Senin, 06 Juni 2011

Sajak Gemblung

1.

pakde aku laper, dari tadi cuma makan lemper yang sudah ngiler

pakde aku laper eh pakde

jangan nyanyi aja dong pakde

gitarmu tak minta ya pakde sekalian sama hand phonemu yang sering bikin latah

tak jual buat beli mie instan tempat bu bejo

2.

pakde aku laper

kenapa pakde suka ngiler kayak lemper

padahal perutnya gendut kayak helikopter

aduh pakde nasimu dirubung laler

pasti pakde tukang sulap

atau tukang sunat

atau paranormal

bisa mindahin duit mbah Jarwo kedalam sempak bojomu

sambil ngudud cengar-cengir koyok jaran

3.

mbah kok diem aja dalam foto

sampean guanteng eh mbah

hari ini tanggal enam juni lho mbah

salaman dulu mbah

tongkatmu buat siapa itu mbah

bukan buat pakde-pakde tukang sulap dan tukang sunat yang sering mendadak sakit itukan

tapi aku laper mbah

piringku kena senggol kucing

mbah nanti datangkan beliin nasi kuning aku sama sedulur-sedulurku yang warna-warni

selamat ulang tahun ya mbah

burungmu bagus mbah

aku suka

*******************

pinggir trotoar 06062011

bvb

Selasa, 24 Mei 2011

Coretan Gundah

Langit, hujan badai, jendela ngamuk, pintu terkunci.
" ah, imanku goyah diterpa rupiah.

Awan berarak memenuhi kornea mataku, kepalaku ikut terbuai bersama bayu yang lincahnya tak beraturan, sejenak kucoba berpasrah mengganti sudut tatapanku menuju sebuah sungai. Lalu lalang sampan di sungai Martapura sedikit menyegarkan.

'' Olala, jamban-jamban menghiasi pemandangan yang mengalir.
'' Sebagian mereka mandi dan mengambil airnya sungai, dimanakah gerangan mata air tersenyum sepanjang hari ?

Imagiku segera melayang kearah bebukitan lintang selatan, teringat akan sebuah waduk diantara bukit-bukit yang kokoh berdiri, bersama gagahnya sang pembangkit energi listrik diantara desa-desa yang dulu pernah ada sebelum pembangkitnya ada disana. Sepanjang anak sungai yang tak jauh dari sang mata air, mesin-mesin domping berjajar rapi dan bernyanyi sepanjang hari, bersama keringat-keringat para penambang yang bercucuran diatasnya menari-nari senyum sang bromocorah berhidung mancung dan bermata sipit.

'' Harga emas, semakin gila. Teriak salah seorang yang turun dari dalam mobil mewah yang mirip seperti milik para tentara Amerika.

'' Terus nyalakan domping, jangan takut solar habis !

Semangatnya terus berpacu, senyumnya semakin mengalir dan menyatu bersama pasir dari mesin penghisap, meninggalkan mercury dalam sungai-sungai yang mengalir menuju keperkampungan yang dimana banyak berjejer jamban.


*****
Hantu2 bergentayangan, memenuhi rumah kosong dan pohn2 besar.
"ah, dasar gelandangan mistik, tak punya investasi sewaktu hidup.
Terus menyetubuhi angka-angka, tanpa memikirkan lepasnya nyawa dari urat nadi, tetangga dan langit teriak, kau terus saja menyetubuhi nikmatnya angka yang mengangkara.

Ah, sungaiku kotor...
sekotor senyuman para manusia yang telah menjelma iblis neraka.

-------------
pinggir trotoar bersama jalang






Selasa, 03 Mei 2011

Salam dari Jiwa Merdeka


Nama saya Budi Frengky Aditiya Gusty wibowo, panggil saya boil, karena itu sebutan yang sangat indah buat saya yang setengah gila ini.
Saya menyukai dunia tulis menulis semenjak duduk dibangku SLTP 15th yang lalu, bagi saya menulis adalah sarana refleksi diri yang paling menggembirakan.

Saya bukan penulis ternama, saya hanyalah seorang yang suka menulis, itu saja.
Dan yang pasti saya menyukai seni dan keindahan lainya. Bagiku seni adalah sesuatu yang flexibel dan paling mudah diterima oleh siapapun.

Yeah seni adalah ungkapan kebebasan individual, namun senia itu hanya bisa dirasa lewat perasaan yang paling halus dalam diri individual/ manusia.
Anda mengingkari sebuah karya seni, berarti anda telah mengkhianati perasaan anda yang paling halus sebagai seorang manusia.

Yeah...

Siapapun anda dan dimanapun anda, cobalah tuk menikmati suatu keindahan lewat apapun semampu anda merasakanya, disitulah sebuah ungkapan seni berada.

salam dari jiwa-jiwa yang merdeka.

boil

Minggu, 10 April 2011

Jazz di Atas Ilalang

ilalang ilalang

rebah diatas bumi

bersama desah nafas jalang yang dimabuk kepayang

telanjang dan saling menerjang

cakrawala menatap garang

menyaksikan dua insan yang melenguh panjang

'' achhhh......

sperma-sperma mereka membuncah membasahi dedaunan ditepi ilalang

hanya bau sedikit amis bercampur jembut yang jatuh berhamburan

tiada cinta tanpa tetesan sperma

begitulah pepatah jalang berbalut desah membuncah

gelisah temaram lampu-lampu jalanan

berhias nafas birahi kupu-kupu berdiri berjejeran

tawarkan desah yang menuai gelisah

bau farfum bibir dikulum

'' ahhh...

senyumu menggoda birahiku

katamu kau butuh spermaku tuk satu piring nasi

'' ough...

sungguh aku tahu geliat manjamu bukan menginginkan kantung menyanku

tapi karena frustasimu

kau ajaku jilati setiap inci lekukanmu

dan kau idamkan bayaran tuk menyambung kehidupanmu

'' yeah...

kupu-kupu malam

hidupmu teramat kelam

tapi mentari masih enggan kau genggam

tuk sekedar manarik nafas yang bukan hiburan

remah gelisah menuai desah

dalam suasana sore nan basah

remuk redam amarah dendam

berpadu bara yang tak sanggup dipendam

hmmm

gerak erotis kepalsuanmu menikam dadaku

bercampur jembut yang semrawut

konak tapi tak mengenakan

membuat pusing tanpa penyaluran

hmmm

berharap rasa yang menggelora

mendengar suara nun jauh disana

lalu mendekap manja

dan memadukan rasa bernama cinta

Ahhh, Senyumu itu

sore ini aku mengingatmu

aku mencoba pandangi fotomu di meja kerjaku

'' ahh...

senyumu mengingatkan desahmu malam itu

saat bibir kita saling berpagutan

dan nafas kita terdengar saling memburu

dalam rintik gerimis yang bangkitkan hasrat birahiku

'' hmmm...

senyumu semakin membuat isi dadaku merindu

jemariku tak sanggup lagi menyentuh kuas tuk kanvas yang sedari tadi menunggu

'' hmmmm...

aku suka hujan

dan secangkir kopi hitam yang hangat sedikit manis

aku harap selera kitapun sama

walau hujan membuat birahi kita lebih beda dari biasanya

'' yeah...

aku harap untaian kata tidak memngeruhkan suasana

karena setiap aksaranya membuat kita menjadi abadi

dalam suatu goresan paradoks maupun opini

'' hmmm...

mungkin tentangmu

tentang gerimis

tentang pagi yang masih manja

atau tentang para sahabat kita yang bermetafora

'' yeah...

begini begitulah

asal kamu suka

mungkin semua akan menikmatinya

dan begitulah adanya

---------------------------------

banjarmasin 09-04-2011

by

budi

Senin, 14 Maret 2011



Dear apa kabar semua hehe...
Semula gua gak akan pernah nyangka bisa bertemu dengan teman-teman didunia maya, hmmm apalagi dengan sosok-sosok yang terkenal dan sudah mempunyai karakter tersendiri hehe. Seperti kopral yang mantan IT Pengeboran minyak ini misalnya...



Rabu, 02 Maret 2011

Pengertian Islam Yang Terbagi Menjadi 73kelompok

Salam Sejahtera untuk para pembaca dimanapun anda berada. Ijinkan saya mengajak anda berdiskusi tentang 73 golongan islam yang telah terpecah belah tersebut, dan menurut hadist Rasulullah hanya satu golongan yang benar, yaitu AL-Jamaah :

“Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, 'Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah. Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya, seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya.” HR. Sunan Abu Daud.

Yang perlu kita bedah atau jabarkan pada hadits tersebut yaitu kata Al-Jamaah, yang mana banyak yang salah mengartikanya. Sehingga masing-masing kelompok mengaku bahwa merekalah yang diantara salah satu yang paling benar tersebut.

Dan diantara golongan-golongan tersebutpun kemudian terpecah-pecah lagi, sehingga akan bermunculan lebih dari beratus-ratus kelompok yang mengaku pahamnyalah yang paling benar, sehingga Islam itu sendiri seolah-olah menjadi sebuah agama yang sangat membingungkan.

Jemaah dalam artian yaitu berkumpulnya para hamba Allah menjadi satu dari keadaan yang sebelumnya yaitu bercerai berai. Tidak membedakan warna kulit maupun tingkatan sosial dan ekonominya bahkan agamanya sekalipun.

Pertanyaan saya adalah, apakah kita akan membedakan sesama kita bila dalam keadaan yang teramat genting, misalnya dalam situasi bencana alam yang teramat dahsyat menelan korban materi dan jiwa, apakah kita menayakan dulu siapa kamu dan apa agamamu dan dari golongan apakah dirimu ?

Sungguh keterlaluan bila kita yang dalam posisi sedang sulit-sulitnya menayakan sang korban bencana seperti itu.

Apakah Rasulullah mengajarkan kita untuk membeda-bedakan sesama mahkluk ciptaan Tuhan ?!
Dan apakah para nabi sebelumnya diperintahkan untuk membeda-bedakan dan mengajarkan bahwa kebenaran mutlak dimiliki oleh suatu kaum ?!

Tolong tunjukan kepada saya siapa nabinya dan apa kitabnya.

Sungguh kebenaran hanyalah mutlak milik Allah S.W.T semata, siapa yang mengaku dirinya ataupun kelompoknyalah yang paling benar, sesungguhnya merekalah orang-orang yang sedang tersesat dalam pemahamanya.

Baginda Nabi Muhamad S.A.W menjelaskan bahwa golongan yang benar yaitu yang mengikutinya dan para sahabatnya, baik secara wajib maupun sunahnya.
Yaitu mengajak kita secara berjamaah saling membantu sesama ciptaan Tuhan yang dalam kesusahan, baik secara fisik maupun materi dan spiritual.

'' Lakum dinukum walyadin, bagimu adalah agamamu dan bagiku adalah agamaku.

Namun kita harus senantiasa tetap satu [ berjamaah ], dalam urusan kebajikan. Tiada membedakan satu sama lainya, karena tujuan kita yaitu sama-sama menuju ridho Sang Pencipta. Hanya cara kitalah yang berbeda.

Seperti pada sifat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Lagi Maha Penyayang.

Lihatlah ciptaaNya seperti pada matahari, pernahkah dia bersinar dengan pilih kasih kepada satu kelompok, tentu tidak bukan ?!
Mari kita tengok kembali diri kita masing-masing, sudahkah kita memiliki sifat yang pengasih dan penyayang itu ?!

Semoga kita senantiasa terus merenungi diri kita, bahwa kebenaran hanyalah mutlak milik Sang Pencipta. Dan Islam itu adalah wujud keindahan bagi semesta alam.

Hanya ini yang bisa saya sampaikan dari saya yang masih teramat bodoh ini, semoga anda bisa menambahkanya pabila ada kalimat yang kurang ataupun salah menurut pengertian anda.

Selamat berjuang untuk kemanusiaan.

Salam

Budi

Senin, 21 Februari 2011

Pulang Bersama Angin


Aku pulang bersama angin yang berhembus, melewati lembah-lembah kegundahan hati dan lembah-lembah yang teramat gelap tuk segala asa, gelapnya malam yang diselimuti dingin telah menyadarkanku dari pelukan ego yang begitu eratnya, membentuk jubah yang begitu tebal ditubuhku dan sebagian lagi telah berupa mahkota yang tersemat dikepala, menutupi rambutku yang panjang sehingga otaku gampang mendidih dikala sang surya menyapaku dengan garang dikala siang menyetubuhi benaku.

Kini aku telah pulang bersama angin, menikmati dinginya sifatnya yang berhembus, menelanjangi seluruh rasa yang sempat gemukan egosentrisku yang dulunya hanya berupa sikecil yang begitu dekil.

Wahay angin, teruslah kau berhembus, temani bumi tempatku berpijak dan bercocok tanam bersama beraneka ragam rupa dan warna dunia, Aku ingin seperti dirimu, yang tidak terlihat namun selalu berkerja demi sesuatu yang sangatlah bermanfaat, walaupun kau adalah bagian dari diriku.

Angin…

Kini Aku telah kembali pulang bersamamu, lewat nada-nada kasihNya yang menggoda melalui senyum mesra sang rembulan, kau pertemukan Aku disepertiganya yang senyap, lalu kau robek jubahku yang begitu tebalnya dan kau lemparkan mahkota dikepalaku sejauh-jauhnya, sehinggaku sempat terpental ketanah yang keras, namun sedikpun tubuhku tak merasakan sebuah kejatuhan yang menghentak rasaku, karenaku telah terbiasa dibawah, walaupun sesekali kau membawaku terbang keawang-awang melintasi berbagai macam senyum dan tawa yang telah teruji duka lara.

Aku telah kembali bersamamu, lewat tarikan dan hembusan nafas yang penuh harmonisasi, lewat ungkapan kasihNya yang tiada terhingga selamanya, dan Aku kembali seperti semestinya yang kuharapkan apa adanya tanpa bla bla bla yang ber syalala lalala.

DariNya dan kepadamulah dia titipkan sebuah kepulanganku, menanti datangnya izroil yang tak sedikitpun memberikan tanda kepadaku, hanya sebuah persiapan yang penuh dengan senyuman dari bercocok tanam diatas tanah yang kan menjadi tempatku berbaring dalam peristirahatan terakhir.

——————————————————-

Mencari jati diri, lewat sebuah renungan. Dan dia akan datang dan berbicara disuasana yang sunyi dan senyap, yaitu disepertiga malam.

Jangan percaya dengan yang menulis, tapi cobalah simak tulisanya saja, siapa tahu ada yang bermanfaat buat anda yang luar biasa.

bjb 21-02-2011

salam

boil