Ilir ilir, ilir ilir, tandure wus sumilir
Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna, kanggo basuh dodot ira
Dodot ira, dodot ira, kumitir bedah ing pinggir
Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
Ya suraka, surak hiya
[sunan bonang]
******
Saat kedua mataku asik menelanjangi duniaku
dan hasratku dibuat mabuk kepayang oleh rasaku
lupa halaman rumahku yang begitu kotor
dan ruangan yang begitu berantakan
Aku lupa kopiku terlalu manis
sehingga gigiku terasa sakit
Aku lupa jendelaku tak terbuka
begitu pengap dan sangat mudah kepanasan bila kucoba memasukinya
Begitu banyak gambaran wanita bugil dibenaku
sedang mandi diantara nominal berharga
rasaku mengajaku beronani dengan segenap hasrat
tak peduli penetrasi yang begitu cepatnya
dan menguras seluruh energi batinku
Liar teramat liar...
Pohon pohon yang teduh mulai patah rantingnya satu persatu
tiada tempat berteduh lagi
karena dahan dan daunya mulai menjadi ranting yang kering
duduk dan mengais ngais sampah bersama anjing
Saat tiba sang malam
aku sering bertanya
adakah cahaya yang lebih indah selain sinar rembulan
adakah yang lebih menentramkan diri selain gemericik air ditelaga
Kakiku telah terluka terkena kerikil tajam
langkahkupun terseok seok
Waktuku tinggal sedikit
sedangkan malam kan berganti dengan pagi
dan mata yang merah harus segera dipejamkan
*****
Lima buah senjata telah termuntahkan isinya
memburu gagak gagak hitam dikepala
Enam buah pakaian pelengkap telah dipersiapkan
namun aku hanya sanggup memakai yang lima
karena satunya terlampau mewah buatku yang pemalu
yeah...
aku adalah lelaki pemalu yang dekil
suka mengajak mimpi tuk bercinta
menyetubuhi hasrat
dan menyisahkan noda hina derita
Tapi lihatlah
dengarlah kanjeng sunan bernyanyi
bangunlah dan bangunlah
tanaman sudah siap tuk dipanen
rembulan masih bersinar terang
dan masih ada waktu tuk bercinta bersamaNya
bercinta dengan benar dan sungguh sungguh
hingga klimaxs dengan puass......
yeah...sampai puass lalu memejamkan mata dan tidurr...
Puisi
- cerpen (1)
- edukasi berspasi (1)
- fiksi kompasianaku (1)
- forum dua (1)
- iseng (1)
- Kampung fiksi (7)
- Kampung fiksi : Januari 50Ribu kata (13)
- Kampung fiksi :januari 50k (69)
- Kampung fiksi :Januari 50Ribu kata (23)
- kampung fiksi:januari 50k (8)
- mencari jati diri (1)
- prosa (1)
- puisi (1)
- selingan (1)
Kamis, 13 Januari 2011
Bangkit [50k]
Yang kutahu ini bukan hari kebangkitan nasianal,
tapi kenapa banyak arwah bangkit dari peristirahatannya,
apakah mereka belum bisa beristirahat dengan tenang?
Lalu tenangkah jika berada dalam ruang baru,
sedang putaran roda juga untuk sang waktu.
...[kit rose]
Kenapa sang waktu begitu sombongnyatak mau menolehkan mukanya sedikitpun
tapi baiklah
biarlah roda itu berputar
dan biarlah aku berada diatas keretaku
Arwah arwah penasaran masa lalu telah bangkit
menyetubuhiku bersama rasa
melemparkan kail dan menyiapkan senjata
dalam kebisingan menyambut pertempuran hati
Gagak Gagak Dikepala [50]
hanya ada rintih suara dalam kecamuk dadaku
Gagak gagak itu akan segera pergi
dan mungkin akan pada mati
mati
dan matiii...
Tubuhku terpaku pada dinding ruanganku
nafasku sedikit memburu
tatapku melesat diantara langit langit ruang gelap
dan jemariku bergerak gerak tiada hentinya
Gagak akan segera pergi dari kepalaku
setelah rintihan lapar saudaraku terkenyangkan
dan sipincang yang terkapar telah berlari lagi
lalu gelap berubah menjadi terang seketika
*****
Seorang ulama dengan bangga dicium tanganya
dipuja diantara para wanita dan pria
mobil mobil mewahpun berjejer rapi dihalaman
tak ada satupun sepeda jengky yang butut terparkir disitu
Sang embel hanya menatap ulama dari foto saja
bertemu hanya dijadikan angin lalu sang ulama
ulama penuh gagak dikepalanya
sang gembel tetaplah gembel yang tak pantas disampingnya
Hmmmm....
biadab
tiada cahaya matahari tuk pesolek
hanya kantung mayat yang pantas disandangnya
Tak pantas tuk berulama
bila tak tau sesama
tak pantas memeluk agama
bila masih membedakan sesama
Gagak gagak itu akan segera pergi
dan mungkin akan pada mati
mati
dan matiii...
Tubuhku terpaku pada dinding ruanganku
nafasku sedikit memburu
tatapku melesat diantara langit langit ruang gelap
dan jemariku bergerak gerak tiada hentinya
Gagak akan segera pergi dari kepalaku
setelah rintihan lapar saudaraku terkenyangkan
dan sipincang yang terkapar telah berlari lagi
lalu gelap berubah menjadi terang seketika
*****
Seorang ulama dengan bangga dicium tanganya
dipuja diantara para wanita dan pria
mobil mobil mewahpun berjejer rapi dihalaman
tak ada satupun sepeda jengky yang butut terparkir disitu
Sang embel hanya menatap ulama dari foto saja
bertemu hanya dijadikan angin lalu sang ulama
ulama penuh gagak dikepalanya
sang gembel tetaplah gembel yang tak pantas disampingnya
Hmmmm....
biadab
tiada cahaya matahari tuk pesolek
hanya kantung mayat yang pantas disandangnya
Tak pantas tuk berulama
bila tak tau sesama
tak pantas memeluk agama
bila masih membedakan sesama
Rabu, 12 Januari 2011
Bertuhan Uang
Aku bersaksi dalam kebisuan dan topeng kebaikanku,bahwa tiada tuhan selain uang,dan kekuasaan adalah segalanya bagiku.
Seorang lelaki dengan wajah culun dan dadanan parlente sedang berjalan menuju kearah roda empatnya yang bertengger logo macan hitam melompat.Dengan senyum yang berwibawa ia duduk dibelakang supir dan melambaikan tangan kepada segerombolan pencari berita.
Matahari nampak geram dengan sinarnya disiang bolong,segerombolan awan putih tak mau menutupi sinarnya siang itu.Terdengar suara azan dari sebuah masjid megah dikawasan perkantoran sebuah kota metropolis.Lelaki muda yang bersenyum wibawa tadi menyuruh sang supir tuk berhenti dan memasuki halaman masjid tersebut.
''Assalamualaikum pak ustad,lirih dan sopan ia menyapa sang ustad yang baru juga tiba dimesjid tersebut.
''Waalaikum sallam bapak pejabat,dengan mengulurkan tangan pak ustad mencoba menyalaminya dengan sopan pula.
Dan waktu sholatpun tiba,lelaki dan ustad itupun segera mendirikanya.Seusai mendirikan shalatnya,mereka melanjutkan sebuah pembicaraan yang nampak serius.Lelaki itu nampak mengeluarkan selembar amplop yang berisi uang tunai dan diserahkanya kepada sang ustad.
''Terimalah ini ustad Hafid,ini adalah uang pribadi saya tuk perawatan majid kita ini.Sambil tersenyum ramah kepada ustad Hafid,lelaki itupun mempersilakan ustad Hafid tuk membukanya.
''Terimakasih bapak pejabat yang terhormat telah membantu tuk perawatan majid kita ini,semoga amal ibadah bapak diterima oleh yang Maha pengasih dan penyayang,amin...,pak ustadpun menyalaminya dan tersenyum bangga.
''Namun disekitar mereka nampak lima orang membawa kamera sedang mengabadikan tingkah laku mereka berdua.Dan wajah lelaki itupun semakin berhias pemandangan yang penuh warna tiada terhitung lagi berapa warna yang menghiasi raut mukanya.
''Baiklah ustad Hafid,saya mohon permisi karena ada sebuah urusan yang sangat penting,merekapun bersalaman disaksikan lima orang pembawa kamera.
Tak berapa lama lelaki itu pergi,terdengar suara panggilan didalam saku celananya,terdengar sebuah pembicaraan yang serius diantara mereka berdua.Dan tak berapa lama diperintahkanya sang sopir tuk menuju kesebuah hotel.
''Wajah yang penuh warna itupun penuh semangat melangkah menyusuri ruang hotel berbintang lima tersebuat,dan disebuah lobi langkahnya berhenti.Terlihat dua orang lelaki dan satu wanita cantik sedang menunggunya.
''Selamat siang bapak ibu,sapa renyah serenyah keripikpun menghiasi raut muka sipejabat tercinta.
''Selamat siang mister pejabat,silahkan duduk dan mari kita bicarakan planing kita yang tadi.Seorang lelaki bermata sipit mempersilakanya duduk bersama.
''Begini bapak pejabat kita,kami hanya ingin sebuah kebijakan dari anda tuk sebuah proyek kami yang berada disebuah pemukiman disebelah sana.Rencananya kami ingin mendirikan sebuah apartemen mewah,namun kami sedikit kesulitan oleh masyarakat disana,karena begitu banyak pemukiman milik mereka.
''Apakah anda bisa membantu masalah kami bapak pejabat yang kami hormati ?!
Sang lelaki pejabat tersebutpun diam sejenak,sambil matanya tak berkedip menelusuri tubuh wanita cantik disamping tuan bermata sipit yang mengajaknya berbicara tadi.
''Oh perkenalkan dia namanya Cindy,dia bekerja mendampingi kami disaat membutuhkan sebuah hiburan.Silahkan kalian saling mengakrapkan diri.
Tak berapa lama lelaki itu tersenum dan duduk disamping wanita cantik memakai mini skirt tersebut.Lelaki bermata sipit tersebut mencoba mengeluarkan selembar ketas berisi nominal yang menggiurkan.
''Kalau bapak bersedia mengambil kebijakan untuk kami,silahkan terima cek yang telah bertanda tangan dari saya ini,beserta Cindy disamping bapak.''Atau anda ingin liburan tuk menghilangkan sedikit kepenatan ?
Lelaki itupun tersipu dan wajahnya sontak nampak begitu puas.
''Baiklah,saya akan memberikan sebuah kebijakan lewat tanda tangan saya.Dan tunggu dalam satu minggu pemukiman tersebut akan segera rata dengan tanah,tim dilapangan yang akan menanganinya.
Merekapun bersalaman,tanda sebuah kesepakatan sebuah kebijakan.Dan sang pengusaha memberikan selembar cek tersebut kepadanya bersama sebuah kunci kamar hotel.Lalau sang pengusaha undur diri bersama rekanya.Lelaki terhormat tersebut segera menuju kekamar hotel bersama Cindy.
*************** sekian****************
Penjara [50k]
Pasrah [50k]
Hay malam
biarkan aku meresapimu
bersama udara lewat nafasku
bercengkrama dalam diamku
Gelap gelap gelap
menjadi terang karena cahaya
bersenandung karena rindu
diam tak berarti berdiam
Kepasrahan dan hening
mengalir bersama detak jantung
pasrah dan menyandarkan harap
menidurkan otak tuk jiwa yang terlelap
Membangunkan jiwa yang terlama tidur
menyingkirkan mimpi panjang
mengatur nafas dalam diam
dan bersenandung bersama irama alam
Udara menemani persetubuhan
satu dua dan tiga
menahan nafsu dan larutkan gelisah
membuangnya lewat celah celah angin yang menerobos kehidungku
Hay malam
ketujuh titik syarafku pasrah menatapmu
fikirkupun kutitipkan kepada udara
demi raga yang menghilangkan hina
Air gemericik menambah syahdu
angin berhembus menyentuh kholbu
tenang dan tenang
lalu diam dalam damaiNya
Hanya kepasrahan
tak ada berontak
maupun pemaksaan
dan biarkanlah aku larutkan
segala gelisah yang membaur bersama emosi jiwa
Duduk dalam diam
tanpa khayal maupun ragu
pasrah bukan menyerah
berserah adalah pasrah
Tiada gelisah
tiada bersusah
tiada takut musnah
karena yang ada adalah tiada
***************
Tenangkanlah dirimu,lewat meditasi,yoga maupun pranayana [seni pernafasan]
Niscaya dirimu kan menjadi sosok yang tenang dalam menjalani kehidupan.
biarkan aku meresapimu
bersama udara lewat nafasku
bercengkrama dalam diamku
Gelap gelap gelap
menjadi terang karena cahaya
bersenandung karena rindu
diam tak berarti berdiam
Kepasrahan dan hening
mengalir bersama detak jantung
pasrah dan menyandarkan harap
menidurkan otak tuk jiwa yang terlelap
Membangunkan jiwa yang terlama tidur
menyingkirkan mimpi panjang
mengatur nafas dalam diam
dan bersenandung bersama irama alam
Udara menemani persetubuhan
satu dua dan tiga
menahan nafsu dan larutkan gelisah
membuangnya lewat celah celah angin yang menerobos kehidungku
Hay malam
ketujuh titik syarafku pasrah menatapmu
fikirkupun kutitipkan kepada udara
demi raga yang menghilangkan hina
Air gemericik menambah syahdu
angin berhembus menyentuh kholbu
tenang dan tenang
lalu diam dalam damaiNya
Hanya kepasrahan
tak ada berontak
maupun pemaksaan
dan biarkanlah aku larutkan
segala gelisah yang membaur bersama emosi jiwa
Duduk dalam diam
tanpa khayal maupun ragu
pasrah bukan menyerah
berserah adalah pasrah
Tiada gelisah
tiada bersusah
tiada takut musnah
karena yang ada adalah tiada
***************
Tenangkanlah dirimu,lewat meditasi,yoga maupun pranayana [seni pernafasan]
Niscaya dirimu kan menjadi sosok yang tenang dalam menjalani kehidupan.
Selasa, 11 Januari 2011
Perempuan Itu [50k]

Dia adalah bunga yang dipetik secara paksa dari sang pandita
ditempatkan didalam istana adi pati yang durjana
elok dan rupawan sungguh menawan
harum semerbak menggoda otak
Bunga yang sungguh mempesona
tiap tatap pria pasti tergoda tuk memilikinya
sebab semerbakmu sungguh menusuk kalbu
menggoda seisi khayal tuk terbang tinggi bersamamu
Perempuan dalam sangkar
indah lekuk tubuhmu merintih hatimu
sandarkan titipkan sebuah pesan kegundahan kepada dahan dahan
berharap angin yang berhembus sudi menyampaikannya kepada belahan jiwa
Adipati menghiasimu manja
cintamu menggeliat perih
dan terkadang bermunajad tuk khianat
berharap kepada dewata tuk melaknat sang Adipati bejat
Perempuan menawan
lewat candi candi senyumu terpantul elok rupawan
tuk singhasari yang sedang bermuram pilu
kau goda sang punggawa tuk mereguk manis madumu
Pilu pilu membiru
memantulkan sejuta keinginan kepada semesta raya
ajak punggawa tuk bercinta
meringkus Adipati durjana dalam lelap dan gelap yang teramat gelap
Perempuan dalam istana
menari nari penuh tawa
durjana musnah dalam pelukanmu
senyum manja punggawa membawamu dalam irama penuh syahdu
*********
Sebuah kisah tentang penderitaan seorang kendedes,yang terenggut kehormatanya sebagai sang putri pandita secara paksa oleh Adipati singasari Tungggul ametung.Dan akhirnya Tunggul ametung tewas ditangan Ken arok pengawalnya sendiri,lewat keris empu gandring yang sempat dititipkannya kepada Kebo ijo.
Langganan:
Komentar (Atom)
