang dulu pernah ada sebelum pembangkitnya ada disana. Sepanjang anak sungai yang tak jauh dari sang mata air, mesin-mesin domping berjajar rapi dan bernyanyi sepanjang hari, bersama keringat-keringat para penambang yang bercucuran diatasnya menari-nari senyum sang bromocorah berhidung mancung dan bermata sipit.

'' Harga emas, semakin gila. Teriak salah seorang yang turun dari dalam mobil mewah yang mirip seperti milik para tentara Amerika.

'' Terus nyalakan domping, jangan takut solar habis !

Semangatnya terus berpacu, senyumnya semakin mengalir dan menyatu bersama pasir dari mesin penghisap, meninggalkan mercury dalam sungai-sungai yang mengalir menuju keperkampungan yang dimana banyak berjejer jamban.


*****
Hantu2 bergentayangan, memenuhi rumah kosong dan pohn2 besar.
"ah, dasar gelandangan mistik, tak punya investasi sewaktu hidup.
Terus menyetubuhi angka-angka, tanpa memikirkan lepasnya nyawa dari urat nadi, tetangga dan langit teriak, kau terus saja menyetubuhi nikmatnya angka yang mengangkara.

Ah, sungaiku kotor...
sekotor senyuman para manusia yang telah menjelma iblis neraka.

-------------
pinggir trotoar bersama jalang






Selasa, 03 Mei 2011

Salam dari Jiwa Merdeka


Nama saya Budi Frengky Aditiya Gusty wibowo, panggil saya boil, karena itu sebutan yang sangat indah buat saya yang setengah gila ini.
Saya menyukai dunia tulis menulis semenjak duduk dibangku SLTP 15th yang lalu, bagi saya menulis adalah sarana refleksi diri yang paling menggembirakan.

Saya bukan penulis ternama, saya hanyalah seorang yang suka menulis, itu saja.
Dan yang pasti saya menyukai seni dan keindahan lainya. Bagiku seni adalah sesuatu yang flexibel dan paling mudah diterima oleh siapapun.

Yeah seni adalah ungkapan kebebasan individual, namun senia itu hanya bisa dirasa lewat perasaan yang paling halus dalam diri individual/ manusia.
Anda mengingkari sebuah karya seni, berarti anda telah mengkhianati perasaan anda yang paling halus sebagai seorang manusia.

Yeah...

Siapapun anda dan dimanapun anda, cobalah tuk menikmati suatu keindahan lewat apapun semampu anda merasakanya, disitulah sebuah ungkapan seni berada.

salam dari jiwa-jiwa yang merdeka.

boil

Minggu, 10 April 2011

Jazz di Atas Ilalang

ilalang ilalang

rebah diatas bumi

bersama desah nafas jalang yang dimabuk kepayang

telanjang dan saling menerjang

cakrawala menatap garang

menyaksikan dua insan yang melenguh panjang

'' achhhh......

sperma-sperma mereka membuncah membasahi dedaunan ditepi ilalang

hanya bau sedikit amis bercampur jembut yang jatuh berhamburan

tiada cinta tanpa tetesan sperma

begitulah pepatah jalang berbalut desah membuncah

gelisah temaram lampu-lampu jalanan

berhias nafas birahi kupu-kupu berdiri berjejeran

tawarkan desah yang menuai gelisah

bau farfum bibir dikulum

'' ahhh...

senyumu menggoda birahiku

katamu kau butuh spermaku tuk satu piring nasi

'' ough...

sungguh aku tahu geliat manjamu bukan menginginkan kantung menyanku

tapi karena frustasimu

kau ajaku jilati setiap inci lekukanmu

dan kau idamkan bayaran tuk menyambung kehidupanmu

'' yeah...

kupu-kupu malam

hidupmu teramat kelam

tapi mentari masih enggan kau genggam

tuk sekedar manarik nafas yang bukan hiburan

remah gelisah menuai desah

dalam suasana sore nan basah

remuk redam amarah dendam

berpadu bara yang tak sanggup dipendam

hmmm

gerak erotis kepalsuanmu menikam dadaku

bercampur jembut yang semrawut

konak tapi tak mengenakan

membuat pusing tanpa penyaluran

hmmm

berharap rasa yang menggelora

mendengar suara nun jauh disana

lalu mendekap manja

dan memadukan rasa bernama cinta

Ahhh, Senyumu itu

sore ini aku mengingatmu

aku mencoba pandangi fotomu di meja kerjaku

'' ahh...

senyumu mengingatkan desahmu malam itu

saat bibir kita saling berpagutan

dan nafas kita terdengar saling memburu

dalam rintik gerimis yang bangkitkan hasrat birahiku

'' hmmm...

senyumu semakin membuat isi dadaku merindu

jemariku tak sanggup lagi menyentuh kuas tuk kanvas yang sedari tadi menunggu

'' hmmmm...

aku suka hujan

dan secangkir kopi hitam yang hangat sedikit manis

aku harap selera kitapun sama

walau hujan membuat birahi kita lebih beda dari biasanya

'' yeah...

aku harap untaian kata tidak memngeruhkan suasana

karena setiap aksaranya membuat kita menjadi abadi

dalam suatu goresan paradoks maupun opini

'' hmmm...

mungkin tentangmu

tentang gerimis

tentang pagi yang masih manja

atau tentang para sahabat kita yang bermetafora

'' yeah...

begini begitulah

asal kamu suka

mungkin semua akan menikmatinya

dan begitulah adanya

---------------------------------

banjarmasin 09-04-2011

by

budi

Senin, 14 Maret 2011



Dear apa kabar semua hehe...
Semula gua gak akan pernah nyangka bisa bertemu dengan teman-teman didunia maya, hmmm apalagi dengan sosok-sosok yang terkenal dan sudah mempunyai karakter tersendiri hehe. Seperti kopral yang mantan IT Pengeboran minyak ini misalnya...



Rabu, 02 Maret 2011

Pengertian Islam Yang Terbagi Menjadi 73kelompok

Salam Sejahtera untuk para pembaca dimanapun anda berada. Ijinkan saya mengajak anda berdiskusi tentang 73 golongan islam yang telah terpecah belah tersebut, dan menurut hadist Rasulullah hanya satu golongan yang benar, yaitu AL-Jamaah :

“Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, 'Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah. Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya, seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya.” HR. Sunan Abu Daud.

Yang perlu kita bedah atau jabarkan pada hadits tersebut yaitu kata Al-Jamaah, yang mana banyak yang salah mengartikanya. Sehingga masing-masing kelompok mengaku bahwa merekalah yang diantara salah satu yang paling benar tersebut.

Dan diantara golongan-golongan tersebutpun kemudian terpecah-pecah lagi, sehingga akan bermunculan lebih dari beratus-ratus kelompok yang mengaku pahamnyalah yang paling benar, sehingga Islam itu sendiri seolah-olah menjadi sebuah agama yang sangat membingungkan.

Jemaah dalam artian yaitu berkumpulnya para hamba Allah menjadi satu dari keadaan yang sebelumnya yaitu bercerai berai. Tidak membedakan warna kulit maupun tingkatan sosial dan ekonominya bahkan agamanya sekalipun.

Pertanyaan saya adalah, apakah kita akan membedakan sesama kita bila dalam keadaan yang teramat genting, misalnya dalam situasi bencana alam yang teramat dahsyat menelan korban materi dan jiwa, apakah kita menayakan dulu siapa kamu dan apa agamamu dan dari golongan apakah dirimu ?

Sungguh keterlaluan bila kita yang dalam posisi sedang sulit-sulitnya menayakan sang korban bencana seperti itu.

Apakah Rasulullah mengajarkan kita untuk membeda-bedakan sesama mahkluk ciptaan Tuhan ?!
Dan apakah para nabi sebelumnya diperintahkan untuk membeda-bedakan dan mengajarkan bahwa kebenaran mutlak dimiliki oleh suatu kaum ?!

Tolong tunjukan kepada saya siapa nabinya dan apa kitabnya.

Sungguh kebenaran hanyalah mutlak milik Allah S.W.T semata, siapa yang mengaku dirinya ataupun kelompoknyalah yang paling benar, sesungguhnya merekalah orang-orang yang sedang tersesat dalam pemahamanya.

Baginda Nabi Muhamad S.A.W menjelaskan bahwa golongan yang benar yaitu yang mengikutinya dan para sahabatnya, baik secara wajib maupun sunahnya.
Yaitu mengajak kita secara berjamaah saling membantu sesama ciptaan Tuhan yang dalam kesusahan, baik secara fisik maupun materi dan spiritual.

'' Lakum dinukum walyadin, bagimu adalah agamamu dan bagiku adalah agamaku.

Namun kita harus senantiasa tetap satu [ berjamaah ], dalam urusan kebajikan. Tiada membedakan satu sama lainya, karena tujuan kita yaitu sama-sama menuju ridho Sang Pencipta. Hanya cara kitalah yang berbeda.

Seperti pada sifat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Lagi Maha Penyayang.

Lihatlah ciptaaNya seperti pada matahari, pernahkah dia bersinar dengan pilih kasih kepada satu kelompok, tentu tidak bukan ?!
Mari kita tengok kembali diri kita masing-masing, sudahkah kita memiliki sifat yang pengasih dan penyayang itu ?!

Semoga kita senantiasa terus merenungi diri kita, bahwa kebenaran hanyalah mutlak milik Sang Pencipta. Dan Islam itu adalah wujud keindahan bagi semesta alam.

Hanya ini yang bisa saya sampaikan dari saya yang masih teramat bodoh ini, semoga anda bisa menambahkanya pabila ada kalimat yang kurang ataupun salah menurut pengertian anda.

Selamat berjuang untuk kemanusiaan.

Salam

Budi

Senin, 21 Februari 2011

Pulang Bersama Angin


Aku pulang bersama angin yang berhembus, melewati lembah-lembah kegundahan hati dan lembah-lembah yang teramat gelap tuk segala asa, gelapnya malam yang diselimuti dingin telah menyadarkanku dari pelukan ego yang begitu eratnya, membentuk jubah yang begitu tebal ditubuhku dan sebagian lagi telah berupa mahkota yang tersemat dikepala, menutupi rambutku yang panjang sehingga otaku gampang mendidih dikala sang surya menyapaku dengan garang dikala siang menyetubuhi benaku.

Kini aku telah pulang bersama angin, menikmati dinginya sifatnya yang berhembus, menelanjangi seluruh rasa yang sempat gemukan egosentrisku yang dulunya hanya berupa sikecil yang begitu dekil.

Wahay angin, teruslah kau berhembus, temani bumi tempatku berpijak dan bercocok tanam bersama beraneka ragam rupa dan warna dunia, Aku ingin seperti dirimu, yang tidak terlihat namun selalu berkerja demi sesuatu yang sangatlah bermanfaat, walaupun kau adalah bagian dari diriku.

Angin…

Kini Aku telah kembali pulang bersamamu, lewat nada-nada kasihNya yang menggoda melalui senyum mesra sang rembulan, kau pertemukan Aku disepertiganya yang senyap, lalu kau robek jubahku yang begitu tebalnya dan kau lemparkan mahkota dikepalaku sejauh-jauhnya, sehinggaku sempat terpental ketanah yang keras, namun sedikpun tubuhku tak merasakan sebuah kejatuhan yang menghentak rasaku, karenaku telah terbiasa dibawah, walaupun sesekali kau membawaku terbang keawang-awang melintasi berbagai macam senyum dan tawa yang telah teruji duka lara.

Aku telah kembali bersamamu, lewat tarikan dan hembusan nafas yang penuh harmonisasi, lewat ungkapan kasihNya yang tiada terhingga selamanya, dan Aku kembali seperti semestinya yang kuharapkan apa adanya tanpa bla bla bla yang ber syalala lalala.

DariNya dan kepadamulah dia titipkan sebuah kepulanganku, menanti datangnya izroil yang tak sedikitpun memberikan tanda kepadaku, hanya sebuah persiapan yang penuh dengan senyuman dari bercocok tanam diatas tanah yang kan menjadi tempatku berbaring dalam peristirahatan terakhir.

——————————————————-

Mencari jati diri, lewat sebuah renungan. Dan dia akan datang dan berbicara disuasana yang sunyi dan senyap, yaitu disepertiga malam.

Jangan percaya dengan yang menulis, tapi cobalah simak tulisanya saja, siapa tahu ada yang bermanfaat buat anda yang luar biasa.

bjb 21-02-2011

salam

boil

Sabtu, 19 Februari 2011

Pandangan

Ingin rasanya aku teriak ditelingamu
sekeras-kerasnya dan sekencang-kencangnya
agar kau bisa tau betapa menggeloranya perih didadaku
yeah, dadaku terasa perih dengan keakuanmu

Kau lemparkan seutas janji kemarin lusa kepadaku
dengan haru biru kumenantikan itu

Namun apa daya
kau hanya menganggapnya sebuah angin lalu yang tiada nilainya

Sungguh terlalu
pandanganmu melukai perasaanku

Apakah aku hanya sekedar anak muda berpakaian lusuh
dan kau seorang ibu yang senantiasa dianggap bijaksana dalam tutur kata

Oh tidak tidak...
pandanganmu sangatlah keliru
dan aku tahu Kekasihkupun sangat marah kepadamu
karena buruknya penglihatanmu terhadap dirimu sendiri

*****
Lihatlah hay kau yang sempat kupanggil ibu
kemarilah dan dengarlah petuahku

Tundukanlah pandanganmu
disaat kau menghadapi orang lain
siapapun itu
agar egomu tak menjadi subur
dan diatas langit masih ada langit
dan sadarlah
bahwa dirimu bukanlah siapa-siapa
itu saja

Rabu, 16 Februari 2011

Puisi Aja

Anugerah ungkapan keindahan Sang Pencipta cinta jagat raya.

Guna saling berempati kepada jiwa-jiwa yang berbeda satu sama lainya.

Angin barat berhembus ketimur, lalu keutara dan memutar kearah selatan dan kembali menuju barat.

Menghadirkan sebuah kehadiran yang berkasih sayang dan penuh keindahan.

Alam semestapun saling merayu dan berdendang penuh rindu dalam irama warna-warni yang menyejukan hati.

————————————

Tuhan

sapalah rindu kami terhadap sesama yang bernafas

bukalah kedua mata kami secara jelas

agar tidak rabun dalam memandang keindahan-Mu yang penuh warna

kikislah ego kami

agar tidak merasa paling benar

karena kebenaran hanyalah mutlak milikmu semata ya Tuhan

amin…

—————————————-

bjb 16-02-11

bvb

Senin, 14 Februari 2011

Kering

ranting-ranting mulai mengering
diantara semak belukar
burung nazarpun terbang tinggi melintasi cakrawala
dengan mata merahnya bersiap menerkam mangsa

Tuhan

bumiku telah merintih
para jiwapun tak lagi mengenal siapa dirinya
hanya ada materi dan pelepas shawat dibenak mereka

Minggu, 13 Februari 2011

Valentine dalam puisi

Violet senja memukau gemericik hati yang senantiasa merindu sebuah kasih

Alur ceritamu menyentuh rasa yang telah lama remuk redam oleh amarah

Lewat lukisan cinta dari semesta imagiku melayang tinggi

Empati yang kau ajarkan kepadaku tawarkan berjuta keindahan

Namun nada-nada sumbang senantiasa menolak sesuatu yang berbeda dari mereka

Tetapi tiap wajah selalu memang berbeda dan pastilah berbeda

Indah itu memang selalu dengan suatu yang tak serupa

Namun begitulah adanya dunia beserta isinya

Elok tak berarti harus serupa dan senama dalam menuju cinta dan kasih-Nya

————————————-

Hapy valentine, semoga cinta kasih kita senantiasa berjalan beriringan tanpa membedakan satu sama lainya.

salam kompasiana

by

bvb

Jumat, 11 Februari 2011

Lelaki dibawah Langit Hitam

lelaki diam dengan mata dibawa angin terbang melintasi berbagai bentuk ranting, daun dan lain sebagainya, lidahnya kelu seperti termakan empedunya sendiri, sesak nafasnya menahan udara kotor yang telah masuk memenuhi seluruh rongga dalam dadanya.

terkadang ia mengharapkan izrail tuk segera menjemputnya, sebab disekelilingnya sudah tidak ada yang bisa dipercaya tuk membagi resah.

malam yang sunyi ia memandang keatas langit, imaginya melayang menemui sekilas wajah yang pernah ia bayangkan bersandar dibahunya, membagi sebuah canda dan sedikit tawa yang membahana.

namun langit tiba-tiba menjadi gelap, dan angin berhembus semakin kencang tak menentu, membawa segala macam kotoran yang berhamburan memenuhi ruang hatinya, sebagian yang terbawa angin berupa benda tajam, terhempas menembus dadanya dan melukai kakinya yang sedang mencoba berlari tuk menghindari badai yang tidak bersahabat.

gagak- gagak mulai berdatangan, padahal izrail belum juga mengasih tanda atau sebuah pesan.

tidak ada kematian tuk lelaki itu.

hanya sebuah pesan yang mirip dengan sebuah kepastian yang paling pasti untuk dirinya saat ini.

*************

lelaki itu mencoba tuk membaringkan tubuhnya, matanya mengarah keatas langit-langit kamarnya, mencoba membalut luka dikakinya dan mengusap rasa sakit didadanya dengan melontarkan sedikit munajat kepada pemilik hatinya, merebahkan rasa tuk sebuah kesembuhan jiwa yang terluka.

keluh kesah tiada lagi berguna baginya, hanya ada sebuah ketakutan tentang sebuah penghianatan yang bermalapetaka, tiada gunanya meratapi diri, hanya menyuburkan rasa dengki yang semakin menjadi, mengadu kepada langit, dan mengharapkan sebuah perjuangan adalah jalan menyingkirkan duri dijalanan yang dapat mengobati luka sang lelaki.

bermunajad dan mencoba meramu sedikit obat, adalah sebuah jalan tuk memulihkan sebuah martabat diri sang lelaki yang telah terkontaminasi dengki dan caci maki, dan izrailpun mengintipnya dengan sedikit tersenyum mengulum, lalu pergi dan menantikan sebuah waktu yang benar-benar telah tertuliskan pada buku pedomanya.

_ sekian_

——————————-

——————————-

bjb 12-02-2011

boil

Kamis, 10 Februari 2011

Tak taulah

malam kali ini aku tak dapat duduk dan berdiskusi dengan bulan dan bintang
kedua mataku dibawa angin pergi entah kemana
dan aku
hanya ingin mencaci diri dengan sepenuh hati

bodoh
tolol

mungkin itu yang ingin kulemparkan dikepalaku
setelah sekian waktu jam dinding hanya mencemoohku

tak taulah

Rabu, 09 Februari 2011

Imagi segara


Menikmati ombakmu yang bergulung membuat seluruh angankupun turut melambung
bersama pasir putih kupijakan kakiku diatasnya
menyusuri segerombolan anak kepiting yang sedang bercanda dengan sinar sang surya
tak habis imagiku melayang diterpa bayu segara


*******
Sekedar mengagumi keindahan alam illahi

Lelaki dan alam



lelaki diam menatap awan

dibawah pohon yang rindang tubuhnya bersandar

melarutkan pandanganya pada gemericik air

berharap udara dapat menyampaikan sebuah pesan

*****

matahari bersinar penuh dengan makian

tak seperti bulan dan bintang yang senantiasa dipuja

lelaki hanya sekilas membandingkan mereka

dan sesekali menarik nafas yang terkumpul dalam dada

*****

pepohonan masih setia meniupkan udara ketubuhnya

dan sesekali menjatuhkan daunya diatas pundaknya

berharap sang lelaki mengerti

bahwa daun yang diatas akan segera jatuh kebawah

*****

****

***

**

*

pinggir trotoar

090211

bvb

Perempuan dalam Kabut

wajah cantik merah merona

tertempel debu dipipi putihmu

bibir merah merekah nampak begitu indah

dengan deretan gigi yang putih berjejer rapi

kau pencarkan sebuah mata air ketulusan

diantara dua bukit kembar yang nampak begitu indah

lembut kasihmu terlukis lewat belaian jari lentikmu

dan lekuk pinggulmu mengisyaratkan sebuah lika-liku hidup yang penuh warna

*****

perempuan dalam kabut

rambutmu terurai menyibak pekatnya gelisah

menggeliat dan berdesah diantara semak belukar

mengharu biru tuk sebuah rindu yang mengalun syahdu

sesekali kau pasang topeng ceriamu kepadaku

walau wajahmu sebenarnya sendu

dan hanya secangkir kopi hitam dengan selera yang sederhana yang dapat kupersembahkan

tuk wajah sendumu

berharap kan segera sama dengan topeng ceriamu

lalu kita bercerita tentang sebab akibat kabut yang begitu pekat

dan kita segera menyibaknya bersama kaki kiri dan kanan kita dengan seksama

diatas garis horizontal yang senantiasa berserah pada yang vertikal

*********
by
bvb

Senin, 07 Februari 2011

Ibu aku malu mengaku islam

ibu, aku malu menjadi manusia yang beragama ibu.
lihatlah, mereka-mereka berteriak dengan lantang menyebut nama Tuhan, dan mereka bangga telah membunuh sesamanya, katanya itu perintah Tuhan yang tertera didalam ayat suci-Nya.
ibu, mungkin iblis sangat malu mendekati mereka.
karena iblis takut dijadikan sebagai kambing hitam, dengarlah ibu, iblis pernah bercerita kepadaku, bahwa mereka tidak pernah membunuh sesamanya dengan mengatas namakan Sang Pencipta.
aku malu ibu.
sungguh teramat malu mengenakan pakaian islam ini, sebab mereka telah membagikan kotoranya kepada pakaianku.
lebih baik aku tanggalkan saja pakaianku, lalu menemui kekasihku disudut malam.
aku ingin menceritakan tentang kebaya merahmu yang termerahkan oleh darah anak-anakmu sendiri.
ibu...
aku akan menyanyikan sebuah lagu dari sahabatku untukmu, mohon dengarkanlah.

Kebaya merah by Virgiawan Listanto

Kebaya merah kau kenakan
Anggun walau nampak kusam
Kerudung putih terurai
Ujung yang koyak tak kurangi cintaku

Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah?
Ibu

Ceritalah seperti dulu
Duka suka yang terasa
Percaya pada anakmu
Tak terfikir tuk tinggalkan dirimu

Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah?
Ibu

oleh : Virgiawan Listanto

puisi by : Budi wb

Minggu, 06 Februari 2011

Perempuan diatas kereta

Perempuan tua menatap langit dibalik jendela kereta, awan hitam masih saja bergelayut. Apakah hujan dan badai akan segera reda dan meninggalkan cerahnya sore dibatas cakrawala berhias pelangi.

"Duhay Langit, wajahmu selalu kurindu.Dengan tatap yang penuh harap, ia bermunajad.

" Duhay Yang maha indah, kereta terakhirku penuh dengan ular berbisa, namun kekasihmu memberikan sebuah cinta-Mu tuk perjalanan terakhirku.

Dengan senyum yang terkulum diantara kerut-kerut wajah yang masih ayu, terbasahi air dari kelopak mata sayunya.

" Wahay langit, baiklah, hujan pasti akan segera reda, dan mereka telah menantiku digerbang berikutnya, sebelum stasiun terakhir bersama bidadari-bidadari kecilku.

Hujan dengan perlahan memberi tanda tuk reda, sang perempuan masih duduk dengan tenang namun penuh harap. Tuk sebuah cinta dan kepada misterinya.
- sekian -

Rabu, 02 Februari 2011

Aku tak Mengerti Dirimu

Aku tak mengerti

sungguh tak mengerti

akan tenangnya air

lalu tiba-tiba beriak menghantam karang

Padahal aku tak melemparkan batu yang besar

dan aku sungguh tak habis pikir saja

ternyata begitukah dirimu kepadaku

padahal kucuma melempar sepuntung rokok

******

Wajahmu ayu

dadamupun besar

namun kenapa bajumu teramat sempit

jadinya kamu gampang sesak nafas

Gantilah dengan ukuran yang besar bajumu itu

biar tak terlalu kesempitan

dan janganlah kau nampakan dada besarmu itu kepadaku

karena aku sangat tak tahan tuk menjamahnya

******

Diluar hujan

dingin

dan tak ada reaksi tuk mencoba bergerak

karena enakan berdiam diri saja

Padahal bila bergerak dingin akan segera beranjak

walau sedikit membutuhkan keberanian diri

tapi…

ada perubahan rasakan

Yasudahlah

sebentar lagi hujan reda

bila tak segera beranjak

aku akan segera pergi

---------------------------------------

Say,,,dingin

Dingin kala kutatap wajahmu

diluar sedang hujan

dan kau tak juga mau beranjak menyapaku

padahal aku telah lama disampingmu

*****

Kemarin kau bisikan sesuatu kepadaku

tentang sebuah syair rindu dari Rumi

tapi aku tak begitu mengerti isinya

yang kutahu hanya penyair gila

*****

Say

malam ini begitu dingin

aku akan segera beranjak

maukah kau mengikutiku

Sudahlah

aku ingin kita bergerak

menyusuri hujan

lalu menari dan tertawa sepuasnya

******

020211

by

bvb

Selasa, 01 Februari 2011

Puisi Morat-marit

Hay nona

ada badut tua mengajakmu berdansa

disebuah ruang pesta

matanya sendu syahwatnya beradu rayu

Hay nona

badut tua melotot matanya

rok minimu tutupi pecinya

lupa dompetnya bau keringat mbah Sastro dan Pakde Kardi dipinggir terminal

oooooooooooo

Jangan korupsi

kalau gak punya gigi

korupsilah kalo dah pake dasi

karena tuhan cuma mesam mesem saja

00000000000

Hay butet

ngomong apa kau itu

aku ini orang suci

cium tanganku

kualat kau

Ah macam mana pula aku cium tanganmu

tangan ibukupun aku tak tau bagaimana baunya

ah obat kau habis itu

segeralah kau minum kelima obat dari tuanku

agar tak kegedeanlah baju kau itu

*********

Akulah Pelacur Aksara [50k]

Aku tabu

aku hina

aku kotor

aku rakus

aku tolol

aku adalah pelacur aksara

Berpuluh-puluh aksaraku tabu

menghasut khayalmu tuk bermesum ria

laksana wanita penjaja kehangatan tubuhnya

itulah aksaraku

Malam itu hitam

namun bulan dan bintang menyukainya

dan aku…

hanyalah pelacur aksara yang menjijikan tuk kaum suci yang bukan sufi

Jangan kau dekati aku

sebab aku adalah jalang yang pantas dicaci

dibicarakan dan dicela dikuil suci

dan tak pantas tuk merayumu tuk mengajaku berdiskusi tentang organ diri

Aku kesepian

tapi kutak suka mencari perhatian

karena sepiku tuk kekasihku

bukan untuk kalian-kalian yang mensucikan keakuan

Demi kitab suci yang sulit kumengerti

semoga aku tak membenci

kepada jiwa-jiwa yang malang

dan jiwa-jiwa yang suka membeda-bedakan tanpa persetubuhan yang mendalam

——————————–

————————————-

——————————————–

Pinggir trotoar pada 1 februari 2011

by

bvb

Lelaki tanpa Asa

Lelaki bimbang dirayu pikir, wajah sang kekasih masih asik bercengkrama diotak kiri.
Ingin segera beranjak melepaskan lelah diatas pangkuan rerumputan.

Lelaki bimbang dibujuk sepi.
Senyum berlesung pipit tiba-tiba masuk kedalam cangkir kopi, mengubah seleranya yang semula manis.

Imaginya ingin segera digadaikan pada dahan dan ranting, agar dia bisa bersandar melepaskan segala kelelahan yang teramat membuncah.

Diam.
Berharap purnama menyampaikan nyanyian dalam dada, tuk sekedar menyapa kepada wajah cantik dibawah bumi.

--------
--------
jgn dicontek !!

Minggu, 30 Januari 2011

Kopi siFulan

” Perkenalkan namaku sifulan, aku tak begitu tahu apa itu agama. Yang aku tahu hanyalah kopi dan rokok.

“Hay kamu, dan kamu, dan kamu lagi.
Bagiku adalah kopiku dan bagimu adalah kopimu.

“Kopiku tak terlalu manis, karena aku menyukai yang sederhana, walau terkadang kopiku tanpa gula, tapi setidaknya diabetes tak melirik kepadaku.

” Apakah kopimu manis, pahit, atau sama sepertiku yang sederhana, atau kau tambahkan sedikit susu agar nampak berbeda.

“Ya sudahlah itu hak asasi kamu, yang penting kamu tidak meninggalkan kopinya, “yeah, walaupun susunya terlalu kental.

“Oh ya, aku tidak begitu hapal siapa nama Tuhanku. Yang kuingat dia adalah yang memberiku kehidupan, aku dulu tak mempunyai nama, namun sekarang aku punya nama, dan namaku adalah si Fulan.

” Kemarilah dan mendekatlah. Bisakah kita membicarakan kopi hari ini ?
” Tanpa kukenakan topi dikepalaku, dan kita akan membicarakan selera kita yang berbeda-beda, lalu kita mencoba mengingat dari mana kopi itu berasal dan bagaimana prosesnya hingga sampai menjadi serbuk hitam yang beraroma istimewa untuk kita.

” Hmmm, mungkin seperti perjalanan pagi menuju siang yang benderang, lalu menuju sore yang memikat, dan berakhir menuju malam yang gelap namun germerlap dan teramat dinanti tuk kita nikmati.

” Baiklah, yang pasti kopiku adalah kopiku, dan kopimu adalah kopimu. Beda selera namun sama rasa bila tanpa gula. Itu saja.

Wassallam

Pinggir trotoar belum digusur.
by
bvb

Sabtu, 29 Januari 2011

Sedikit UntukTuhan [50K]

Tuhan
aku tidak begitu tahu tentang kepalsuan disekitarku
yang aku mengerti hanyalah kebimbangan hatiku yang hampir membusuk

Tuhan
isi kepalaku banyak ketabuan
dan wanita-wanita cantik masih terus menari
jadi aku tidak sempat memandan sekitarku yang memalsu

Kenapa indahnya kerlip bintang hanya nampak digelapnya malam
dan kenapa warna hitam hanya nampak diatas putih
sungguh aku tidak begitu mengerti semua itu Tuhan

Tuhan
aku hanya ingin melihat buruknya rupaku didepan cermin
sambil kunikmati secangkir kopi kurang gula
lalu kumaki wajahku
kemudian mentertawakanya terbahak-bahak

Semoga aku tidak larut oleh kebodohan rasaku
liarnya mataku menelanjangi tetangga
sungguh semoga itu tidak terjadi padaku
sebab diriku masih lebih busuk dari buah yang telah busuk

Tuhan
aku tak peduli siapa namamu
dan aku tak mau peduli dengan pakaianku
tapi aku harus berfikir tentang cintamu padaku

Tuhan
semoga kedua mataku tak kau butakan
sebelum waktu berakhir ditaman ragaku

Mak [50k]

Mak
...... Apa yang harus kuperbuat untuk menghiburmu
tertawa atau bernyanyi atau......
kutuliskan kau sebuah puisi sambil minum kopi

kakiku berdarah mak...namun aku tahu bahwa kau lebih berdarah lagi dadamu...
Mak...
Bulan sabit menatap kita dengan haru
aku tak tau mak apa yang harus kuperbuat tuk balut luka hatimu
sedangkan disekelilingmu banyak benalu dan ular-ular yang teramat berbisa

Aku ingin mengajakmu mak
meninggalkan semak belukar dan segala aroma busuk disekitar rumah kita

Mak...
Tolonglah diluar sudah tak hujan lagi
dan terimalah ajakanku tuk menemui rumah yang baru
lalu kita lemparkan segala kepiluan kita bersama
dan kita ganti dengan puisi-puisi cinta tuk kita bersama

Dengarlah anakmu ini mak
walau kini aku masih menjadi pendosa
tapi setidaknya masih ada cahaya tuk kita semua
aku mohon mak

Roman Picisan [50k]

Sebilah belati berpoles darah

menelan ludah bibir merekah

anjing jalang kucing liar

tergelatak diantara aroma amis dan busuk burung-burung gagak

Mataku tak lagi tajam dikala senja

namun hidungku sangat menyukai aroma merah sedikit anyir dan amis

tangis…

hahahaaaaaaaaa adalah sebuah roman picisan kaum lemah

Dinding-dinding malam menyaksikanku menikam

menelanjangi pakaianku yang berhias ragu

tapi itu dulu

sekarang aku adalah jalang haus darah

Bisu sembilu membatu

biduan malam menghibur piluku

ajaku temui izroil

lalu bercengkrama dan tawar menawar tanpa makar

Kedua tangan tak lagi kuangkat menatap langit

sebab sukmaku berdarah

ganyir dan amis bercampur alkohol masa lalu

kini hanya dadaku yang menunduk bersama kepala yang kucoba mencium bumi yang telah lama kukencingi dan kukotori air-air sperma

Bumi meratap haru menyambutku

lapang dadanya walau meronta

sebab kemaren jelata teriak dan sebagian dijemput izroil secara paksa

dan sekelompok srigala menari-nari diatas bangkai mereka

Sebagianku telah menjadi pemangsa

lapar…..

haus darah dan melemparkan amarah

sukmaku berlari

lalu sembunyi mengadu kepada Penguasa bumi

Titik titik

telah berubah menjadi tanya

dan mencoba mengabadikan seru

tapi koma masih memberikan waktu tuk berfikir

agar tidak sia-sia sebelum titik.

***********

bjb 29 januari pinggir trotoar 2011

by

bvb

Buah Hati [50k]

Tuhan,
aku telah memilihnya
perempuan yang akan kuminum air susunya
...akan kuperas keringatnya
akan kutumpahkan darahnya

Tuhan,
berilah dia ruang dalam taman
dimana mengalir sungai madu
menari para bidadari
burung berbulu sutra
awan berhias pelangi warna suwarga

Tuhan,
jika dunia boleh kucecap
bayarlah itu sebagai pengganti surga ibuku
jika dosa boleh kusesap
bayarlah itu sebagai jalan ibuku menemuiMU

Tuhan,
air mani bapaku yang kupilih sebagai nista hidupku
jadikan bapakku sebagai khalifah dibumi mu
peluhnya yang tercurah di atas tanah merah
adalah perangkatnya mendandani kereta kencana
menuju surga Mu

**********


Anak dan Ibu [50k]

Ceritakan padaku, anakku..
mengapa kau menangis
ketika ku meregang nyawa
...menangkapmu dari surga

Aku tak menangisi peluhmu atau air matamu
aku menangisi siang yang kugadaikan
aku menangisi malam yang kunodai
nanti...

Bukankah aku yang menginginkanmu, anakku..
aku yang mengandungmu
dalam perut rahim ibumu..

Tidak ibuku..
aku yang memilihmu
aku yang memberimu jalan
menuju surga
karena kau ibuku

Air susuku, anakku
adalah jalanku ke surga
air ketubanku
tempat beremayam ragamu
dalam rahin

Tidak ibuku..
aku yang telah congkak
menanam dosa
agar aku bisa menjadikanmu
penghuni surga

*********

Dalam Antara [50k]

Satu diantaranya adalah gelap
yang lain adalah terang
satu diantaranya adalah siang
yang lain malam

...kau tak tahu
meraka satu
siang malam
gelap dan terang
seperti kau tahu
DIA hanya satu

dalam antara kau terlunta
dalam antara kau bertanya
yang mana?
dimana?

Memang tak ada
diantara ada
Dia ada
antara tiada

kau bersamanya
di dalamnya
Dia kuasa
Maka Dia ada...

******************

Istana Raja [50k]

Para 'pencari' bertebar arah, memicu langkah
bertopang senjata, perbekalan, ponggawa, atau tak membawa apa-apa,
memenuhi sabda membahana..
...
Jalanan tak tentu arah,
aral, terjal, badai, terik menghujam raga
mendera bak bencana

Para pencari yang lelah, mencari tempat berteduh
perbaharui nafas, meningkat semangat dalam niat nan ikhlas
memohon sumber mata air tuk basahi kering tenggorokan
siap lanjutkan langkah walau gontai dan pasrah..

Para pencari yang kalah hentikan langkah
haus dan lapar meningkat amarah
rakus mereguk air pupuskan dahaga tak berkesudahan

Malam menjelang,
gelap gulita tak terperi
Para pencari yang lelah tak dapat pejamkan mata
mencari apapun dalam doa untuk sumber terang
demi langkah dalam tekad yang bulat..

Para pencari kalah meregang raga, terbuai gelap gulita
tertidur, teronggok, musnah binasa ditelan kelam sang angkara

Esok hari masih ada..
Para pencari lelah tetap melangkah
dalam harapan
menuju istana sang maha raja..

(untuk sahabat dalam 'pencarian')

Sendiri Dulu [50k]

saat ini apa yang lebih baik daripada sendiri??
bercengkrama dengan belaian lembut angin pagi, siang, sore dan malam..
bermesraan dengan sang malam..tatkala usai hari yang panjang..

tolong jangan ganggu aku..
...malam tak terasa lagi kelam
karena sejuta bintang selalu datang menyapa
sementara bulan terang di atas sana
menyiramikui dengan kilau lembut cahayanya

tolong tinggalkan aku barang sejenak..
aku ingin ini abadi...
karena semua ini tak tergantikan
dan aku tak ingin semua ini cepat berlalu,

Kureguk habis sisa madu dari cawan-cawan yang berdenting nyaring
tak kan kusisakan, karena setiap tetesnya membawaku terbang
jauh...jauh..

pergilah dariku barang sejenak..
sendiri ini terasa indah
di kalbu.........

Puisi terakhir [50k]

Terpaku aku dalam sisa kecemasan yang lalu
Ketika beribu rasa hanya tertuju padamu
Auramu jingga merah muda dan biru
Bayangmu menari di pelupuk mataku
...Menyingkap tabir hasratku yang baru

Ulurkan tanganmu,
aku ingin turut menari
tutup mataku, dan biarkan hatiku yang menyala
agar aku hanya melihatmu
selalu kamu
jingga merah muda dan biru
dalam asaku

Lalu mimpi

aku telah memilih diam
kau menari di relung mimpiku

aku telah memilih pergi
kau mencengkeram lenganku, menahanku
...
bukan kamu yang harusnya ada di mimpiku
bukan lakonmu yang harusnya kunikmati

kita tak berjalan di rel yang sama
begitulah bait puisi terakhirmu
yang kuingat

*****





Anaku [50k]

Ketika hujan yang harusnya menyejukkan, malah menjadi beku..hingga gigilku menciutkan jantung dan nadi..
Ketika matahari harusnya menghangati dan menyinari, berubah menjadi panas yang membakar hati,

...Anaku, tahukah kamu,
kubasuh semua pedih dengan menatap wajahmu
kubiarkan linang air mata ini tampak di matamu, dengan begitu aku menatap kedalaman hatimu..
bak telaga yang menawarkan kejernihan, tenggelamku dalam kesejukkan nya...

Anaku, kuberlari menjauhkan diri dari bayang semu
kuhindari segala mimpi, yang terbukti berbalik menyakiti, menghianati
kurengkuh bahumu, karena kutahu, pelukmu menawarkan kedamaian untuku

Kini segala indahmu ada padaku
dan pernah kunikmati segenap jiwa, bahkan akan terus dan terus kureguk
demi menyambung hari dalam penantian..

Mengapa tak kau ambil kembali?
Ambillah nak..
semua milikmu ada padaku, kusimpan untuk suatu hari

Bila nafasmu menyesak
Bila ucap mulutmu mengering
Bila hatimu meronta
Bila asa terjatuh terpuruk
Bila harap menjadi sia-sia..

Datanglah padaku Nak..
kupeluk sepimu
kurengkuh kebekuanmu
reguklah kesejukan telagamu sendiri
yang ada padaku..
ambilah nak...

Doa-doa kita yang terbungkus dalam sanubari..
Bukan suatu keniscayaan,
Dahagamu kan meneduh
Luka mu kan berganti menjadi kekuatanmu tuk berlari pesat
Gelisahmu kan berganti menjadi kedamaian
Kecewamu kan berganti menjadi pemahaman
Kau kan cepat dewasa....
seperti dirimu mendewasanku....

Dear beloved friend [50k]

Kala kau terlelap dan terbuai sejuta bidadari di mimpimu,
aku menghayati segenap isi hatiku, ya saat ini, saat kau terlelap.
Kau tahu, telah kau sematkan sesuatu yang mungkin awalnya tak kau kira akan kusambut dengan begitu khidmat.
Siapa yang... memulai terlebih dahulu, tak jadi soal...
Justru sekarang, saat ini.. telah kutemukan 'sesuatu' itu mulai tumbuh subur,
dan seperti ku bilang, aku membiarkannya tumbuh subur.
Sementara...
Hati kecilku mengisyaratkan tanda..kau sudah bosan, dan terlalu cepat bosan, kubaca dari sedikit isyarat bahasamu,
Kau akan pergi, dan tak perdulikan apapun yang telah lalu.
Sungguhpun ada seleret perih yang menghantui prasangkaku
aku hanya memilh sebaris senyum, yang telah kusiapkan mulai detik ini, saat ini..
Kelak esok atau lusa kau beranjak pergi, jangan hiraukan aku, pergilah...
kau tahu. aku tersenyum di balik punggungmu.
Pedih ini satu sisi dari seribu wajah cinta, yang mulai tumbuh subur di rasaku..
Maka apa dayaku...karena itu saja yang aku punya
Yang kutahu, cinta memang tak bisa dipaksa,
Jangan khawatirkan perihku,
Bila keyakinanmu akan kau bawa dalam langkahmu
Biar saja begitu adanya,
Jangan permasalahkan perihku
Kau salah bila memaksa aku tuk berpaling, padahal itu maumu
seperti ku tahu, cinta tak bisa dipaksakan...
biarkan saja semua apa adanya
Aku sudah lebih siap...
Aku yakin, aku bisa..

Dear: beloved friend..
when you say, i'm in love..
i say.. that's good
what's the matter?
what's wrong?
...everything will be just OK...

Kidung Cinta [50K]

Cinta

Kidung ini tak mampu kulantunkan
mengingat masa tak lagi kutemukan
syahdan cintaku tak lagi bergeming
...waktu telah menelantarkannya menjadi semu

membatu dalam pelukan bumi
merapuh lapuk termakan wujud
bukan.. bukannya aku tak menimbangnya
kutahu cinta memang tak lagi mengisi jiwa

*****
temaram lampu jalan membias lugu
kala malam memeluk rindu semakin membeku
adakah ini waktuku?

kilas masa berganti sampai ku tak kuasa
...meluruhkan wajah yang bersimbah dosa
kutahu ini waktuku
kembali bersemayam dalam lara

mereka pergi..
aku sendiri
lampu jalanan kian redup dan mati
aku disini dan akan tetap begini

mati..
merana
lara
nista
binasa

*********

Jumat, 28 Januari 2011

Surat Cinta [50k]

Dear kekasihku.

Apakah kau masih suka dengan ketelanjanganku ?
atau dengan jemariku yang lentik memetik buah pukah warna hitam.

Aku masih suka menyendiri dan menyepi, sering saja benaku teringat akan indahnya dirimu yang mengalir didalam sungai.
Betapa sejuk dan segarnya, bila kuturut melarutkan diriku bersamamu.
Disaat kutermenung dibawah pohon yang rindang, aku suka menatap langit yang biru, aku tahu kaupun ada disana, dan ceriamu kurasakan disini bersama semilirnya angin menyentuh dedaunan.

Seringkali aku bertanya pada hati kecilku. Apakah kau berada dinegri unta, atau kau sedang merayu Leonardo Davinci dieropah, atau mungkin disebuah negeri seribu satu malam bersama pangeran ?!

Hmmm, entahlah.
Sepertinya kalau kau berada disitu, mungkin Rumi akan merasa iri.
Tapi yang kumengerti kau selalu ada disampingku, asalkan pakaian dan topiku tetap bersih dan mewangi, mungkin saja begitu.

Kekasihku.
Aku tahu kau lebih mengerti dariku, saat kedua mataku nyaris tak dapat mengenalimu, lewat surat-surat yang kau titipkan kepada yang teristimewa, tapi aku telah mencoba tuk membukanya lebar-lebar, kemudian aku membacanya, lalu aku mencoba tuk memahami kata-kata cintamu, sungguh cacing-cacing dalam perut dan kepalaku kau buat menggelepar tak berdaya.

Dan pernah aku membaca sebuah syair dari Tanah merah, bahwa aku bisa bersetubuh denganmu dalam kekosongan. Tapi aku harus benar-benar telanjang dan mengenali siapakah aku.

Baiklah sayang, akukan melakukan itu semampuku, tanpa ku harus beronani. Dan kau sayang, tentu saja setia menantiku dengan senyuman penuh cinta.

Itu saja isi rayuan kataku.
Karena kau lebih tahu dari maksudku.

Dariku yang mendekatimu.

Orang pinggiran.

*******

Ketika kusibuk dengan duniaku

sepiku senantiasa merindu-Mu

dalam belai kasih

dan untaian segala cinta-Mu

tiada yang lebih melambungkan segala rasaku

selain senantiasa bercumbu bersama-Mu


Tuhan

janganlah Kau biarkan aku tersudut oleh keramaian yang fana

peluklah aku dikala kusedang menari bersama hariku

agar kelak disaat kupejamkan mata

tidak dalam keadaan buta dan tuli telinga

amin...



Kamis, 27 Januari 2011

Psikopat

Diam, terkadang teriak
melamun lalu mengumpat
tatapan terbang kebulan
kepalanya banyak yang menari

Berkelakar kepada sunyi
hanya gelisah yang mengutarakan sapa kepada waktu
nirwana tidak bergeming dengan iming-iming sedihnya
awan hitam senang bergelayut manja dibenaknya

Psikopat !!!

Mendekap erat membalut dadamu
bisikan kecewa lemparkan dendam kepada muram

Marah
caci maki
dan benci
adalah sebuah selera yang meneteskan liur dimulutmu

Puass !!!

Malam protes kepada pagi
pagi melemparkan gelisah pada mentari
berganti wajah dan tinggalkan amarah kepada berjuta wajah

Puisi Saja [50k]

Padang gersang tak ada ilalang

membentang dan menantang

ajaku terbang menyusuri petang

melepas kisah dengan telanjang

sembilu mengiris kholbu

malam-malam penuh bisu

jalan setapak mengajak ragu

kerdipkan mata dan merayu rindu

Terlanjurku cinta kepada kekasih

arungi pantai penuh buih

menawar cerita lemparkan lirih

kekasihku datang, lemparkan derita yang menyajikan hidangan pedih

Pulang

petang

datang

telanjang

lalu menghilang

Ini cuma sekedar puisi saja

tiada kata kalo tak ada aksara

tida dusta bila tak ada yang merasa-rasa

tiada neraka bila surga tiada

ada dan tiada adalah fana

itu saja

bjb 28januari 2011

by boil

Dunia Segi Empat Gak Sama Nasi

Dunia segi empat

sama sisi tak sama gigi

papat gulipat bermacam kata berpendapat bersama bisu beda rapat

tak ada suara namun gaduh

berencana tak berencana menjadi rencana berbencana

Dunia segi empat

bukan ketupat tapi kotak-kotak dan mengkotak-katak

kraktaktaktaktaktak….

Diudara mengadu mata

didarat menatap muka

kucel, asem, ganteng, kurus, gemuk, bla bla bla syalalalala…

Dunia segi empat

tak ada raga tapi berkata-kata

caci maki, bernyanyi, hahaha hihihihi

kelinci-kelinci mencari makan ditusuk duri

Verifikasi, diskusi, emosi, erosi, erupsi, gak jadi nasi

kopi-kopi kena digigi pecah dilidah

ambil enaknya aja lalu syalalala tanpa ha hi ha hi ohhh ya..ya..

minta mangap, happp lalu ditangkap

serrrrrrrrrrrrr…….

Dunia segi empat

sama sisi gak sama nasi

larut larut laruttt

hanyut hanyut hanyuttt…

latah

marah

latah

susah

curhat

mencuat

basah

ya sudahlah…

Rabu, 26 Januari 2011

Antalogi tak berjudul [50k]

jalan ini pernah kita lalui..
membentang seluas tahun yang berganti
langkah kecil itu terpaku,
sempurnakan kata yang terbalut rindu

...jalan ini masih terlalu baku
lugu dalam hening asa bisu
jemari kita tertaut ragu
menjadi titian yang samarkan rindu

[arra nov]

******
terkadang aku sering lupa
apa yang telah kusampaikan lewat aksara
padahal aku adalah bagian dari kata
yang tergoreskan diatas bebatuan jalan berliku

aku tak mengerti siapa diriku
yang kutahu duniaku begitu kecil dan terasa singkat
hidupku adalah sebuah yang mengalir
dari pegunungan menuju lautan

aku tak mau terpaku oleh indahnya rembulan merayu bintang
atau pada manis paras bidadari
aku hanya merindukan kekasihku
sebab Muhammad adalah kekasihNya

[bvb]

*******

seonggak daging ini awalnya tak bernama
sebentuk gumpalan darah yang berdenyut
kala udara menerpa hati
lalu putih menorehkan sisi yang tak terduga
dan hitam menjadi bayangannya

[arra nov]

*******

bintang yang berkilau tak nampak indah tanpa malam yang hitam
dan pelangi takan terbiaskan tanpa gelapnya mendung dahulu
sebab raga tak pasti berarti
tanpa cumbu dimalam yang sunyi

dan aku...
sesungguhnya tiada
karena aku bukanlah aku
ragaku bukanlah untuk diriku
tapi untukmu dia dan mereka
karena aku adalah kamu dia dan mereka

[bvb]





Prosa tuk Angelina {50k}

Aku mengenalnya lewat tawa renyahnya, candanya yang menghiburku dikala kutersudutkan sebuah realita yang begitu membungkam mulutku. Dia menjabat erat tanganku, mengajaku dalam suatu jalinan kekeluargaan yang penuh harmoni.

”Angelina, biarlah aku memanggilmu begitu.

Sebab bagiku kau layak mendapatkan nama itu, terbukti dari tutur katamu yang begitu santun kepada kami yang ditabukan oleh kaum berpakaian bersih dan rapi.

Aku mengenalmu disaat masa-masaku membenci sebuah tangisan rekayasa yang teramat memuakanku, membuatku terpaksa hijrah kesebuah dunia kecil yang penuh warna yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagaikan bertemu seorang sahabat lama yang sudah menghilang ditelan bumi jutaan tahun yang lalu.

”Angelina aku ingin bertemu dan menghiburku.

Ucapku disaat kulihat kau sedang berada ditengah tawa yang membahana disudut dunia kecilku, kaupun mengajaku larut dalam sebuah cengkrama penuh persahabatan.

Dan disuatu hari yang penuh ceria, kau ajak aku tuk bertatap muka lewat hembusan udara. Kepada langit akupun memohon tuk menemuimu. Tak berapa lama kitapun bertemu, kau peluk aku dengan kasihmu, dan kau buai aku dalam pangkuanmu.

”Duduk sini nak, dan dengarlah ceritaku.

Kedua telingakupun larut bersama ucapanmu, menyimak kisahmu dan kuresapkan pada sukmaku. Rambutku yang panjang terasa gatal, ketika segala ceritamu membikin sempit dadaku.

Perlahan kuminum secangkir kopi yang telah kau siapkan, dan kusulut rokoku. Kulit kepalaku yang tak gatal masih saja kugaruk-garuk bersama senyum yang terpaksa kukulum.

”Sudahlah simak saja ceritaku, setelah itu biarlah kita kembali tertawa seperti kemarin.

Wajah yang manis dan sedikit berkerut itu kutatap dengan penuh tanya, seakan-akan aku telah menemukan seorang ibu yang sebenarnya. Matanyapun terlihat sedikit berkaca-kaca seiring nada dari mulutnya.

”Angelina…

Dengan spontan bibirku mengutarakanya.

”Kenapa begitu pandainya dirimu membalut deritamu dengan canda tawamu, padahal setidaknya kau pernah mengutarakanya kepada salah satu dariku.

Diapun hanya tersenyum, dan terkadang sedikit mentertawakanku.

”Sudahlah, air mata itu hanya sebuah tangisan yang memanjakan rasa, dan tawa adalah vitamin jiwa.

Dan tak berapa lama kamipun larut dalam tawa yang sebenarnya memaksa.

******

Rembulan nampak cemerlang dikala malam yang hitam

begitu juga dengan cinta

tak terasa indah tanpa luka yang menganga

biarlah air mata digantikan sang hujan

agar bunga yang layu senantiasa berkembang

Selalu begitu dan begitu kauajarkan aku, walau kini kau terbaring lemah dengan tubuh yang menggigil. Kau masih tawarkan senyumu kepada jiwa-jiwa yang ingin bertemu, kau tutupi sakitmu dengan pakaian ketegaran. Sungguh tak sanggup akalku tuk menangkap semua tentangmu.

Pernah aku mencoba membagi deritamu kepada saudara-saudaraku, namun kau marah kepadaku. Kau bilang itu tidaklah membahagiakanku.

”Sudahlah Angelina.

Aku hanya sanggup meminta kepada langit, agar malaikatnya senantiasa berada disampingmu. Menjagamu dari binatang buas, dan menemanimu disaat kau merasa kesepian. Dan aku, takan pernah menangis walau derita memeluku dengan begitu erat.

Celoteh Cumbu Rayu [50k]

Sang surya sudah tertawa
senyumku masih malu-malu menyapamu
padahal aku sangat membutuhkanmu sayangku
tuk isi perutku dan mengalirnya darahku
Tadi malam rambutku mengikal mendekati kribo
matakupun satunya hampir buta
nyaris saja aku melupakanmu duhay cintaku
padahal kau lebih dekat diatas tulang rusukku

Dunia penuh angka dimana-mana
tapi aku lebih suka merayumu diantaranya
karena kau lebih indah dari purnama
dan kutahu kau menyayangiku

Aku tahu bahwa dirimu tak suka rambutku mengikal
apalagi mataku buta sebelahnya
kamu lebih suka rambutku lurus panjang
karena menurutmu itu lebih tampan

Baiklah sayangku
aku akan merayumu lewat kata
mencintaimu lewat raga perbuatanku
karena kau butuh cara yang sederhana
tak nampak dan terlalu menampakan kau tidak menyukainya

Senja dan Bidadari [ 50k]

Senja kelabu langit muram dalam sekam,bidadari-bidadari memutik bunga dikebun anggur bersama kumbang jantan.Sang suryapun mengintip malu-malu wajah mereka sebelum rembulan datang menggoda.

Bayang-bayang masa lalu purnama telah tenggelam didasar lautan.Bidadari kini telah menari bersama kumbang jantan penuh tawa.

Ingin rasanya kudiantara mereka, atau aku menjadi bagian dari mereka yang berbunga-bunga. Menari-nari sambil bernyanyi, menggapai cinta dan melarutkan segala sekat-sekat derita yang menikam dada.

Kau adalah Cinta [50k]

Aku kuat bersama cahaya
aku terang karena gelap
putihku nampak cemerlang dengan abu-abu dan hitam
begitu juga air terasa segar diteriknya mentari

Dulu ingin kurobek saja semua kenanganku
dan kubakar, lalu abunya kularutkan kedalam sungai

Tangga yang kulalui lapuk saat itu
namun beruntunglah badanku ringan rasanya
sehingga aku dapat perlahan menyusurinya
bersama bayang kekasihku tersayang

Dia mungkin menungguku disebuah beranda
dengan pakaian serba putih dan rambut yang tergerai

Tunggulah aku sayangku
cahaya purnama belum tertutup awan
aku akan segera menemuimu disepertiganya
lalu kita berpesta tanpa air mata

*****
Aku teringat sewaktu kamu menjanjikanku sebuah tempat
dimana banyak sungai yang mengalir
diatas ranjang-ranjang yang empuk kusandarkan tubuhku
lalu para bidadari cantik melayaniku bertelanjang dada

Oh tidak tidak
aku hanya mencintaimu
tanpa mengharap semua janjimu
sebab cinta itu mengerti
dan kutahu bahwa kau adalah cinta itu sendiri

Banyak yang mengatakan bahwa sayangku berada dimekah
ada pula yang mengatakan dipalestina
tapi yang aku tak mendengarkan mereka duhay sayangku
aku hanya tahu bahwa kau ada dihatiku peling dalam

Tunggulah aku
kita akan segera bercinta
melepas semua pakaian
dan kitapun bercinta
karena kau adalah cinta

Selasa, 25 Januari 2011

Pusi-puisi Sederhana [50k]

Kantongku bolong tembus melompong
gigiku ompong gak bisa ngunyah dong
Kopi masih rada manis
walaupun iblis masih tersenyum manis menanti tangis tuk bengis

Jalanan masih panas setelah diaspal
nunggu kering biar roda sepedaku tak luluh dan terpenggal
atau sebentar lagi hujan dan segera mendinginkan
lalu aku pergi bersama sepedaku tuk jahit kantongku

*****

Antalogi Seadanya [50k]

Malam ini rambutku keriting

yang aku tahu tadi pagi masih lurus

apakah ini pertanda ada gumpalan awan gelap

semoga saja tidak menimbulkan petir

...

aku suka minum kopi dekat jendela

tapi akhir akhir ini kopiku pahit

apakah aku harus duduk didepan cermin dan kututup jendelaku

lalu mengambil sedikit gula tuk mengubah rasanya.

Entahlah...

[bvb]

*****

Hidup itu sebuah labirin yang sarat dengan teka-teki, misteri, dimana anugrah dan cinta NYA melimpah ruah tak berkesudahan.

Seperti seorang pejalan..menempuh lika-liku, setiap kelokan, tanjakan, turunan adalah cerita tersendiri, ...Lalu begitu saja ku mengalir bersamanya, dalam buainya, arusnya, gelombangnya.

Kerap kuterdampar di tepian, dimana setiap tepian adalah pantai dari daratan sebuah negeri..yang harus kulewati demi mencari dan terus mencari sampai kudapatkan.

Bagai tersihir oleh sensasi yang gegap gempita, setiap kali berhasil kumaknai satu dan lainnya, kemudian aku menjadikanku sebagai pecandu, pecandu makna dan esensi dari setiap nafas yang berhasil kusentuh.

Kadang terasik masyuk dengan petualangan yang tersaji, sementara waktu yang tersedia mengharuskanku beranjak pergi meniti lain negeri, maka yang kurasa adalah hempasan badai yang meluluh lantakkan sendi.

Aku, menyambut suka cita ini, dan tumbuh menjadi apa yang seharusnya ku mau dalam setiap episode hidup yang kualami.

[arrayanov Novie]

*******

Cinta..

kau hujam panah tepat di jantungku

kau tebar berjuta jarum halus di pembuluh nadiku

aku kehilangan raga

setiap nafasku makin menyesakkan

setiap gerak-ku makin membias

setiap aroma menjalari darahku dengan bisa

Kini ku luluh

setiap hembus nafas bagai selembar nyawaku tercerabut

lumpuh..tak kuasa menahan gelombangmu

menenggelamkanku dalam gelora

yang membiusku, mematahkanku, membelengguku...

aku luruh

aku lumpuh

Bawa aku

selimutiku dengan tubuhmu

genggam aku dalam dekapmu

tak kuasa ku beranjak

bawa aku...

Bila raga harus kutinggalkan

biar nyawaku bersanding dalam jiwamu

biar kuhirup nafasmu

sebagai pengganti hidupku

Cinta,

ku tak pernah mencarimu

kau datang menikamku

kala inginku

melayang, mengembara..

entah dimana

[arrayanov Novie]

*****

Teka teki bulan yang menghias malam

mencumbui isi kepalaku

menceritakan jalan setapak yang penuh paku berhamburan

kutahu salah satu mataku agak rabun tuk memandang bulan

Sedangkan bintang saling berbisik satu sama lainya

bahwa cinta lebih dekat dari daun telinga

tapi kenapa anjing gereja masih menyalaku dalam pencarian

apakah aku harus mengajak mereka berdiskusi atau aku harus tetap jalan tanpa lirik kiri kananku

Sudah waktunya gelisahku larut bersama sungai yang basah mengalir

dan segera kupunguti semangat yang disapa bulan

semoga ribuan pertanyaanku tentang sebuah cinta dapat meluruskan rambutku yang sudah ikal

agar lelahku berubah menjadi segar kembali

[bvb]

******