hanya ada rintih suara dalam kecamuk dadaku
Gagak gagak itu akan segera pergi
dan mungkin akan pada mati
mati
dan matiii...
Tubuhku terpaku pada dinding ruanganku
nafasku sedikit memburu
tatapku melesat diantara langit langit ruang gelap
dan jemariku bergerak gerak tiada hentinya
Gagak akan segera pergi dari kepalaku
setelah rintihan lapar saudaraku terkenyangkan
dan sipincang yang terkapar telah berlari lagi
lalu gelap berubah menjadi terang seketika
*****
Seorang ulama dengan bangga dicium tanganya
dipuja diantara para wanita dan pria
mobil mobil mewahpun berjejer rapi dihalaman
tak ada satupun sepeda jengky yang butut terparkir disitu
Sang embel hanya menatap ulama dari foto saja
bertemu hanya dijadikan angin lalu sang ulama
ulama penuh gagak dikepalanya
sang gembel tetaplah gembel yang tak pantas disampingnya
Hmmmm....
biadab
tiada cahaya matahari tuk pesolek
hanya kantung mayat yang pantas disandangnya
Tak pantas tuk berulama
bila tak tau sesama
tak pantas memeluk agama
bila masih membedakan sesama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar