ibu, aku malu menjadi manusia yang beragama ibu.
lihatlah, mereka-mereka berteriak dengan lantang menyebut nama Tuhan, dan mereka bangga telah membunuh sesamanya, katanya itu perintah Tuhan yang tertera didalam ayat suci-Nya.
ibu, mungkin iblis sangat malu mendekati mereka.
karena iblis takut dijadikan sebagai kambing hitam, dengarlah ibu, iblis pernah bercerita kepadaku, bahwa mereka tidak pernah membunuh sesamanya dengan mengatas namakan Sang Pencipta.
aku malu ibu.
sungguh teramat malu mengenakan pakaian islam ini, sebab mereka telah membagikan kotoranya kepada pakaianku.
lebih baik aku tanggalkan saja pakaianku, lalu menemui kekasihku disudut malam.
aku ingin menceritakan tentang kebaya merahmu yang termerahkan oleh darah anak-anakmu sendiri.
ibu...
aku akan menyanyikan sebuah lagu dari sahabatku untukmu, mohon dengarkanlah.
Kebaya merah by Virgiawan Listanto
Kebaya merah kau kenakan
Anggun walau nampak kusam
Kerudung putih terurai
Ujung yang koyak tak kurangi cintaku
Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah?
Ibu
Ceritalah seperti dulu
Duka suka yang terasa
Percaya pada anakmu
Tak terfikir tuk tinggalkan dirimu
Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah?
Ibu
oleh : Virgiawan Listanto
puisi by : Budi wb
Puisi
- cerpen (1)
- edukasi berspasi (1)
- fiksi kompasianaku (1)
- forum dua (1)
- iseng (1)
- Kampung fiksi (7)
- Kampung fiksi : Januari 50Ribu kata (13)
- Kampung fiksi :januari 50k (69)
- Kampung fiksi :Januari 50Ribu kata (23)
- kampung fiksi:januari 50k (8)
- mencari jati diri (1)
- prosa (1)
- puisi (1)
- selingan (1)
Senin, 07 Februari 2011
Minggu, 06 Februari 2011
Perempuan diatas kereta
Perempuan tua menatap langit dibalik jendela kereta, awan hitam masih saja bergelayut. Apakah hujan dan badai akan segera reda dan meninggalkan cerahnya sore dibatas cakrawala berhias pelangi.
"Duhay Langit, wajahmu selalu kurindu.Dengan tatap yang penuh harap, ia bermunajad.
" Duhay Yang maha indah, kereta terakhirku penuh dengan ular berbisa, namun kekasihmu memberikan sebuah cinta-Mu tuk perjalanan terakhirku.
Dengan senyum yang terkulum diantara kerut-kerut wajah yang masih ayu, terbasahi air dari kelopak mata sayunya.
" Wahay langit, baiklah, hujan pasti akan segera reda, dan mereka telah menantiku digerbang berikutnya, sebelum stasiun terakhir bersama bidadari-bidadari kecilku.
Hujan dengan perlahan memberi tanda tuk reda, sang perempuan masih duduk dengan tenang namun penuh harap. Tuk sebuah cinta dan kepada misterinya.
- sekian -
"Duhay Langit, wajahmu selalu kurindu.Dengan tatap yang penuh harap, ia bermunajad.
" Duhay Yang maha indah, kereta terakhirku penuh dengan ular berbisa, namun kekasihmu memberikan sebuah cinta-Mu tuk perjalanan terakhirku.
Dengan senyum yang terkulum diantara kerut-kerut wajah yang masih ayu, terbasahi air dari kelopak mata sayunya.
" Wahay langit, baiklah, hujan pasti akan segera reda, dan mereka telah menantiku digerbang berikutnya, sebelum stasiun terakhir bersama bidadari-bidadari kecilku.
Hujan dengan perlahan memberi tanda tuk reda, sang perempuan masih duduk dengan tenang namun penuh harap. Tuk sebuah cinta dan kepada misterinya.
- sekian -
Rabu, 02 Februari 2011
Aku tak Mengerti Dirimu
Aku tak mengerti
sungguh tak mengerti
akan tenangnya air
lalu tiba-tiba beriak menghantam karang
Padahal aku tak melemparkan batu yang besar
dan aku sungguh tak habis pikir saja
ternyata begitukah dirimu kepadaku
padahal kucuma melempar sepuntung rokok
******
Wajahmu ayu
dadamupun besar
namun kenapa bajumu teramat sempit
jadinya kamu gampang sesak nafas
Gantilah dengan ukuran yang besar bajumu itu
biar tak terlalu kesempitan
dan janganlah kau nampakan dada besarmu itu kepadaku
karena aku sangat tak tahan tuk menjamahnya
******
Diluar hujan
dingin
dan tak ada reaksi tuk mencoba bergerak
karena enakan berdiam diri saja
Padahal bila bergerak dingin akan segera beranjak
walau sedikit membutuhkan keberanian diri
tapi…
ada perubahan rasakan
Yasudahlah
sebentar lagi hujan reda
bila tak segera beranjak
aku akan segera pergi
---------------------------------------
sungguh tak mengerti
akan tenangnya air
lalu tiba-tiba beriak menghantam karang
Padahal aku tak melemparkan batu yang besar
dan aku sungguh tak habis pikir saja
ternyata begitukah dirimu kepadaku
padahal kucuma melempar sepuntung rokok
******
Wajahmu ayu
dadamupun besar
namun kenapa bajumu teramat sempit
jadinya kamu gampang sesak nafas
Gantilah dengan ukuran yang besar bajumu itu
biar tak terlalu kesempitan
dan janganlah kau nampakan dada besarmu itu kepadaku
karena aku sangat tak tahan tuk menjamahnya
******
Diluar hujan
dingin
dan tak ada reaksi tuk mencoba bergerak
karena enakan berdiam diri saja
Padahal bila bergerak dingin akan segera beranjak
walau sedikit membutuhkan keberanian diri
tapi…
ada perubahan rasakan
Yasudahlah
sebentar lagi hujan reda
bila tak segera beranjak
aku akan segera pergi
---------------------------------------
Say,,,dingin
Dingin kala kutatap wajahmu
diluar sedang hujan
dan kau tak juga mau beranjak menyapaku
padahal aku telah lama disampingmu
*****
Kemarin kau bisikan sesuatu kepadaku
tentang sebuah syair rindu dari Rumi
tapi aku tak begitu mengerti isinya
yang kutahu hanya penyair gila
*****
Say
malam ini begitu dingin
aku akan segera beranjak
maukah kau mengikutiku
Sudahlah
aku ingin kita bergerak
menyusuri hujan
lalu menari dan tertawa sepuasnya
******
020211
by
bvb
diluar sedang hujan
dan kau tak juga mau beranjak menyapaku
padahal aku telah lama disampingmu
*****
Kemarin kau bisikan sesuatu kepadaku
tentang sebuah syair rindu dari Rumi
tapi aku tak begitu mengerti isinya
yang kutahu hanya penyair gila
*****
Say
malam ini begitu dingin
aku akan segera beranjak
maukah kau mengikutiku
Sudahlah
aku ingin kita bergerak
menyusuri hujan
lalu menari dan tertawa sepuasnya
******
020211
by
bvb
Selasa, 01 Februari 2011
Puisi Morat-marit
Hay nona
ada badut tua mengajakmu berdansa
disebuah ruang pesta
matanya sendu syahwatnya beradu rayu
Hay nona
badut tua melotot matanya
rok minimu tutupi pecinya
lupa dompetnya bau keringat mbah Sastro dan Pakde Kardi dipinggir terminal
oooooooooooo
Jangan korupsi
kalau gak punya gigi
korupsilah kalo dah pake dasi
karena tuhan cuma mesam mesem saja
00000000000
Hay butet
ngomong apa kau itu
aku ini orang suci
cium tanganku
kualat kau
Ah macam mana pula aku cium tanganmu
tangan ibukupun aku tak tau bagaimana baunya
ah obat kau habis itu
segeralah kau minum kelima obat dari tuanku
agar tak kegedeanlah baju kau itu
*********
ada badut tua mengajakmu berdansa
disebuah ruang pesta
matanya sendu syahwatnya beradu rayu
Hay nona
badut tua melotot matanya
rok minimu tutupi pecinya
lupa dompetnya bau keringat mbah Sastro dan Pakde Kardi dipinggir terminal
oooooooooooo
Jangan korupsi
kalau gak punya gigi
korupsilah kalo dah pake dasi
karena tuhan cuma mesam mesem saja
00000000000
Hay butet
ngomong apa kau itu
aku ini orang suci
cium tanganku
kualat kau
Ah macam mana pula aku cium tanganmu
tangan ibukupun aku tak tau bagaimana baunya
ah obat kau habis itu
segeralah kau minum kelima obat dari tuanku
agar tak kegedeanlah baju kau itu
*********
Akulah Pelacur Aksara [50k]
Aku tabu
aku hina
aku kotor
aku rakus
aku tolol
aku adalah pelacur aksara
Berpuluh-puluh aksaraku tabu
menghasut khayalmu tuk bermesum ria
laksana wanita penjaja kehangatan tubuhnya
itulah aksaraku
Malam itu hitam
namun bulan dan bintang menyukainya
dan aku…
hanyalah pelacur aksara yang menjijikan tuk kaum suci yang bukan sufi
Jangan kau dekati aku
sebab aku adalah jalang yang pantas dicaci
dibicarakan dan dicela dikuil suci
dan tak pantas tuk merayumu tuk mengajaku berdiskusi tentang organ diri
Aku kesepian
tapi kutak suka mencari perhatian
karena sepiku tuk kekasihku
bukan untuk kalian-kalian yang mensucikan keakuan
Demi kitab suci yang sulit kumengerti
semoga aku tak membenci
kepada jiwa-jiwa yang malang
dan jiwa-jiwa yang suka membeda-bedakan tanpa persetubuhan yang mendalam
——————————–
————————————-
——————————————–
Pinggir trotoar pada 1 februari 2011
by
bvb
aku hina
aku kotor
aku rakus
aku tolol
aku adalah pelacur aksara
Berpuluh-puluh aksaraku tabu
menghasut khayalmu tuk bermesum ria
laksana wanita penjaja kehangatan tubuhnya
itulah aksaraku
Malam itu hitam
namun bulan dan bintang menyukainya
dan aku…
hanyalah pelacur aksara yang menjijikan tuk kaum suci yang bukan sufi
Jangan kau dekati aku
sebab aku adalah jalang yang pantas dicaci
dibicarakan dan dicela dikuil suci
dan tak pantas tuk merayumu tuk mengajaku berdiskusi tentang organ diri
Aku kesepian
tapi kutak suka mencari perhatian
karena sepiku tuk kekasihku
bukan untuk kalian-kalian yang mensucikan keakuan
Demi kitab suci yang sulit kumengerti
semoga aku tak membenci
kepada jiwa-jiwa yang malang
dan jiwa-jiwa yang suka membeda-bedakan tanpa persetubuhan yang mendalam
——————————–
————————————-
——————————————–
Pinggir trotoar pada 1 februari 2011
by
bvb
Lelaki tanpa Asa
Lelaki bimbang dirayu pikir, wajah sang kekasih masih asik bercengkrama diotak kiri.
Ingin segera beranjak melepaskan lelah diatas pangkuan rerumputan.
Lelaki bimbang dibujuk sepi.
Senyum berlesung pipit tiba-tiba masuk kedalam cangkir kopi, mengubah seleranya yang semula manis.
Imaginya ingin segera digadaikan pada dahan dan ranting, agar dia bisa bersandar melepaskan segala kelelahan yang teramat membuncah.
Diam.
Berharap purnama menyampaikan nyanyian dalam dada, tuk sekedar menyapa kepada wajah cantik dibawah bumi.
--------
--------
jgn dicontek !!
Ingin segera beranjak melepaskan lelah diatas pangkuan rerumputan.
Lelaki bimbang dibujuk sepi.
Senyum berlesung pipit tiba-tiba masuk kedalam cangkir kopi, mengubah seleranya yang semula manis.
Imaginya ingin segera digadaikan pada dahan dan ranting, agar dia bisa bersandar melepaskan segala kelelahan yang teramat membuncah.
Diam.
Berharap purnama menyampaikan nyanyian dalam dada, tuk sekedar menyapa kepada wajah cantik dibawah bumi.
--------
--------
jgn dicontek !!
Langganan:
Komentar (Atom)