
Aku pulang bersama angin yang berhembus, melewati lembah-lembah kegundahan hati dan lembah-lembah yang teramat gelap tuk segala asa, gelapnya malam yang diselimuti dingin telah menyadarkanku dari pelukan ego yang begitu eratnya, membentuk jubah yang begitu tebal ditubuhku dan sebagian lagi telah berupa mahkota yang tersemat dikepala, menutupi rambutku yang panjang sehingga otaku gampang mendidih dikala sang surya menyapaku dengan garang dikala siang menyetubuhi benaku.
Kini aku telah pulang bersama angin, menikmati dinginya sifatnya yang berhembus, menelanjangi seluruh rasa yang sempat gemukan egosentrisku yang dulunya hanya berupa sikecil yang begitu dekil.
Wahay angin, teruslah kau berhembus, temani bumi tempatku berpijak dan bercocok tanam bersama beraneka ragam rupa dan warna dunia, Aku ingin seperti dirimu, yang tidak terlihat namun selalu berkerja demi sesuatu yang sangatlah bermanfaat, walaupun kau adalah bagian dari diriku.
Angin…
Kini Aku telah kembali pulang bersamamu, lewat nada-nada kasihNya yang menggoda melalui senyum mesra sang rembulan, kau pertemukan Aku disepertiganya yang senyap, lalu kau robek jubahku yang begitu tebalnya dan kau lemparkan mahkota dikepalaku sejauh-jauhnya, sehinggaku sempat terpental ketanah yang keras, namun sedikpun tubuhku tak merasakan sebuah kejatuhan yang menghentak rasaku, karenaku telah terbiasa dibawah, walaupun sesekali kau membawaku terbang keawang-awang melintasi berbagai macam senyum dan tawa yang telah teruji duka lara.
Aku telah kembali bersamamu, lewat tarikan dan hembusan nafas yang penuh harmonisasi, lewat ungkapan kasihNya yang tiada terhingga selamanya, dan Aku kembali seperti semestinya yang kuharapkan apa adanya tanpa bla bla bla yang ber syalala lalala.
DariNya dan kepadamulah dia titipkan sebuah kepulanganku, menanti datangnya izroil yang tak sedikitpun memberikan tanda kepadaku, hanya sebuah persiapan yang penuh dengan senyuman dari bercocok tanam diatas tanah yang kan menjadi tempatku berbaring dalam peristirahatan terakhir.
——————————————————-
Mencari jati diri, lewat sebuah renungan. Dan dia akan datang dan berbicara disuasana yang sunyi dan senyap, yaitu disepertiga malam.
Jangan percaya dengan yang menulis, tapi cobalah simak tulisanya saja, siapa tahu ada yang bermanfaat buat anda yang luar biasa.
bjb 21-02-2011
salam
boil
Wahhhh... keren banget blog nya mas Agung....
BalasHapusSorry yaaa baru sempet jalan2... pasti tau alasannya khan.. heheh...
Salamku mas...