Minggu, 10 April 2011

Jazz di Atas Ilalang

ilalang ilalang

rebah diatas bumi

bersama desah nafas jalang yang dimabuk kepayang

telanjang dan saling menerjang

cakrawala menatap garang

menyaksikan dua insan yang melenguh panjang

'' achhhh......

sperma-sperma mereka membuncah membasahi dedaunan ditepi ilalang

hanya bau sedikit amis bercampur jembut yang jatuh berhamburan

tiada cinta tanpa tetesan sperma

begitulah pepatah jalang berbalut desah membuncah

gelisah temaram lampu-lampu jalanan

berhias nafas birahi kupu-kupu berdiri berjejeran

tawarkan desah yang menuai gelisah

bau farfum bibir dikulum

'' ahhh...

senyumu menggoda birahiku

katamu kau butuh spermaku tuk satu piring nasi

'' ough...

sungguh aku tahu geliat manjamu bukan menginginkan kantung menyanku

tapi karena frustasimu

kau ajaku jilati setiap inci lekukanmu

dan kau idamkan bayaran tuk menyambung kehidupanmu

'' yeah...

kupu-kupu malam

hidupmu teramat kelam

tapi mentari masih enggan kau genggam

tuk sekedar manarik nafas yang bukan hiburan

remah gelisah menuai desah

dalam suasana sore nan basah

remuk redam amarah dendam

berpadu bara yang tak sanggup dipendam

hmmm

gerak erotis kepalsuanmu menikam dadaku

bercampur jembut yang semrawut

konak tapi tak mengenakan

membuat pusing tanpa penyaluran

hmmm

berharap rasa yang menggelora

mendengar suara nun jauh disana

lalu mendekap manja

dan memadukan rasa bernama cinta

Ahhh, Senyumu itu

sore ini aku mengingatmu

aku mencoba pandangi fotomu di meja kerjaku

'' ahh...

senyumu mengingatkan desahmu malam itu

saat bibir kita saling berpagutan

dan nafas kita terdengar saling memburu

dalam rintik gerimis yang bangkitkan hasrat birahiku

'' hmmm...

senyumu semakin membuat isi dadaku merindu

jemariku tak sanggup lagi menyentuh kuas tuk kanvas yang sedari tadi menunggu

'' hmmmm...

aku suka hujan

dan secangkir kopi hitam yang hangat sedikit manis

aku harap selera kitapun sama

walau hujan membuat birahi kita lebih beda dari biasanya

'' yeah...

aku harap untaian kata tidak memngeruhkan suasana

karena setiap aksaranya membuat kita menjadi abadi

dalam suatu goresan paradoks maupun opini

'' hmmm...

mungkin tentangmu

tentang gerimis

tentang pagi yang masih manja

atau tentang para sahabat kita yang bermetafora

'' yeah...

begini begitulah

asal kamu suka

mungkin semua akan menikmatinya

dan begitulah adanya

---------------------------------

banjarmasin 09-04-2011

by

budi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar