Minggu, 30 Januari 2011

Kopi siFulan

” Perkenalkan namaku sifulan, aku tak begitu tahu apa itu agama. Yang aku tahu hanyalah kopi dan rokok.

“Hay kamu, dan kamu, dan kamu lagi.
Bagiku adalah kopiku dan bagimu adalah kopimu.

“Kopiku tak terlalu manis, karena aku menyukai yang sederhana, walau terkadang kopiku tanpa gula, tapi setidaknya diabetes tak melirik kepadaku.

” Apakah kopimu manis, pahit, atau sama sepertiku yang sederhana, atau kau tambahkan sedikit susu agar nampak berbeda.

“Ya sudahlah itu hak asasi kamu, yang penting kamu tidak meninggalkan kopinya, “yeah, walaupun susunya terlalu kental.

“Oh ya, aku tidak begitu hapal siapa nama Tuhanku. Yang kuingat dia adalah yang memberiku kehidupan, aku dulu tak mempunyai nama, namun sekarang aku punya nama, dan namaku adalah si Fulan.

” Kemarilah dan mendekatlah. Bisakah kita membicarakan kopi hari ini ?
” Tanpa kukenakan topi dikepalaku, dan kita akan membicarakan selera kita yang berbeda-beda, lalu kita mencoba mengingat dari mana kopi itu berasal dan bagaimana prosesnya hingga sampai menjadi serbuk hitam yang beraroma istimewa untuk kita.

” Hmmm, mungkin seperti perjalanan pagi menuju siang yang benderang, lalu menuju sore yang memikat, dan berakhir menuju malam yang gelap namun germerlap dan teramat dinanti tuk kita nikmati.

” Baiklah, yang pasti kopiku adalah kopiku, dan kopimu adalah kopimu. Beda selera namun sama rasa bila tanpa gula. Itu saja.

Wassallam

Pinggir trotoar belum digusur.
by
bvb

Sabtu, 29 Januari 2011

Sedikit UntukTuhan [50K]

Tuhan
aku tidak begitu tahu tentang kepalsuan disekitarku
yang aku mengerti hanyalah kebimbangan hatiku yang hampir membusuk

Tuhan
isi kepalaku banyak ketabuan
dan wanita-wanita cantik masih terus menari
jadi aku tidak sempat memandan sekitarku yang memalsu

Kenapa indahnya kerlip bintang hanya nampak digelapnya malam
dan kenapa warna hitam hanya nampak diatas putih
sungguh aku tidak begitu mengerti semua itu Tuhan

Tuhan
aku hanya ingin melihat buruknya rupaku didepan cermin
sambil kunikmati secangkir kopi kurang gula
lalu kumaki wajahku
kemudian mentertawakanya terbahak-bahak

Semoga aku tidak larut oleh kebodohan rasaku
liarnya mataku menelanjangi tetangga
sungguh semoga itu tidak terjadi padaku
sebab diriku masih lebih busuk dari buah yang telah busuk

Tuhan
aku tak peduli siapa namamu
dan aku tak mau peduli dengan pakaianku
tapi aku harus berfikir tentang cintamu padaku

Tuhan
semoga kedua mataku tak kau butakan
sebelum waktu berakhir ditaman ragaku

Mak [50k]

Mak
...... Apa yang harus kuperbuat untuk menghiburmu
tertawa atau bernyanyi atau......
kutuliskan kau sebuah puisi sambil minum kopi

kakiku berdarah mak...namun aku tahu bahwa kau lebih berdarah lagi dadamu...
Mak...
Bulan sabit menatap kita dengan haru
aku tak tau mak apa yang harus kuperbuat tuk balut luka hatimu
sedangkan disekelilingmu banyak benalu dan ular-ular yang teramat berbisa

Aku ingin mengajakmu mak
meninggalkan semak belukar dan segala aroma busuk disekitar rumah kita

Mak...
Tolonglah diluar sudah tak hujan lagi
dan terimalah ajakanku tuk menemui rumah yang baru
lalu kita lemparkan segala kepiluan kita bersama
dan kita ganti dengan puisi-puisi cinta tuk kita bersama

Dengarlah anakmu ini mak
walau kini aku masih menjadi pendosa
tapi setidaknya masih ada cahaya tuk kita semua
aku mohon mak

Roman Picisan [50k]

Sebilah belati berpoles darah

menelan ludah bibir merekah

anjing jalang kucing liar

tergelatak diantara aroma amis dan busuk burung-burung gagak

Mataku tak lagi tajam dikala senja

namun hidungku sangat menyukai aroma merah sedikit anyir dan amis

tangis…

hahahaaaaaaaaa adalah sebuah roman picisan kaum lemah

Dinding-dinding malam menyaksikanku menikam

menelanjangi pakaianku yang berhias ragu

tapi itu dulu

sekarang aku adalah jalang haus darah

Bisu sembilu membatu

biduan malam menghibur piluku

ajaku temui izroil

lalu bercengkrama dan tawar menawar tanpa makar

Kedua tangan tak lagi kuangkat menatap langit

sebab sukmaku berdarah

ganyir dan amis bercampur alkohol masa lalu

kini hanya dadaku yang menunduk bersama kepala yang kucoba mencium bumi yang telah lama kukencingi dan kukotori air-air sperma

Bumi meratap haru menyambutku

lapang dadanya walau meronta

sebab kemaren jelata teriak dan sebagian dijemput izroil secara paksa

dan sekelompok srigala menari-nari diatas bangkai mereka

Sebagianku telah menjadi pemangsa

lapar…..

haus darah dan melemparkan amarah

sukmaku berlari

lalu sembunyi mengadu kepada Penguasa bumi

Titik titik

telah berubah menjadi tanya

dan mencoba mengabadikan seru

tapi koma masih memberikan waktu tuk berfikir

agar tidak sia-sia sebelum titik.

***********

bjb 29 januari pinggir trotoar 2011

by

bvb

Buah Hati [50k]

Tuhan,
aku telah memilihnya
perempuan yang akan kuminum air susunya
...akan kuperas keringatnya
akan kutumpahkan darahnya

Tuhan,
berilah dia ruang dalam taman
dimana mengalir sungai madu
menari para bidadari
burung berbulu sutra
awan berhias pelangi warna suwarga

Tuhan,
jika dunia boleh kucecap
bayarlah itu sebagai pengganti surga ibuku
jika dosa boleh kusesap
bayarlah itu sebagai jalan ibuku menemuiMU

Tuhan,
air mani bapaku yang kupilih sebagai nista hidupku
jadikan bapakku sebagai khalifah dibumi mu
peluhnya yang tercurah di atas tanah merah
adalah perangkatnya mendandani kereta kencana
menuju surga Mu

**********


Anak dan Ibu [50k]

Ceritakan padaku, anakku..
mengapa kau menangis
ketika ku meregang nyawa
...menangkapmu dari surga

Aku tak menangisi peluhmu atau air matamu
aku menangisi siang yang kugadaikan
aku menangisi malam yang kunodai
nanti...

Bukankah aku yang menginginkanmu, anakku..
aku yang mengandungmu
dalam perut rahim ibumu..

Tidak ibuku..
aku yang memilihmu
aku yang memberimu jalan
menuju surga
karena kau ibuku

Air susuku, anakku
adalah jalanku ke surga
air ketubanku
tempat beremayam ragamu
dalam rahin

Tidak ibuku..
aku yang telah congkak
menanam dosa
agar aku bisa menjadikanmu
penghuni surga

*********

Dalam Antara [50k]

Satu diantaranya adalah gelap
yang lain adalah terang
satu diantaranya adalah siang
yang lain malam

...kau tak tahu
meraka satu
siang malam
gelap dan terang
seperti kau tahu
DIA hanya satu

dalam antara kau terlunta
dalam antara kau bertanya
yang mana?
dimana?

Memang tak ada
diantara ada
Dia ada
antara tiada

kau bersamanya
di dalamnya
Dia kuasa
Maka Dia ada...

******************

Istana Raja [50k]

Para 'pencari' bertebar arah, memicu langkah
bertopang senjata, perbekalan, ponggawa, atau tak membawa apa-apa,
memenuhi sabda membahana..
...
Jalanan tak tentu arah,
aral, terjal, badai, terik menghujam raga
mendera bak bencana

Para pencari yang lelah, mencari tempat berteduh
perbaharui nafas, meningkat semangat dalam niat nan ikhlas
memohon sumber mata air tuk basahi kering tenggorokan
siap lanjutkan langkah walau gontai dan pasrah..

Para pencari yang kalah hentikan langkah
haus dan lapar meningkat amarah
rakus mereguk air pupuskan dahaga tak berkesudahan

Malam menjelang,
gelap gulita tak terperi
Para pencari yang lelah tak dapat pejamkan mata
mencari apapun dalam doa untuk sumber terang
demi langkah dalam tekad yang bulat..

Para pencari kalah meregang raga, terbuai gelap gulita
tertidur, teronggok, musnah binasa ditelan kelam sang angkara

Esok hari masih ada..
Para pencari lelah tetap melangkah
dalam harapan
menuju istana sang maha raja..

(untuk sahabat dalam 'pencarian')

Sendiri Dulu [50k]

saat ini apa yang lebih baik daripada sendiri??
bercengkrama dengan belaian lembut angin pagi, siang, sore dan malam..
bermesraan dengan sang malam..tatkala usai hari yang panjang..

tolong jangan ganggu aku..
...malam tak terasa lagi kelam
karena sejuta bintang selalu datang menyapa
sementara bulan terang di atas sana
menyiramikui dengan kilau lembut cahayanya

tolong tinggalkan aku barang sejenak..
aku ingin ini abadi...
karena semua ini tak tergantikan
dan aku tak ingin semua ini cepat berlalu,

Kureguk habis sisa madu dari cawan-cawan yang berdenting nyaring
tak kan kusisakan, karena setiap tetesnya membawaku terbang
jauh...jauh..

pergilah dariku barang sejenak..
sendiri ini terasa indah
di kalbu.........

Puisi terakhir [50k]

Terpaku aku dalam sisa kecemasan yang lalu
Ketika beribu rasa hanya tertuju padamu
Auramu jingga merah muda dan biru
Bayangmu menari di pelupuk mataku
...Menyingkap tabir hasratku yang baru

Ulurkan tanganmu,
aku ingin turut menari
tutup mataku, dan biarkan hatiku yang menyala
agar aku hanya melihatmu
selalu kamu
jingga merah muda dan biru
dalam asaku

Lalu mimpi

aku telah memilih diam
kau menari di relung mimpiku

aku telah memilih pergi
kau mencengkeram lenganku, menahanku
...
bukan kamu yang harusnya ada di mimpiku
bukan lakonmu yang harusnya kunikmati

kita tak berjalan di rel yang sama
begitulah bait puisi terakhirmu
yang kuingat

*****





Anaku [50k]

Ketika hujan yang harusnya menyejukkan, malah menjadi beku..hingga gigilku menciutkan jantung dan nadi..
Ketika matahari harusnya menghangati dan menyinari, berubah menjadi panas yang membakar hati,

...Anaku, tahukah kamu,
kubasuh semua pedih dengan menatap wajahmu
kubiarkan linang air mata ini tampak di matamu, dengan begitu aku menatap kedalaman hatimu..
bak telaga yang menawarkan kejernihan, tenggelamku dalam kesejukkan nya...

Anaku, kuberlari menjauhkan diri dari bayang semu
kuhindari segala mimpi, yang terbukti berbalik menyakiti, menghianati
kurengkuh bahumu, karena kutahu, pelukmu menawarkan kedamaian untuku

Kini segala indahmu ada padaku
dan pernah kunikmati segenap jiwa, bahkan akan terus dan terus kureguk
demi menyambung hari dalam penantian..

Mengapa tak kau ambil kembali?
Ambillah nak..
semua milikmu ada padaku, kusimpan untuk suatu hari

Bila nafasmu menyesak
Bila ucap mulutmu mengering
Bila hatimu meronta
Bila asa terjatuh terpuruk
Bila harap menjadi sia-sia..

Datanglah padaku Nak..
kupeluk sepimu
kurengkuh kebekuanmu
reguklah kesejukan telagamu sendiri
yang ada padaku..
ambilah nak...

Doa-doa kita yang terbungkus dalam sanubari..
Bukan suatu keniscayaan,
Dahagamu kan meneduh
Luka mu kan berganti menjadi kekuatanmu tuk berlari pesat
Gelisahmu kan berganti menjadi kedamaian
Kecewamu kan berganti menjadi pemahaman
Kau kan cepat dewasa....
seperti dirimu mendewasanku....

Dear beloved friend [50k]

Kala kau terlelap dan terbuai sejuta bidadari di mimpimu,
aku menghayati segenap isi hatiku, ya saat ini, saat kau terlelap.
Kau tahu, telah kau sematkan sesuatu yang mungkin awalnya tak kau kira akan kusambut dengan begitu khidmat.
Siapa yang... memulai terlebih dahulu, tak jadi soal...
Justru sekarang, saat ini.. telah kutemukan 'sesuatu' itu mulai tumbuh subur,
dan seperti ku bilang, aku membiarkannya tumbuh subur.
Sementara...
Hati kecilku mengisyaratkan tanda..kau sudah bosan, dan terlalu cepat bosan, kubaca dari sedikit isyarat bahasamu,
Kau akan pergi, dan tak perdulikan apapun yang telah lalu.
Sungguhpun ada seleret perih yang menghantui prasangkaku
aku hanya memilh sebaris senyum, yang telah kusiapkan mulai detik ini, saat ini..
Kelak esok atau lusa kau beranjak pergi, jangan hiraukan aku, pergilah...
kau tahu. aku tersenyum di balik punggungmu.
Pedih ini satu sisi dari seribu wajah cinta, yang mulai tumbuh subur di rasaku..
Maka apa dayaku...karena itu saja yang aku punya
Yang kutahu, cinta memang tak bisa dipaksa,
Jangan khawatirkan perihku,
Bila keyakinanmu akan kau bawa dalam langkahmu
Biar saja begitu adanya,
Jangan permasalahkan perihku
Kau salah bila memaksa aku tuk berpaling, padahal itu maumu
seperti ku tahu, cinta tak bisa dipaksakan...
biarkan saja semua apa adanya
Aku sudah lebih siap...
Aku yakin, aku bisa..

Dear: beloved friend..
when you say, i'm in love..
i say.. that's good
what's the matter?
what's wrong?
...everything will be just OK...

Kidung Cinta [50K]

Cinta

Kidung ini tak mampu kulantunkan
mengingat masa tak lagi kutemukan
syahdan cintaku tak lagi bergeming
...waktu telah menelantarkannya menjadi semu

membatu dalam pelukan bumi
merapuh lapuk termakan wujud
bukan.. bukannya aku tak menimbangnya
kutahu cinta memang tak lagi mengisi jiwa

*****
temaram lampu jalan membias lugu
kala malam memeluk rindu semakin membeku
adakah ini waktuku?

kilas masa berganti sampai ku tak kuasa
...meluruhkan wajah yang bersimbah dosa
kutahu ini waktuku
kembali bersemayam dalam lara

mereka pergi..
aku sendiri
lampu jalanan kian redup dan mati
aku disini dan akan tetap begini

mati..
merana
lara
nista
binasa

*********

Jumat, 28 Januari 2011

Surat Cinta [50k]

Dear kekasihku.

Apakah kau masih suka dengan ketelanjanganku ?
atau dengan jemariku yang lentik memetik buah pukah warna hitam.

Aku masih suka menyendiri dan menyepi, sering saja benaku teringat akan indahnya dirimu yang mengalir didalam sungai.
Betapa sejuk dan segarnya, bila kuturut melarutkan diriku bersamamu.
Disaat kutermenung dibawah pohon yang rindang, aku suka menatap langit yang biru, aku tahu kaupun ada disana, dan ceriamu kurasakan disini bersama semilirnya angin menyentuh dedaunan.

Seringkali aku bertanya pada hati kecilku. Apakah kau berada dinegri unta, atau kau sedang merayu Leonardo Davinci dieropah, atau mungkin disebuah negeri seribu satu malam bersama pangeran ?!

Hmmm, entahlah.
Sepertinya kalau kau berada disitu, mungkin Rumi akan merasa iri.
Tapi yang kumengerti kau selalu ada disampingku, asalkan pakaian dan topiku tetap bersih dan mewangi, mungkin saja begitu.

Kekasihku.
Aku tahu kau lebih mengerti dariku, saat kedua mataku nyaris tak dapat mengenalimu, lewat surat-surat yang kau titipkan kepada yang teristimewa, tapi aku telah mencoba tuk membukanya lebar-lebar, kemudian aku membacanya, lalu aku mencoba tuk memahami kata-kata cintamu, sungguh cacing-cacing dalam perut dan kepalaku kau buat menggelepar tak berdaya.

Dan pernah aku membaca sebuah syair dari Tanah merah, bahwa aku bisa bersetubuh denganmu dalam kekosongan. Tapi aku harus benar-benar telanjang dan mengenali siapakah aku.

Baiklah sayang, akukan melakukan itu semampuku, tanpa ku harus beronani. Dan kau sayang, tentu saja setia menantiku dengan senyuman penuh cinta.

Itu saja isi rayuan kataku.
Karena kau lebih tahu dari maksudku.

Dariku yang mendekatimu.

Orang pinggiran.

*******

Ketika kusibuk dengan duniaku

sepiku senantiasa merindu-Mu

dalam belai kasih

dan untaian segala cinta-Mu

tiada yang lebih melambungkan segala rasaku

selain senantiasa bercumbu bersama-Mu


Tuhan

janganlah Kau biarkan aku tersudut oleh keramaian yang fana

peluklah aku dikala kusedang menari bersama hariku

agar kelak disaat kupejamkan mata

tidak dalam keadaan buta dan tuli telinga

amin...



Kamis, 27 Januari 2011

Psikopat

Diam, terkadang teriak
melamun lalu mengumpat
tatapan terbang kebulan
kepalanya banyak yang menari

Berkelakar kepada sunyi
hanya gelisah yang mengutarakan sapa kepada waktu
nirwana tidak bergeming dengan iming-iming sedihnya
awan hitam senang bergelayut manja dibenaknya

Psikopat !!!

Mendekap erat membalut dadamu
bisikan kecewa lemparkan dendam kepada muram

Marah
caci maki
dan benci
adalah sebuah selera yang meneteskan liur dimulutmu

Puass !!!

Malam protes kepada pagi
pagi melemparkan gelisah pada mentari
berganti wajah dan tinggalkan amarah kepada berjuta wajah

Puisi Saja [50k]

Padang gersang tak ada ilalang

membentang dan menantang

ajaku terbang menyusuri petang

melepas kisah dengan telanjang

sembilu mengiris kholbu

malam-malam penuh bisu

jalan setapak mengajak ragu

kerdipkan mata dan merayu rindu

Terlanjurku cinta kepada kekasih

arungi pantai penuh buih

menawar cerita lemparkan lirih

kekasihku datang, lemparkan derita yang menyajikan hidangan pedih

Pulang

petang

datang

telanjang

lalu menghilang

Ini cuma sekedar puisi saja

tiada kata kalo tak ada aksara

tida dusta bila tak ada yang merasa-rasa

tiada neraka bila surga tiada

ada dan tiada adalah fana

itu saja

bjb 28januari 2011

by boil

Dunia Segi Empat Gak Sama Nasi

Dunia segi empat

sama sisi tak sama gigi

papat gulipat bermacam kata berpendapat bersama bisu beda rapat

tak ada suara namun gaduh

berencana tak berencana menjadi rencana berbencana

Dunia segi empat

bukan ketupat tapi kotak-kotak dan mengkotak-katak

kraktaktaktaktaktak….

Diudara mengadu mata

didarat menatap muka

kucel, asem, ganteng, kurus, gemuk, bla bla bla syalalalala…

Dunia segi empat

tak ada raga tapi berkata-kata

caci maki, bernyanyi, hahaha hihihihi

kelinci-kelinci mencari makan ditusuk duri

Verifikasi, diskusi, emosi, erosi, erupsi, gak jadi nasi

kopi-kopi kena digigi pecah dilidah

ambil enaknya aja lalu syalalala tanpa ha hi ha hi ohhh ya..ya..

minta mangap, happp lalu ditangkap

serrrrrrrrrrrrr…….

Dunia segi empat

sama sisi gak sama nasi

larut larut laruttt

hanyut hanyut hanyuttt…

latah

marah

latah

susah

curhat

mencuat

basah

ya sudahlah…

Rabu, 26 Januari 2011

Antalogi tak berjudul [50k]

jalan ini pernah kita lalui..
membentang seluas tahun yang berganti
langkah kecil itu terpaku,
sempurnakan kata yang terbalut rindu

...jalan ini masih terlalu baku
lugu dalam hening asa bisu
jemari kita tertaut ragu
menjadi titian yang samarkan rindu

[arra nov]

******
terkadang aku sering lupa
apa yang telah kusampaikan lewat aksara
padahal aku adalah bagian dari kata
yang tergoreskan diatas bebatuan jalan berliku

aku tak mengerti siapa diriku
yang kutahu duniaku begitu kecil dan terasa singkat
hidupku adalah sebuah yang mengalir
dari pegunungan menuju lautan

aku tak mau terpaku oleh indahnya rembulan merayu bintang
atau pada manis paras bidadari
aku hanya merindukan kekasihku
sebab Muhammad adalah kekasihNya

[bvb]

*******

seonggak daging ini awalnya tak bernama
sebentuk gumpalan darah yang berdenyut
kala udara menerpa hati
lalu putih menorehkan sisi yang tak terduga
dan hitam menjadi bayangannya

[arra nov]

*******

bintang yang berkilau tak nampak indah tanpa malam yang hitam
dan pelangi takan terbiaskan tanpa gelapnya mendung dahulu
sebab raga tak pasti berarti
tanpa cumbu dimalam yang sunyi

dan aku...
sesungguhnya tiada
karena aku bukanlah aku
ragaku bukanlah untuk diriku
tapi untukmu dia dan mereka
karena aku adalah kamu dia dan mereka

[bvb]





Prosa tuk Angelina {50k}

Aku mengenalnya lewat tawa renyahnya, candanya yang menghiburku dikala kutersudutkan sebuah realita yang begitu membungkam mulutku. Dia menjabat erat tanganku, mengajaku dalam suatu jalinan kekeluargaan yang penuh harmoni.

”Angelina, biarlah aku memanggilmu begitu.

Sebab bagiku kau layak mendapatkan nama itu, terbukti dari tutur katamu yang begitu santun kepada kami yang ditabukan oleh kaum berpakaian bersih dan rapi.

Aku mengenalmu disaat masa-masaku membenci sebuah tangisan rekayasa yang teramat memuakanku, membuatku terpaksa hijrah kesebuah dunia kecil yang penuh warna yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagaikan bertemu seorang sahabat lama yang sudah menghilang ditelan bumi jutaan tahun yang lalu.

”Angelina aku ingin bertemu dan menghiburku.

Ucapku disaat kulihat kau sedang berada ditengah tawa yang membahana disudut dunia kecilku, kaupun mengajaku larut dalam sebuah cengkrama penuh persahabatan.

Dan disuatu hari yang penuh ceria, kau ajak aku tuk bertatap muka lewat hembusan udara. Kepada langit akupun memohon tuk menemuimu. Tak berapa lama kitapun bertemu, kau peluk aku dengan kasihmu, dan kau buai aku dalam pangkuanmu.

”Duduk sini nak, dan dengarlah ceritaku.

Kedua telingakupun larut bersama ucapanmu, menyimak kisahmu dan kuresapkan pada sukmaku. Rambutku yang panjang terasa gatal, ketika segala ceritamu membikin sempit dadaku.

Perlahan kuminum secangkir kopi yang telah kau siapkan, dan kusulut rokoku. Kulit kepalaku yang tak gatal masih saja kugaruk-garuk bersama senyum yang terpaksa kukulum.

”Sudahlah simak saja ceritaku, setelah itu biarlah kita kembali tertawa seperti kemarin.

Wajah yang manis dan sedikit berkerut itu kutatap dengan penuh tanya, seakan-akan aku telah menemukan seorang ibu yang sebenarnya. Matanyapun terlihat sedikit berkaca-kaca seiring nada dari mulutnya.

”Angelina…

Dengan spontan bibirku mengutarakanya.

”Kenapa begitu pandainya dirimu membalut deritamu dengan canda tawamu, padahal setidaknya kau pernah mengutarakanya kepada salah satu dariku.

Diapun hanya tersenyum, dan terkadang sedikit mentertawakanku.

”Sudahlah, air mata itu hanya sebuah tangisan yang memanjakan rasa, dan tawa adalah vitamin jiwa.

Dan tak berapa lama kamipun larut dalam tawa yang sebenarnya memaksa.

******

Rembulan nampak cemerlang dikala malam yang hitam

begitu juga dengan cinta

tak terasa indah tanpa luka yang menganga

biarlah air mata digantikan sang hujan

agar bunga yang layu senantiasa berkembang

Selalu begitu dan begitu kauajarkan aku, walau kini kau terbaring lemah dengan tubuh yang menggigil. Kau masih tawarkan senyumu kepada jiwa-jiwa yang ingin bertemu, kau tutupi sakitmu dengan pakaian ketegaran. Sungguh tak sanggup akalku tuk menangkap semua tentangmu.

Pernah aku mencoba membagi deritamu kepada saudara-saudaraku, namun kau marah kepadaku. Kau bilang itu tidaklah membahagiakanku.

”Sudahlah Angelina.

Aku hanya sanggup meminta kepada langit, agar malaikatnya senantiasa berada disampingmu. Menjagamu dari binatang buas, dan menemanimu disaat kau merasa kesepian. Dan aku, takan pernah menangis walau derita memeluku dengan begitu erat.

Celoteh Cumbu Rayu [50k]

Sang surya sudah tertawa
senyumku masih malu-malu menyapamu
padahal aku sangat membutuhkanmu sayangku
tuk isi perutku dan mengalirnya darahku
Tadi malam rambutku mengikal mendekati kribo
matakupun satunya hampir buta
nyaris saja aku melupakanmu duhay cintaku
padahal kau lebih dekat diatas tulang rusukku

Dunia penuh angka dimana-mana
tapi aku lebih suka merayumu diantaranya
karena kau lebih indah dari purnama
dan kutahu kau menyayangiku

Aku tahu bahwa dirimu tak suka rambutku mengikal
apalagi mataku buta sebelahnya
kamu lebih suka rambutku lurus panjang
karena menurutmu itu lebih tampan

Baiklah sayangku
aku akan merayumu lewat kata
mencintaimu lewat raga perbuatanku
karena kau butuh cara yang sederhana
tak nampak dan terlalu menampakan kau tidak menyukainya

Senja dan Bidadari [ 50k]

Senja kelabu langit muram dalam sekam,bidadari-bidadari memutik bunga dikebun anggur bersama kumbang jantan.Sang suryapun mengintip malu-malu wajah mereka sebelum rembulan datang menggoda.

Bayang-bayang masa lalu purnama telah tenggelam didasar lautan.Bidadari kini telah menari bersama kumbang jantan penuh tawa.

Ingin rasanya kudiantara mereka, atau aku menjadi bagian dari mereka yang berbunga-bunga. Menari-nari sambil bernyanyi, menggapai cinta dan melarutkan segala sekat-sekat derita yang menikam dada.

Kau adalah Cinta [50k]

Aku kuat bersama cahaya
aku terang karena gelap
putihku nampak cemerlang dengan abu-abu dan hitam
begitu juga air terasa segar diteriknya mentari

Dulu ingin kurobek saja semua kenanganku
dan kubakar, lalu abunya kularutkan kedalam sungai

Tangga yang kulalui lapuk saat itu
namun beruntunglah badanku ringan rasanya
sehingga aku dapat perlahan menyusurinya
bersama bayang kekasihku tersayang

Dia mungkin menungguku disebuah beranda
dengan pakaian serba putih dan rambut yang tergerai

Tunggulah aku sayangku
cahaya purnama belum tertutup awan
aku akan segera menemuimu disepertiganya
lalu kita berpesta tanpa air mata

*****
Aku teringat sewaktu kamu menjanjikanku sebuah tempat
dimana banyak sungai yang mengalir
diatas ranjang-ranjang yang empuk kusandarkan tubuhku
lalu para bidadari cantik melayaniku bertelanjang dada

Oh tidak tidak
aku hanya mencintaimu
tanpa mengharap semua janjimu
sebab cinta itu mengerti
dan kutahu bahwa kau adalah cinta itu sendiri

Banyak yang mengatakan bahwa sayangku berada dimekah
ada pula yang mengatakan dipalestina
tapi yang aku tak mendengarkan mereka duhay sayangku
aku hanya tahu bahwa kau ada dihatiku peling dalam

Tunggulah aku
kita akan segera bercinta
melepas semua pakaian
dan kitapun bercinta
karena kau adalah cinta

Selasa, 25 Januari 2011

Pusi-puisi Sederhana [50k]

Kantongku bolong tembus melompong
gigiku ompong gak bisa ngunyah dong
Kopi masih rada manis
walaupun iblis masih tersenyum manis menanti tangis tuk bengis

Jalanan masih panas setelah diaspal
nunggu kering biar roda sepedaku tak luluh dan terpenggal
atau sebentar lagi hujan dan segera mendinginkan
lalu aku pergi bersama sepedaku tuk jahit kantongku

*****

Antalogi Seadanya [50k]

Malam ini rambutku keriting

yang aku tahu tadi pagi masih lurus

apakah ini pertanda ada gumpalan awan gelap

semoga saja tidak menimbulkan petir

...

aku suka minum kopi dekat jendela

tapi akhir akhir ini kopiku pahit

apakah aku harus duduk didepan cermin dan kututup jendelaku

lalu mengambil sedikit gula tuk mengubah rasanya.

Entahlah...

[bvb]

*****

Hidup itu sebuah labirin yang sarat dengan teka-teki, misteri, dimana anugrah dan cinta NYA melimpah ruah tak berkesudahan.

Seperti seorang pejalan..menempuh lika-liku, setiap kelokan, tanjakan, turunan adalah cerita tersendiri, ...Lalu begitu saja ku mengalir bersamanya, dalam buainya, arusnya, gelombangnya.

Kerap kuterdampar di tepian, dimana setiap tepian adalah pantai dari daratan sebuah negeri..yang harus kulewati demi mencari dan terus mencari sampai kudapatkan.

Bagai tersihir oleh sensasi yang gegap gempita, setiap kali berhasil kumaknai satu dan lainnya, kemudian aku menjadikanku sebagai pecandu, pecandu makna dan esensi dari setiap nafas yang berhasil kusentuh.

Kadang terasik masyuk dengan petualangan yang tersaji, sementara waktu yang tersedia mengharuskanku beranjak pergi meniti lain negeri, maka yang kurasa adalah hempasan badai yang meluluh lantakkan sendi.

Aku, menyambut suka cita ini, dan tumbuh menjadi apa yang seharusnya ku mau dalam setiap episode hidup yang kualami.

[arrayanov Novie]

*******

Cinta..

kau hujam panah tepat di jantungku

kau tebar berjuta jarum halus di pembuluh nadiku

aku kehilangan raga

setiap nafasku makin menyesakkan

setiap gerak-ku makin membias

setiap aroma menjalari darahku dengan bisa

Kini ku luluh

setiap hembus nafas bagai selembar nyawaku tercerabut

lumpuh..tak kuasa menahan gelombangmu

menenggelamkanku dalam gelora

yang membiusku, mematahkanku, membelengguku...

aku luruh

aku lumpuh

Bawa aku

selimutiku dengan tubuhmu

genggam aku dalam dekapmu

tak kuasa ku beranjak

bawa aku...

Bila raga harus kutinggalkan

biar nyawaku bersanding dalam jiwamu

biar kuhirup nafasmu

sebagai pengganti hidupku

Cinta,

ku tak pernah mencarimu

kau datang menikamku

kala inginku

melayang, mengembara..

entah dimana

[arrayanov Novie]

*****

Teka teki bulan yang menghias malam

mencumbui isi kepalaku

menceritakan jalan setapak yang penuh paku berhamburan

kutahu salah satu mataku agak rabun tuk memandang bulan

Sedangkan bintang saling berbisik satu sama lainya

bahwa cinta lebih dekat dari daun telinga

tapi kenapa anjing gereja masih menyalaku dalam pencarian

apakah aku harus mengajak mereka berdiskusi atau aku harus tetap jalan tanpa lirik kiri kananku

Sudah waktunya gelisahku larut bersama sungai yang basah mengalir

dan segera kupunguti semangat yang disapa bulan

semoga ribuan pertanyaanku tentang sebuah cinta dapat meluruskan rambutku yang sudah ikal

agar lelahku berubah menjadi segar kembali

[bvb]

******

Cakrawala dan Aku [50k]

Hujan membasahi kepalaku yang kotor,menyapu butiran-butiran keringat disekejur tubuhku yang berbau amis.Melarutkan resahku tentang kesendirian,bersama angin yang membelai dingin kurasakan kesejukan.

Petir bersembunyi diantara awan hitam,cahayanya mengejutkan lamunanku.Gemuruh halilintar memang sahabat sang hujan,namun birunya langit hanya milik sang mentari.Bergemuruh menyerupai isi dadaku yang bergetar hebat bila kau sebut namanya.

Bagaimana bisa matahari mendekati bulan disiang hari,sedangkan malam adalah kekasihnya yang bergelayut mesra.Mungkin hanya mega yang bisa berubah warna yang selalu suka berkunjung kepada mereka berdua kapan saja.

Aku senang kepada mereka berdua,walau terkadang akalku memaksaku tuk gelisah ketika birunya langit berubah tiba-tiba saja.Aku ingin menatap bintang dikala malam,dan akupun menginginkan mentari tuk hiasi hariku.

Cakrawala membuatku selalu bertanya tentang diriku yang menyerupai mereka.Yang senantiasa mudah berubah kapan saja,menyisakan beribu misteri dan tanda tanya saja.Sepertinya aku harus merayu malam, agar dia mau bercerita banyak tentang diriku dikala siang hari,dan mengenalkanku kepada sang kekasih sejati.

Menatap
merasa
bicara
marah serta teriak
Apakah tidak ada bedanya dengan suasana langit yang berhias berbagai macam yang bergelayut bersamanya.Haruskah aku menghilangkan awan hitam,agar petir tak selalu memakan korban dikala harus menyambar.

Entahlah,dan aku hanya bisa berbicara kepada kebisuan yang masih saja bimbang.Dan mungkin suatu saat nanti sang kekasih membisikan sesuatu yang begitu mesra tentang ini semua.

Lelah [50k]


Kedua mataku telah menjadi buta

tak mampu lagiku menatap sang purnama yang menyapa manja

bungakupun telah layu dikebunya

saat mega mengajak surya menelanjangi hariku

Aku menunggunya dipadang yang hijau,namun dia telah berada didalam sangkar bersama sang pangeran dari negeri seberang. Sekilas aku masih mengingat senyumnya yang khas menyerupai anggur merah,membuatku kepayang dalam pelukan malam.

”ohh tidak tidak.. ”

Satu persatu rambutku mulai rontok dibuatnya,kulit kepalakupun mulai kering karena pijakanya terlalu keras dikepalaku saat dia menari.Ingin rasanya segera kutangkap dirimu lalu kubunuh dan kubuang kejurang biar dimakan binatang liar.

”aku sudah teramat lelah,ingin sekali kusandarkan tubuhku diatas pembaringan dengan segera,lalu terlelap hingga sebuah cahaya datang menyapaku dan mengajaku pergi kesebuah dermaga.

Namun masih banyak segudang pekerjaan rumah yang belum terselesaikan olehku.Membersihkan kamar mandi,mencuci piring,membersihkan langit-langit dari sarang laba-laba dan membuka jendela-jendela yang kusam kacanya.

”hrrrggggggggg…

”Aku ingin segera pergi,menemuimu lalu kita segera pergi dari kebisuan ini.

Tak kembali lagi bersama mimpi-mimpi yang tak terpunguti,melewati padang hijau yang segera menjadi gersang.Dan kitapun menutup mata dan membunuh semua realita.

******

Senin, 24 Januari 2011

Ilalang Kering [50k]

Angin berhembus dipadang ilalang
merebahkan tubuhnya yang kering kerontang
setitik api terbuang ditengahnya
sekejab melumat lalu berkobar seketika

Begitu cepat api menyapamu
lalu meninggalkan sebuah kenangan hitam
semoga hujan segera menyapa
menumbuhkan tunas baru menjadi padang nan hijau

Perempuan Paruh Baya [50k]


Aku tak tahuharus berbuat apa untukmu

ketika kutahu kakimu berdarah

dan beberapa sembilu dihiriskan kehatimu

lalu merekapun pergi dengan tertawa setelah puas memasung ceriamu ditembok resah

Hay perempuan paruh baya

sepimu memungut sedihku tuk berontak

tapi lihatlah

dan kenapa langit terus begini

air mataku sudah mengering

dan mungkin hanya cairan berwarna merah yang harus kuteteskan

Aku hanya sanggup membaca kata-katamu dilayar segi empat

kau terkapar diatas bara

sekali lagi aku hanya bertanya kepada langit

sampai kapan mendung menyelimutinya

Aku lelah dengan kecemasanku

tawaku tak mengenakan lagi ketika kupandang sekelilingku

aku teringat bahwa kita harus tetap tertawa ketika belati menikam dada

tapi untuk saat ini kujahit mulutku

sebab aku tak patut melakukan itu

Perempuan paruh baya

kakikupun berdarah saat ini

dan aku hanya bisa membicarakanya kepada langit

agar kelak kita bisa tertawa lagi

karena cuma itu kekayaan kita

Maafkan aku tak disampingmu

[sumber ilustrasi; dramaindonesia.wordpress.com]

Tentangmu [50k]

Mengenal lautmu, sama sajaku mengenal keluasanmu yang tanpa batas.Dalam dan terhampar luas,berjuta misteri dan segala kekayaan dan keutamaan begitu mendebarkan isi dada.Mengalir dan dialiri dari berjuta mata air yang mengalir dari ketinggian.Gulungan-gulungan ombakmu terkadang memberikanku sebuah jawaban tentang diri,begitu juga dengan terpaan ombak yang menghantam karang itu, membuat diriku semakin merasakan sebuah kekuatan tentang pelayaranku disamudra tanpa batas.

Memandang langit yang mempunyai sisi yang berbeda, antara siang dan malam yang sama-sama memiliki keindahan. Lewat birunya langit disiang hari, aku dapat memandang gumpalan awan putih disapa sang surya, bersama burung-burung yang berterbangan dicakrawala.Pelangi disore hari datangnya setelah hujan deras, dan itupun bagian yang kecil dari keistimewaan siang yang dihidangkan oleh sang langit. Gugusan bintang dimalam hari mengajarkanku tentang indahnya gelap yang berhias cahaya, rembulan yang tersipu malu nampak sayu membuatku semakin rindu denganmu. Dan langit malam mengajaku tuk mencoba menemuimu disudut yang paling sepi, lalu kita berdiskusi tentang sebuah cinta yang mengasihi.

Aku teringat dengan pujanggamu yang bernama rumi, dia banyak berbicara tentang kekasihnya yang membuatnya menuju fana. Aku yakin kekasih rumi juga kekasihku, begitu juga dengan Hallaj yang takdirnya sampai ketiang gantungan gara-gara bersetubuh denganmu.

Suasana hari dari laut kedarat sama mesranya, burung dan ikanpun saling memadu kasih lewat cintamu. Dan aku hanya bisa menyaksikan mereka lewat kedua matamu pada diriku. Terkadang aku menatap wajah cantikmu dikala senja dibibir pantai, tapi aku tak dapat mengabadikan parasmu, sebab kecantikanmu telah terpatri dimanapun mataku memandang.

Kau adalah sebuah keindahan, namun kau bisa berubah menjadi sesuatu yang menakutkan tikus-tikus liar dan anjing-anjing jalang. Para manusia yang takberkemaluan mengabaikanmu didalam berangkasnya yang berbau sperma. Tapi kau masih saja menggenggam cintanya walau terkadang kau tunjukan kekasaranmu kepada laut, tanah dan gunung.

Kepada laut aku merenung, kepada langit kuceritakan segala keindahanmu.Aku ingin cintamu,melepas kasih bersama segala kisah perjalanan nafas ditubuhku.
Tentangmu takan pernah tergantikan, dan Kau selalu dihatiku yang nomer satu.

Sayang [50k]

Aku lebih senang menatap bulan dimalam hari
daripadaku menatap sebuah pertunjukan disebuah stadiun
sebab sang rembulan ingatkanku kepadamu sayang
daripada sebuah konser musik yang menyesakan nafasku

Banyak orang yang berbondong-bondong ingin kaya
lalu naik haji biar kaya lagi
tapi aku lebih suka menjahit sajadahku
biar aku bisa menemuimu dimalam sepi itu
lalu kita bercinta

Aku lebih suka berjalan kaki saja dalam mengejar cintamu
sebab uangku tak cukup tuk membeli sebuah mobil
yang terpenting langkahku menujumu
karena kutahu kau pasti menyukai cumbu rayuku merajut rindu

Aku suka telanjang ketika menjumpaimu
sebab kita sedang bercinta
tanpa sehelai benang itu pasti
biar kita bisa leluasa dalam pergulatan fana

Waktuku hanya sedikit darimu
sebab aku harus bercocok tanam untuk saudaraku
dan aku tahu kamu sangat menyukai itu
sebab buat apa aku kaya
kalau ladangku kering kerontang tuk sekitarku

Aku cuma bisa menceritakanmu lewat puisi basi
berbau pornografi
sebab kita butuh telanjang dalam percintaan
dan aku tahu kaupun menyukainya kekasihku

Mereka lebih suka kesantunan aksara
namun aku tak tahu dibalik bajunya
apakah kepalanya suka beronani
dan menutupinya dengan peci biar dianggap suci

Tapi sudahlah
aku tak boleh mengerutu tentang mereka
sebab aku sama saja kalau begitu
biar saja kita disini bercinta tanpa siapa-siapa
disebuah bilik bersama para jangkrik dan cahaya rembulan yang melirik genit

Itu saja sepertinya
sebab bla bla bla
bisa membuat kita bersyalalala

Mulutnya Bau Kelamin [50k]

Aku melihatnya dimana-mana
bicara keadilan depan penggusuran
bicara kelaparan mulutnya bersendawa

"hheeggg... "

Ingin sekali kudekati mereka
lalu memotong kelaminya
daripada cuma dalam celana

Hampir tiap hari mereka onani
semprot sana semprot sini
menghabiskan waktu dan buang-buang energi jelata saja

Sungguh menjijikan dari sperma
mulut mereka tak pantas minum kopi
sebab mulutnya berbau kelamin
sungguh ngeri dari selangkangan

********
Tanpa punya rasa malu
politisi mengobral janji
menikam jelata lewat senyumnya
lalu pergi setelah onani
sungguh tak berkemaluan lagi

*********

Aku, Kopi dan Wanita Telanjang [50k]

Aku ingin berbicara kepadamu

berikan aku waktu lima belas menit saja

sebab telah lama aku protes kepada kopi pahit darimu

maka biarkanlah aku telanjang menemuimu

*****

Diluar banyak wanita telanjang diatas chatwalk

dua buah bukit kembarnya begitu indah tuk dipandang

seharusnya diantara dua bukit tersebut terpancar sebuah mata air

yang menyejukan dan menyirami tanaman disekitarnya

******

Aku datang menemuimu

pakaianku teramat kotor dan belum sempat kucuci

sebabku teramat asik memaki kopi yang kau beri

protes dan mengangkangi cangkirnya

Tapi tetap saja kau tersenyum kepadaku

seolah kau mentertawakanku

Apakah pakaianku lucu

atau mataku yang suka jelalatan memasukan benda didalam dada

sehingga kau dengan mudah tertawa

hmmm…

Burung pipit tak mampu menyentuh mega

tapi rumput tak pernah risau oleh angin ribut

dan aku menyukai matematika ketimbang aksara

karena penuh angka-angka yang mengenakan dada

Hmmm…

Sebaiknya kumenjumpaimu dipadang yang sunyi

biar kita bisa bercinta tanpa siapa-siapa

mengendap-endap tanpa cari muka

merayu dengan aksara lalu meninggalkan angka-angka

Kopimu pahit

tapi senyumu manis

dan aku mencoba tuk puas

setelah menanggalkan seluruh pakaianku

itu saja

Minggu, 23 Januari 2011

Negeri Matematika [50k]

Negeriku penuh dengan angka,ini itu kesana dan kemari hanya ada susunan-susunan angka membentuk garis lurus , maju mundur kekiri dan kekiri.Serba matematika dan akutansi menyetubuhi diri.

Mengajak aku, kamu, dan semuanya turut beronani sampe mati,membuang-buang energi saja kalau begitu.Langit sampai geleng-geleng melihat kita semuanya.

''Sangat menyebalkan !!!

Mungkin gagak-gagak hitampun ragu tuk mencabik-cabik mangsanya yang terkapar,karena disekitarnya terdapat ranting-ranting angka yang berserakan.

Aksara-aksara telah berbelok,sebagian talah terkontaminasi akutansi.
Cari posisi cari sensasi atau sekedar haha hihi,tiada lagi yang lumrah tuk dimaknai.Wanita-wanita bugilpun berlenggak-lenggok dichatwalk demi kemuakan mereka soal angka.Menampilkan kedua bukit yang menantang demi matematika yang mengandung perkalian.

''Seharusnya tak begitu...!

Angka-angka hanya sebatas didalam saku celana,tiada bergelantungan menyerupai buah dada yang begitu menggiurkan kaum hidung belang.Membuat diri mengangkangi batas diri,memperkosa kesadaran dan menanggalkan akal yang seharusnya berbudi pekerti.

''Sungguh memuaka negeri ini... !

Keluguan wajah penguasa sebenarnya adalah pemangsa,menyerupai gagak hitam dan mengalahkan srigala.

Angka
dan angka
ada diotak mereka
aniaya dalam tarian iblis yang bermetamorfosis dalam kejujuran yang palsu.

Kering kerontang padang nan gersang,teriak histeri dan sebagian memaki diri sendiri.Bercengkrama dengan derita dan terlelap dalam rayu angkara murka.Anjung-anjing menitikan liurnya dikaki sang tuan,berharap menggelindingkan butiran-butiran yang dapat dijumlahkan dalam perkalian.Tak pernah mau mencoba itu pengurangan,apalagi sebuah nilai pembagian yang berkain putih bersih.

Aku hanya bisa terperangkap didalam kesepian,menyaksikan budak matematika dan ilustrasi akutansi.Mungkin aku terjebak dan bahkan menghirup aromanya yang mengandung racun,mengunjungi otaku dan mengajaku bercengkrama dalam sebuah permainan mereka penuh suka.

Semoga saja hujan dapat menahanku dalam ruang sempitku,menahan bisikan yang mengajaku beronani.Atau berjuta bisikan yang memaksaku tuk memperkosa harga diriku yang semestinya.

Tidak
dan tidak
semoga saja tidak !!!

Bidadari dan Aku [50k]

Bola matanya bulat kelereng,berwarna hitam kebiruan,namun terlihat bening dengan paduan wajah imut putih bersih.

Harum semerbak aroma tubuhnya,lucu dan teramat menggemaskan bila dia tersenyum.Apalagi sedang tertawa,hmmm ingin sekali aku menciumi pipinya.

Kehadiranya menentramkan jiwa,mengusur gelisah dan melemparkan resah jauh sekali.

"Yeah..."

Itu benar sekali.
Karena dia bidadari...

"Dan aku..."

Adalah sosok yang berbahagia dengan kehadiranya.
Belahan jiwa, bahkan seluruh ragaku kukorbankan tuk masa depanya.

Karena dia bidadariku,
malaikat kecilku.

¤¤¤¤¤
bvb

Memandangmu [50k]

Memandangmu bukanlah sesuatu yang menjemukan bagiku,pinggulmu matamu sungguh menyegarkan pandanganku.Dan kedua buah bukit kembar yang menawan terpancar sebuah mata air yang mengayomi jiwa-jiwa yang haus oleh kesegaran.

Semangkuk sari anggur teramat memabukan dibandingkan secangkir madu.
Namun segelas kopi dapat menghilangkan kantuk dalam menyambut pagi,menawarkan sebuah semangat tuk berintuisi.

Semangat
semangat
berkolaborasi bersama harap
lalu melempar apatis
dan menutupi bau petis

Air mengalir menuju ketempat yang lebih rendah
burung pipit tak dapat terbang menuju awan
namun badai tak sudi membelai saya kecilnya
dia bahagia menjadi kecil seperti sang rumput tempatnya bermain

Wanita telanjang menampakan kedua bukit yang menantang
genit matanya menggoda iblis silelaki
yang semula kecil menjadi membesar
lalu mengecil setelah itu mengkerut dan sembunyi

Iblis terbahak-bahak lari dan teriak menang
dua buah bukit kembar seharusnya terpancar sebuah mata air diantaranya
tidak membangkitkan sikecil tuk menjadi besar dengan seketika
lalu mengecil lagi dengan teramat singkatnya

Satu sendok makan kopi terasa nikmat bila cangkirnya kecil,dinikmati dari lidah yang berselera sederhana.
Itu saja.

Sabtu, 22 Januari 2011

Sepi [50k]

Sepi

angin merebahkan asa

menidurkan derita

menantikan cahaya

Tanpamu

dan tanpamu

tapi denganNya

kuceritakan semua

Sepi

menidurkan jemu

melupakan gelisah

membangunkan suka

itu saja

lalu biarkan kuseduh kopiku

bersama malam

agar pahit sirna

*******

Cahaya [50k]

Merebahkan diri diatas tanah

terbangun dikala cahaya membelai diri

Membuka kedua mata

lalu bangkit dan melangkah bersama dengan cahaya



Bibir tersenyum

mata tak terasa berat

karena beban dipundak telah ditanggalkan saat berbaring

kini tubuh telah terbangun dan mencoba membuka pintu dan jendela

Jumat, 21 Januari 2011

Prosa yang Lirih [50k]

Wiliam sakespere pernah bercerita,bahwa bercintalah dengan penuh suka tanpa harus mengharapkan bujuk rayu ego diri.Tapi isi dadaku berbeda denganya,egoku tak bisa telanjang ketika bercinta.Sebab aku hanyalah insan yang tersesat dikebun anggur.

Ribuan jiwa mempunya gaya yang berbeda,tak semua harus seperti pendeta maupun rahib tua,seperti hujan yang tak harus dihias oleh awan hitam yang pekat.

Mayat-mayat menjelma bagai kupu-kupu dikebun bunga,ketika cahaya cinta merasuk menjadi jiwa.Mereka menari dan tangis mereka sudah mengering sejak kematianya kemarin lusa.Kini mereka telah menjadi kupu-kupu yang mungil dan mempunyai warna yang beraneka ragam sedap dimata.

Dan kahlil gibran mengajaku tenggelam dalam kesendirian,menemui kesejatian diri bersama Rumi.

Tidak tidak aku tak seperti itu,syahwatku masih sangat berharga tuk ditanggalkan,dan aku mensyukurinya ketika seorang bidadari menyapaku.Biarlah aku menjadi diriku.Tak harus seperti kupu-kupu maupun Rumi.Karena aku adalah insan yang ditakdirkan berketurunan.Mengajak sesama tuk memandang cinta lewat dua mata,dan menanggalkan harap disaat sebuah janji tuk terbang tinggi bersama.

******

Khidir pernah bercerita kepadaku disudut kota,”jadilah dirimu seperti keinginanNya,lakukanlah yang terbaik tuk sesama atas nama cinta sejatiNya.Bara yang terhampar diatas jalan akan terasa dengin dengan kasih yang menenangkan.

Tak harus seperti mereka para kekasihnya,sebab diriku memang berbeda.Walau diriku bukanlah untuku sepenuhnya.

salam penuh kasih dari prosa lirih

budi van boil @kompasiana

Kamis, 20 Januari 2011

Kupu-kupu Malam,Lelaki dan Sufi [50k]

Hidung belang berteriak lantang

merayu terkadang merengek penuh sendu

dibawah purnama kepada sikupu-kupu

tawarkan sedikit madu lampiaskan hasrat yang menggebu


*******


Lelaki muda didalam ruang sedikit gelap

terisak tangisnya menengadah tanganya

merayu kepada langit sedikit teriak haru

sodorkan pintanya sedikit memaksa


*****

Sang sufi memainkan serulingnya

kakinya berdarah tubuhnya penuh luka

disamping kanan dan kirinya banyak pemangsa

namun serulingnya masih terdengar merdu berirama


******

Kupu-kupu malam tersenyum genit

terkadang bermunajad kepada semesta

sekedar meminta sedikit rizki tuk makan esok hari

melambaikan tangan tuk sebuah masa depan yang bergelayut kelam

******

Hitam bergelayut putih

hujan meninggalkan pelangi disore hari

dan kosong menjadi isi bila berbentuk wadah

air menggeliat menembis celah-celah sempit

lalu larut dan menghilang

dilaut dia diketemukan

laksana air yang bening menjadi panas

bercampur dengan kopi hitam dengan gula

lalau nikmat tersentuh lidah

******

[pinggir trotoar by bvb]

Ooh Tidak [50k]

Tuhan...
Keinginanku tak terkendali
seperti aku merayu seorrang pelacur saja
kau harus wujud dan puaskan seketika

Tuhan...
sungguh akal budiku teramat berlebihan
melakukan perhitungan selalu dengan segala amaliahku
padahal itu sangatlah tabu bagimu

Aku telah lancang
egoku teramatlah kencang
selama ini aku belum telanjang
padahal nanti kuharus telanjang

Tuhan...
kerikil tajam telah berganti dengan bara
apakah aku harus melaluinya
atau aku memilih jalan pintas yang menyenangkan

Ohh tidak...
maafkanlah atas protesku
aku tahu kau sedang mengatur sebuah pesta untuku
karena kau adalah sang sutradara tanpa bla bla bla

Maafkanlah aku Tuhan...
aku masih teramat latah oleh skenariomu
otakupun terlalu kotor tuk bersantai
berserah diri dengan peran yang kujalani

Baiklah aku akan memeraninya sepenuh jiwa
karena pesta telah menantiku diujung sana
jadi bantulah aku tuk rapikan pakaianku
lalu aku akan menari dan bernyanyi tanpa bla bla bla

Meracik Kata [50k]

Secangkir teh hangat sudah tersenyum kepadaku bersama asap nikotin dan rock and roll kesayanganku,sekali lagi aku mencoba menggoreskan kata serta meramunya menjadi aksara yang sekiranya terasa gurih dan renyah.Namun intuisi dikepala belum juga bisa dijamah dan disetubuhi begitu saja,butuh sedikit negoisasi dengan mata dan hati,demi sebuah selera yang begitu menggoda.

Hari masih pagi,jalanan sudah berdebu bersama udara yang telah terkontaminasi asap-asap egositas yang membelenggu.

Ragaku masih belum menyatu dengan sukma,ketika mata baru terbuka dan jendela masih tertutup dengan rapatnya.Butuh guyuran air dikamar mandiku,dan mungkin segelas teh hangat dapat membantu menemuiku yang berselera diri.

Kesepuluh jemari tangan mencoba meregoh saku celana,akutansi dan mungkin matematika menghampiri dan mengajak berdiskusi tentang indahnya bunga-bunga ditaman.Kupu-kupu kertas segera berterbangan diatas kepalaku bersama burung-burung yang mungil kesana-kemari.

Betapa indahnya pagi,aksara bergabung dengan angka-angka dalam irama yang penuh canda.Mungkin sang surya tertawa terbahak-bahak menyaksikan keluguanku,atau mungkin bayu yang masih dingin dan tenang tersenyum geli menyaksikan keterpanaanku pada isi saku celanaku.

Teh hangat,
nikotin,
dan saku celana,
diramu menjadi sebuah aksara,
semoga saja bisa menjadi bagian akutansi maupun matematika.
hmmmm,,,semoga saja bisa mewujudkan sebuah selera tuk penikmat kata,itu sajalah.

Rabu, 19 Januari 2011

Korsleting [50k]

Kopi,

gula,

cabe,

teh,

susu,

beras,

wanita bugil.

Kabelnya telanjang,

dimakan tikus,

kopinya tumpah,

disenggol kucing,

miyauuuuuuuuuuuuuuuuuunnggggggg…

Hussshh…husshhh….

byarrr,,,,,petttttttttttttt

Wuah lampunya mati,

tikusnya nakal.

korsleting !!!

jedeirrrrrrrrrrr….!!!

Gaduh,

gemuruh suara domba,

cabe semakin pedas,

kopinya pahit!!

Pentung saja tikusnya !!

tembak kucingnya.

biar anjing tak menggongong

kapilah selalu berlalu.

sambil ngopi bisa ngakak lagi….

Berkarat [50]

Sebilah belati berkarat,tiada berkilau disapa sang surya.Ketika tanah merah kecoklatan menggendongmu penuh kasih sayang.Ingin sekali aku memungutmu dan menjadikanmu sebagai teman dalam sebuah perjalanan panjang,namun batinku mencegah kedua tanganku yang terasa gatal tuk menjamahmu.

Seandainya kau boleh aku pungut,maka aku akan mengasahmu hingga berkilauan dan tajam.Sang suryapun akan sangangat terhanyut meraba tubuh mulusmu,sebab tubuhmu kan memantulkan kilaunya jamahan surya.

Waktu terus bergulir,bayanganmu yang terkapar diatas tanah selalu menghantuiku,namun apalah daya diriku,akupun sedikit berkarat sepertimu.Biarlah aku mencoba mengasah dan membasuh karat yang sangat menggangu keindahan tubuhku,setelah itu baru kau kupungut dan kuajak bercinta diatas kereta menuju istana.

Lalat-lalat menyukai bau usuk dan seonggak bangkai,namun sang lalat begitu pandai mencernanya menjadi makanan yang mengandung gizi tuk tubuhna yang mungil,sekedar bertahan hidup dan mengiasi dunia yang penuh warna.Gagak-gagak hitam tak luput mencabik-cabik mayat yang terkapar,semoga aku dan dirimu tak menjadi mangsanya.

Diatas bumi yang teramat tua renta
diatas sebuah kereta menuju istana
kita cumbui kebusukan
dan kita kantongi bau wangi yang memikat penciuman kholbu
demi sebuah masa
air mataku sudah mengring
biarlah senyum yang sumringah menggantikanya bersama tawa yang bergema.

*******
no copy paste !!!

Burung Kecil [50k]

Aku hanyalah salah satu dari burung kecil yang menghiasi angkasa.
Sayapku tak begitu kokoh tuk terbang tinggi.
Sedangkan diatas angin begitu deras.
Aku masih takut jatuh.

Biarlah peponan yang tinggi tempatku bercengkrama.
Bersama daun yang hijau maupun ulat-ulat yang lucu.
Dan aku merasa puas bila hujan datang.
Karena kupu-kupu ikut berteduh dibawah dedaunan bersamaku.

Terkadang aku juga sering mencoba tuk membelai awan.
Namun tubuhku terlalu lemah.
Mungkin sayapku teramat kecil tuk menembus angin.
Dan aku hanya sanggup menggapai pohon yang paling tinggi.

Tapi biarlah...
Karena aku adalah burung kecil.
Menari-nari diatas gedung tua dan menggoda kucing-kucing liar.
Semak belukar terkadang kesepian.
Namun dia tak sendiri.
Karena sekawanan ular ada disana.
Dan aku tak berani mengunjunginya.
Hanya memandangnya dari atas pohon,dan mencoba menghiburnya lewat kicau merduku.

Aku adalah burung kecil.
Aku suka bernyanyi.
Walau terkadang aku tak suka sendiri.
Tapi setidaknya aku bukan pemangsa seperti elang.
Karena aku hanyalah siburung kecil yang mungil.

Selasa, 18 Januari 2011

Rokok,Kopi Dan Matematika [50k]

”Pagi selimut…”

”Pagi kopi…”

”Pagi rokok…”

Aku mau mandi lalu berkata-kata…

Kubuka jendela.

Pelajaran matematika menyapaku tentang perkalian dan penambahan.

Pengemis tua yang cacat kakinya menyapaku.

Mengajaku belajar pengurangan.

Pengamen kecil diperempatan membisikanku tentang pembagian tanpa persentase.

Kemaren pembaca kitab menceritakan kepada kami tentang bagi dan kurang.

Tapi telingaku disapa mulutku yang mengatuk karena kipas angin diruangan.

”Oh ya,masih sedikit yang kuingat.

Katanya kalau mau punya deposit bunga yang melimpah.

Harus senantiasa mempraktekan pembagian dan pengurangan secara damai.

”Deposit ?!

”Suku bunga ?!

”Ahhh…”

”Masa pengurangan dan pembagian bersama damai harus menghasilkan deposit yang berbunga-bunga…?!

”Macam mananam benih didalam rahim wanita saja…”

”Yasudahlah…”

Kuseduh kopiku saja dan kusulut nikotin berselera ini,dunia memang penuh matematika,hmmmm….

*******

pinggir trotoar dikala hujan

Hoaaammmm [50k]

Mandiii......
setelah itu berpakaian yang bersih
cengar-cengir didepan kaca
lalu menangis

Diluar ada pengemis memakai dasi
tukang loak tidur disemak
wuaaahhhemmmmm....
ternyata mataku masih mengantuk juga

Apa yang akan aku tanam hari ini
sedangkan bibitku nyaris habis
hmmmm.....
senyum-senyum sajalah dipinggir jendela

Kamu Lucu [50k]

"Teriak-teriak ?!

"Buat apa sih ?!
Mau protes,unjuk gigi dan membuktikan bahwa "akulah yang terbaik !!

"Bulsitt..."

"Untung saja cerminku belum pecah karena teriakanmu..."

"hmmm..."

"Yasudahlah..."
Lebih enakan botak dari pada pake peci,atau mendingan telanjang dari pada berjubah...

"adem..."
Duduk depan kaca,tanpa kacamata hitam sambil kipasan.

"Minum kopi setengah manis,ngisep rokok lalu ketawa sepuasnya...

"hahahahahahahahaha...

"Masa lalu memang lucu.

Wajah Diatas Kereta [50k]



Wajah-wajah itu bergentayangan menghiasi sudut-sudut kota.Sebagian mengais sampah,dan sebagian menggonggong dengan lantang.Matahari seolah tak perduli dengan polah mereka,terus membagi sinarnya hingga sorepun tiba.

Tak seperti aku yang hanya bisa menyaksikan luka dan tangis,dan mencoba berikan senyum,sebab air mataku telah mengering dari kemaren lusa.

Terlalu banyak komedi yang tak lucu dinegeri ini.Wibawa sang krisna hanya dipasang dimuka saja.Sementara batin mirip rahwana,dan bahkan lebih kejam dari betara kala maupun dasa muka.Anjing dan babipun merasa malu sendiri menyaksikan mereka.Betapa tidak,kehinaan mereka telah tersaingi dengan yang katanya paling mulia dan sempurna.

Gumpalan awan putih sekarang hampir tak mau menghiasi angkasa.Mereka telah pasrah ketika mentari dan bayu mengajak tirta kecil menyetubuihinya.Bermemorfosis menjadi gumpalan awan hitam yang melahirkan petir,mengajak malaikat guruh tuk membentak kearah bumi.

Aku mengerti,bumi yang kupijak senantiasa merintih.Dan terkadang nyaris frustasi oleh rasa sakitnya yang semakin menggila.Namun sang bumi masih mencoba tuk tersenyum,sebab segerombolan pandawa masih nampak setia bercengkrama bersama jiwa-jiwa yang gersang.

Nyaris saja keretaku berputar haluan dari relnya,namun tiba-tiba khidir datang dan menggandeng tanganku.Mengajaku menanggalkan seluruh pakaian,dan membasuhnya ditepi telaga.

Keretaku masih diatas relnya,bersama wajah-wajah yang selalu bergentayangan kesana kemari.

Sebagian dari mereka teramat gemar perkalian,dan sebagian lagi mencintai penambahan.Teramat jarang yang gemar pengurangan,serta telah langka dengan pembagian.Terkecuali ada bayangan tentang suku bunga deposito yang menggiurkan.

Anjing masih saja gemar menyalak,menjilat bahkan menggigit sang majikan.Tak seperti ayam yang dibesarkan lalu bertelor.Berkokok dikala pagi,dan mengajaku tuk menikmati mentari pagi yang bergizi.

Suara burung terdengar merdu,sama seperti suara gemiricik air didalam sungai.Walau bumi telah renta,namun masih nampak begitu menggoda jiwa.

Dibawah langit biru,diatas keretaku,dan diantara jiwa-jiwa yang menjelma menjadi hantu.Semoga tak terus bergentayangan,dan semakin membuat situasi mencekam dan menebarkan aroma busuk yang sama sekali merusak kesehatan.

Laju dan lajulah hay keretaku.
Dibawah langit biru,dalam merdunya irama kalbu yang merindu.

**********
sumber gambar :lain-lainya blogspot.com

Senin, 17 Januari 2011

Januari [50k]

''Januari....''
Begitu cepatnya kau berjalan,tanpa menoleh sedikitpun kepadaku.Saat kusapa kaupun nampak begitu acuhnya,dan hatiku berkata ''betapa angkuhnya dirimu dimusim hujan ini...

''Januari...''
Wajahmu begitu menggodaku tuk membuka sebuah lembaran baru,dari segala catatan yang pernah ada akan segera kututup,kusibak sebuah kabut yang bergelayut menutupi pandanganku.Dingin,mungkin itu adalah sifatmu selain sombong.Tapi biarlah kesombonganmu mensuportku tuk memulai sebuah coretan baru tentang sebuah puisi maupun prosa,atau sekedar cerita fiksi percintaan antara aku,dia dan mereka.

''Ahhhh...''
Ingin rasanya kutinggalkan setangkai mawar yang pernah kupetik dan kutanam dipekarangan rumahku,tapi tetap saja dia tersenyum genit menggodaku.Kelopaknya yang nampak segar setelah kusiram,menimbulkan wangi yang semerbak.Tapi sisi lainku ingin sekali meninggalkanya,bahkan salah satu tanganku teramat gatal tuk mencabutnya dan melemparkanya jauh-jauh dari pandanganku.Sebab durinya terlalu sering membuat jari manisku terluka,tatkala kumencoba meraih tangkainya.

''Hmmm...''
Januari,apa kamu tidak capek,atau lelah dan merasa pegal berjalan terus.
Berhentilah sebentar,sekedar menemaniku mencari sebuah intuisi yang buntu.
Atau kita bercengkrama sambil menatap bunga mawar yang kuceritakan tadi.
Kumohon bantulah aku,dan jangan terlalu cepat kau tinggalkan akulah,baru saja aku terbangun dari mimpi panjang itu hay januariku.

''Lihatlah...''
Angin diluar nampak begitu beringasnya bersama hujan,seluruh pepohonan dibuatnya panik seketika bersama atap rumah.Tapi,kenapa mawar itu tak juga beranjak pergi bersama mereka?
Apakah dia begitu kokohnya menancap dipekarangan rumahku,atau mungkin terlalu sering aku menyiraminya dan memupuknya,sehingga akarnya nampak begitu kokoh dan tegarnya ketika siangin deras bernama badai datang menyapa kami.

''Yeah..."
Akalku tak sanggup memikirkan itu,sedangkan kamu telah jauh berjalan meninggalkanku.
Baiklah,aku akan segera menyusulmu,setidaknya satu dua langkah berada dibelakangmu.Biar aku tak dikatakan tertinggal,menyerah dan lain sebagainya yang tak mengenakan untuk didengar indra dengarku.

''Okey...''
Aku segera beranjak mengejarmu,walaupun kau tetap diam membisu.
Dan kucoba tuk bertanya kepada pepohonan dan burung saja kalau begitu,atau kepada sesamaku yang kebetulan melintas disampingku.
Biar kita terlihat sama-sama berjalan beriringan dalam satu tujuan.
Itu saja mungkin kelakarku yang teramat bodoh kepadamu yang sombong dan bisu.

*********
Waktu takan pernah perduli dengan keadaan kita,dan kitalah yang seharusnya mengerti akan pentingnya sang waktu yang masih setia melintas didepan kita.

[pinggir trotoar by bvb]

Surat Cinta Tuk Caphucino [50k]

“Dear Caphucino…”
Sudah lama aku tak melihatmu dalam gelas bening itu.
Mungkin deretan anggur merah telah menutupi keistimewaanmu dimeja itu.
Meja yang mana dulu kita saling beradu rasa dalam tatap dan sentuhan lidah yang tak bertulang.

Aku tahu aku hanya segelas kopi hitam yang tak begitu menarik,tapi aku tak pernah bermimpi tuk menjadi sepertimu.Walaupun dalam dirimu terdapat aku yang teramat sedikit.

“Ketahuilah sobatku caphucino…”

Kita dihadirkan oleh alam,dan diproses oleh tangan-tangan yang begitu penuh kasih.Dan diolah lalu dihadirkan tuk sebuah hidangan yang sangat special.
Tidak semua orang menyukai kita,tapi kita mempunya aroma yang istimewa buat mereka.Dan rasa kitapun relatif.

“Yeah…”hmmm…”

Tapi setidaknya kita beda,namun kita tak membedakan.
Kita hadir tuk siapa saja,dari tukang becak,tukang tulis atau tukang tipu yang menjual suara peminum kopi.

“Hmmm…”

Malam ini aku hanya sendiri menemani seorang wanita cantik,biasanya kau selalu dihadirkan tuk wanita muda itu.Tapi kata mereka kau belum bisa kesini,karena kau telah menjadi selera gadis-gadis kaya.Tak seperti aku yang hanya segelas kopi hitam.Dan mungkin aku tak begitu menarik buat mereka,karena bentuku yang biasa dan teramat sederhana.

“Tapi yasudahlah…”

Aku hanya menanyakan kabarmu saja yang sekarang telah menjadi sosok yang berbeda.
Aku bangga padamu,setidaknya kau tetap manis.
Dan aku hanya sikopi hitam yang terkadang pahit dan terkadang manis,tapi aku puas!
Karena aku juga istimewa bagi siapa saja yang membutuhkanku,bersama nikotin aku menjadi sosok yang paling sulit tuk diungkapkan.

Aku harap kamupun begitu.Dan masih menjadi caphucino,walau disekitarmu berjejer anggur merah dan taquila.
Itu saja sobatku.

Dari aku sikopi hitam.

Minggu, 16 Januari 2011

Sungai Yang Mengalir


Langit pagi biru warnanya,puluhan burung terbang memenuhi angkasa,mengepakan sayap dan menari sambil bernyanyi.Arus sungai begitu deras,gemericiknya terdengar diantara bebatuan.Segar dan menyegarkan,ketika kedua kakiku mencoba menceburkan diri diantara arus yang begitu deras namun dangkal.

Dibawah langit biru dan didalam sebuah sungai yang mengalir.Diantara pohon-pohon yang rindang,dalam belaian bayu yang menyentuh mesra rambutku.Kurasakan sebuah kesegaran dari irama alam yang berharmonisasi dengan suasana hati.Nampak air sungai yang deras membawa tubuh lemahku menuju kesebuah sisi yang lebih tenang.

Tak ada suasana gemericik yang begitu nyaring,hanya hembusan sang bayu yang menyentuh dedaunan hijau dibibir sungai.Terkadang ada ranting yang patah dan jatuh keair membentuk gelombang kecil,lalu lenyap meninggalkan senyap.Mataku terpaku oleh tubuhku yang semakin tenggelam,tak dapatku berenang maka kuakan semakin tenggelam dalam kedalamanya.

Segeraku menepi,dan menghangatkan tubuhku yang basah dibawah mentari yang semakin keatas kepala.Burung-burungpun telah asik bercanda diatas pohon,meloncat-loncat mematuk-matukan paruhnya diantara dahan,berharap sang ulat sudi tuk menjadi santapanya.

Sepasang buaya muncul tiba-tiba dari dalam air sungai yang tenang.Ketika seekor kijang kecil tengah berleha dibibir sungai.

Dalam sekejab tubuh kijang itu telah berada dimulut buaya.Meronta-ronta tiada berdaya,tercabik-cabik tubuhnya lalu meregang nyawa.
Sang buaya berbagi kepada pasanganya,lalu kembali kedasar sungai yang begitu tenang dan menghanyutkan.

Aku hanya menatap dari kejauhan,beruntung aku tak begitu larut dalam suasananya.

Arus yang deras berisi bebatuan cadas
arus yang tenang itu menenggelamkan
menyimpan banyak bahaya
dan mengandung berjuta tanya.

Matahari semakin meninggi,dan pakaianku yang basah mulai kering dibadan.Kucoba mengayunkan langkahku dalam awasan langit yang biru,meninggalkan tepian sungai dan menyusuri lembah hijau menuju gubuk-gubuk tua yang penuh sapa dan canda.

Sungai dan air
air dan sungai
biarlah kau tetap mengalir
menyapa kehidupan yang kau lalui
memberikan kesegaran
dan membasuh segala kotoran
lalu kau mengalir dan biarlah tetap mengalir dan terus mengalir hingga menuju kesebuah samudra.

*******
salam
bvb

Air Dan Sungai [50k]

Kedua mata terpaku pada arus yang menggeliat dan berkelok-kelok menyusuri bebatuan.Jernih rupamu,sehingga nampak ikan-ikan yang bercanda dan saling berkejaran didalam aliran tubuhmu.

Bila kau meriakan arusmu yang menimbulkan gemericik nyaring,bertanda aku berani menceburkan badanku bersamamu,menikmati kesegaranmu dan membersihkan kotoran yang melekat disekujur badanku.

Namun aku tak berani bila menemuimu dalam ketenangan.Tanpa riak dan tanpa hingar bingar kerikil yang saling bertubrukan karena arusmu.Sungguh aku tak berani menceburkan tubuhku.Walaupun kau nampak jernih dan memikat,tapi kau menyimpan berjuta misteri dari ketenanganmu.Yang kutahu bila kau tenang berarti kau dalam,dan didalamu aku tak tahu apa yang kau sembunyikan selain ikan-ikan yang berenang.Yang pasti kau begitu kaya dan memiliki segala yang ada disekitarmu.Kau nampak tersenyum bergelombang,bila setangkai ranting jatuh menyentuhmu,namun itu hanya sesaat saja,setelah itu kau kembali diam.

Buaya dan segala pemangsa airpun menyukaimu,bersembunyi dalam ketenanganmu bersama segala yang bercengkrama dalam dirimu,sungguh kau tiada membedakan walau itu membahayakan.Dan lewat tenangnya dirimu,aku bisa bercermin.Menatap wajahku yang tak ganteng sambil menikmati kesegaran dari sifatmu.

Kau mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang terendah,kau lewati liku-likunya alur yang teramat curam.Kau begitu pintarnya menyatu dengan segala bentuk dan warna,melewati celah sesempit apapun,dan menyusuri bebatuan securam apapun hingga kau menyatu bersama lautan yang sangat luas membentang.

Saat mataku menatapmu,kau larutkan segala keresahan dan kepenatanku.Dingin dan begitu menyegarkan.Tiada yang lebih indah dan damai,selain berada disekitarmu.Walaupun terkadang kau begitu membahayakan bila kau marah.Sungguh membahayakan,tapi kau adalah sumber kehidupan.

**************
Air Dan Sungai

Adalah sumber kehidupan yang mempunyai banyak makna,lewat sifat dingin dan tenangnya kita bisa mengambil hikmah yang tampak padanya,dan masih banyak lagi pelajaran dari sifat air yang bisa kita petik dan kita terapkan dalam keseharian kita.

Sabtu, 15 Januari 2011

Dear Semesta [50k]

Dear semesta...
ijinkan aku duduk dalam sepi
melipat kedua kakiku yang saling bertumpu
dan menutup gelisahku

Diantara udara yang begitu halus
akan kucoba menitipkan rinduku kepadamu
mencoba menepis beberapa senyuman diatas alis
mengatur nafas dan larutkan segala gundah gulana kepada udara

Hay semesta besar...
aku adalah bagian dirimu
dan kamu ada pada diriku lewat rancangan yang begitu rumitnya
maka biarkanlah aku telusuri keindahanmu lewat senyap

Udara malam dan pagi sesungguhnya adalah sama
hanya mentari dan suasana yang membedakanya
dan yang pasti kau telah mengatur semuanya
seperti bintang yang hanya nampak keindahanya dikala malam

Hay semesta...
gemericik air hujan diluar menambah syahdu suasana
kedua tanganku tertumpu kepada satu persatu kedua kakiku
dan biarkanlah kunikmati yang kau beri kepadaku

Nafasku semakin berjalan dengan teraturnya
kutarik oksigenmu lewat kedua lubang ciumku
kubawa menuju perut secara perlahan dan kutahan dengan pelan dan sekejab
lalu kubuang dengan perlahan bersama kotoran didalam kepala yang mengendap didada

Sungguh indah suasana penuh harmonisasi
segerombolan wanita bugilpun tiada rasanya sama sekali
dan orgasme dimalam pengantenpun tiada sanggup mengalahi
hanya suasana haru biru yang menyetubuhi rasaku kepada nikmat illahi

Hay semesta...
gugusan bintangmu begitu indah tanpa awan hitam yang bergelayut diatas langit
begitu juga dengan bulan sabit yang merayunya tuk ditemani
dan kecerahan adalah suasana yang menyejukan dari seribu kenikmatan

Jemari jemari yang saling menari diantara rangkaian biji
kedua bibir yang berkolaborasi dengan lidah dan nafas
melahirkan senandung sambil memejamkan kedua kelopak mata
menghayati nikmatnya detak jantung bersama nafas yang bercengkrama penuh irama

Larut dalam fana
menjadi kosong tanpa rasa
dan meninggalkan segunduk daging
dan kembali lagi tuk jiwa yang menggeliat

Dear semesta
bujuk rayuku tuk sebuah mimpi
mengembalikan jiwa yang telanjang
dan mensyukuri segala rasa tuk waktu yang tak begitu panjang

Tak ada amarah
tak ada gelisah
hanya diam yang tak berarti diam

Tak Apalah [50k]

Seekor ikan berkejar kejaran didalam air yang tenang
dan bagiku dirimupun begitu melakukanku
mengobok obok isi dadaku yang tak bidang
dan membuatku merasa geli dalam kesepian

Berjuta canda bersama beberapa racikan bunga dahlia
memenuhi isi mangkuk hidupku
menawarkan berjuta rasa tuk berjuta tanya
renyah dan sungguh menyegarkan hasil racikanya

Otaku berfikir
tatkala tatapku melesat diatas langit malam
adakah sebuah senyuman yang lebih manja dari kerlip sang bintang
atau hanya tatapan dingin dari sibulan sabit

Kau selalu menari dalam sepinya malam
dan yang paling kubenci disaat kau samarkan senyumu diantara telaga didepanku
membuat rinduku semakin dalam tertancap didalam hatiku
memaksaku tuk memandangi diriku dalam cermin air telaga

*****

Pernah terlintas saat dulu kau rebahkan kepalamu dipangkuanku
rambutmu yang sedikit kau cat pirang begitu menggoda kedua lubang penciumanku
dan memaksa kedua tanganku tuk membelainya
hmmm begitu melambung rasaku kau buat kala itu
dan secangkir kopikupun sampai lupa telah menjadi dingin

Tapi itukan dulu...

Sekarang hanya tinggal pakaianmu yang tergantung didinding kamarku yang pengap
tak ada lagi lipstik yang terukir diantara katup bibirmu yang menggemaskan itu
dan tak ada lagi hangat serta wanginya aroma tubuh yang begitu membuat hasratku menari
yeah sungguh semuanya telah berlalu begitu saja

Tak apalah...

Sebatang nikotin telah menggantikan semua itu
menemaniku dikala sepi
dan menghiburku dikala gundah gulana
sambil kutatap langit dan kupanjatkan berjuta harap padaNya

Jumat, 14 Januari 2011

Lupa {50k}

Aku lupa sekarang jam berapa
sedari tadi aku hanya duduk memutar mutar lagu kesayanganku
aku tak tahu diluar sana sedang ada apa
yang kutahu rambutku makin memanjang saja

Tanganku tak henti hentinya merogoh kantung celanaku
aku teringat kalau jam tanganku telah aku jual kemaren siang
dan sekarang aku tak tahu sudah jam berapa
sepertinya perutku mulai sedikit protes

Aku lupasekarang hari apa
padahal tadi malam ada suara yang menyiarkan kabar duka
aku masih terbaring sini dengan lagu kesayanganku
beserta sang penanya yang selalu menemaniku beberapa waktu yang lalu

***********
Kematian jangan dilupakan

Jalang Telanjang [50k]


Lelaki malam besimpuh diantara padang yang gersang,tiada daya selain berdiam dalam selimut kalam.
Malam adalah ungkapan waktu yang melarutkan kegelisahan hati,tempat bercengkrama dengan lelah,serta tempat menanggalkan seluruh pakaian demi ketelanjangan yang terimprovisasi suasana hari.

Aksara ini adalah sumbang,tempatku membicarakan jalang,suka dengan telanjang tuk isi dada yang suka tenang.Membicarakan biologis demi tabir-tabir magis,tiada yang ironis bila optimis tanpa mengemis pada sesama ragawi.Sebab ragawi hanyalah subjeck yang berpredikat sebagai objek.Tiada yang lebih istimewa selain menyingkap kebodohan yang mengaku pintar.

Atas nama Jalang yang berlalu lalang dalam telanjang,jiwa-jiwa yang kerontang kan kembali pulang dalam kesegaran.Tiada yang memperkosa dan diperkosa dalam memeluk keindahan lekuk kebenaran.Karena kebenaran itu flexybel dan tak berpihak.

Meronta-ronta…
Bercanda tralala…
Dan berteriak ayayayaya…?!

Angin berhembus tanpa basa-basi.
Takenal jalang
maupun sisuci.

Berpestapora dalam pesakitan jiwa membuat raga terlena.Mengaku manusia mulia namun suka aniaya,memelihara anjing dalam batinya dan memakai dewa diraut mukanya.

Aku adalah jalang dan aku adalah jalang.
Malam adalah siangku
namun siang bukanlah kelamku.Mencoba menjadi manusia adalah hasratku.Namun aku adalah jalang,yang dulunya telanjang dan akan pulang dengan telanjang tanpa ranjang.

*****

sumber gambar :burger kill