ibu, aku malu menjadi manusia yang beragama ibu.
lihatlah, mereka-mereka berteriak dengan lantang menyebut nama Tuhan, dan mereka bangga telah membunuh sesamanya, katanya itu perintah Tuhan yang tertera didalam ayat suci-Nya.
ibu, mungkin iblis sangat malu mendekati mereka.
karena iblis takut dijadikan sebagai kambing hitam, dengarlah ibu, iblis pernah bercerita kepadaku, bahwa mereka tidak pernah membunuh sesamanya dengan mengatas namakan Sang Pencipta.
aku malu ibu.
sungguh teramat malu mengenakan pakaian islam ini, sebab mereka telah membagikan kotoranya kepada pakaianku.
lebih baik aku tanggalkan saja pakaianku, lalu menemui kekasihku disudut malam.
aku ingin menceritakan tentang kebaya merahmu yang termerahkan oleh darah anak-anakmu sendiri.
ibu...
aku akan menyanyikan sebuah lagu dari sahabatku untukmu, mohon dengarkanlah.
Kebaya merah by Virgiawan Listanto
Kebaya merah kau kenakan
Anggun walau nampak kusam
Kerudung putih terurai
Ujung yang koyak tak kurangi cintaku
Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah?
Ibu
Ceritalah seperti dulu
Duka suka yang terasa
Percaya pada anakmu
Tak terfikir tuk tinggalkan dirimu
Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah?
Ibu
oleh : Virgiawan Listanto
puisi by : Budi wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar