Senin, 14 Maret 2011



Dear apa kabar semua hehe...
Semula gua gak akan pernah nyangka bisa bertemu dengan teman-teman didunia maya, hmmm apalagi dengan sosok-sosok yang terkenal dan sudah mempunyai karakter tersendiri hehe. Seperti kopral yang mantan IT Pengeboran minyak ini misalnya...



Rabu, 02 Maret 2011

Pengertian Islam Yang Terbagi Menjadi 73kelompok

Salam Sejahtera untuk para pembaca dimanapun anda berada. Ijinkan saya mengajak anda berdiskusi tentang 73 golongan islam yang telah terpecah belah tersebut, dan menurut hadist Rasulullah hanya satu golongan yang benar, yaitu AL-Jamaah :

“Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, 'Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah. Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya, seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya.” HR. Sunan Abu Daud.

Yang perlu kita bedah atau jabarkan pada hadits tersebut yaitu kata Al-Jamaah, yang mana banyak yang salah mengartikanya. Sehingga masing-masing kelompok mengaku bahwa merekalah yang diantara salah satu yang paling benar tersebut.

Dan diantara golongan-golongan tersebutpun kemudian terpecah-pecah lagi, sehingga akan bermunculan lebih dari beratus-ratus kelompok yang mengaku pahamnyalah yang paling benar, sehingga Islam itu sendiri seolah-olah menjadi sebuah agama yang sangat membingungkan.

Jemaah dalam artian yaitu berkumpulnya para hamba Allah menjadi satu dari keadaan yang sebelumnya yaitu bercerai berai. Tidak membedakan warna kulit maupun tingkatan sosial dan ekonominya bahkan agamanya sekalipun.

Pertanyaan saya adalah, apakah kita akan membedakan sesama kita bila dalam keadaan yang teramat genting, misalnya dalam situasi bencana alam yang teramat dahsyat menelan korban materi dan jiwa, apakah kita menayakan dulu siapa kamu dan apa agamamu dan dari golongan apakah dirimu ?

Sungguh keterlaluan bila kita yang dalam posisi sedang sulit-sulitnya menayakan sang korban bencana seperti itu.

Apakah Rasulullah mengajarkan kita untuk membeda-bedakan sesama mahkluk ciptaan Tuhan ?!
Dan apakah para nabi sebelumnya diperintahkan untuk membeda-bedakan dan mengajarkan bahwa kebenaran mutlak dimiliki oleh suatu kaum ?!

Tolong tunjukan kepada saya siapa nabinya dan apa kitabnya.

Sungguh kebenaran hanyalah mutlak milik Allah S.W.T semata, siapa yang mengaku dirinya ataupun kelompoknyalah yang paling benar, sesungguhnya merekalah orang-orang yang sedang tersesat dalam pemahamanya.

Baginda Nabi Muhamad S.A.W menjelaskan bahwa golongan yang benar yaitu yang mengikutinya dan para sahabatnya, baik secara wajib maupun sunahnya.
Yaitu mengajak kita secara berjamaah saling membantu sesama ciptaan Tuhan yang dalam kesusahan, baik secara fisik maupun materi dan spiritual.

'' Lakum dinukum walyadin, bagimu adalah agamamu dan bagiku adalah agamaku.

Namun kita harus senantiasa tetap satu [ berjamaah ], dalam urusan kebajikan. Tiada membedakan satu sama lainya, karena tujuan kita yaitu sama-sama menuju ridho Sang Pencipta. Hanya cara kitalah yang berbeda.

Seperti pada sifat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Lagi Maha Penyayang.

Lihatlah ciptaaNya seperti pada matahari, pernahkah dia bersinar dengan pilih kasih kepada satu kelompok, tentu tidak bukan ?!
Mari kita tengok kembali diri kita masing-masing, sudahkah kita memiliki sifat yang pengasih dan penyayang itu ?!

Semoga kita senantiasa terus merenungi diri kita, bahwa kebenaran hanyalah mutlak milik Sang Pencipta. Dan Islam itu adalah wujud keindahan bagi semesta alam.

Hanya ini yang bisa saya sampaikan dari saya yang masih teramat bodoh ini, semoga anda bisa menambahkanya pabila ada kalimat yang kurang ataupun salah menurut pengertian anda.

Selamat berjuang untuk kemanusiaan.

Salam

Budi

Senin, 21 Februari 2011

Pulang Bersama Angin


Aku pulang bersama angin yang berhembus, melewati lembah-lembah kegundahan hati dan lembah-lembah yang teramat gelap tuk segala asa, gelapnya malam yang diselimuti dingin telah menyadarkanku dari pelukan ego yang begitu eratnya, membentuk jubah yang begitu tebal ditubuhku dan sebagian lagi telah berupa mahkota yang tersemat dikepala, menutupi rambutku yang panjang sehingga otaku gampang mendidih dikala sang surya menyapaku dengan garang dikala siang menyetubuhi benaku.

Kini aku telah pulang bersama angin, menikmati dinginya sifatnya yang berhembus, menelanjangi seluruh rasa yang sempat gemukan egosentrisku yang dulunya hanya berupa sikecil yang begitu dekil.

Wahay angin, teruslah kau berhembus, temani bumi tempatku berpijak dan bercocok tanam bersama beraneka ragam rupa dan warna dunia, Aku ingin seperti dirimu, yang tidak terlihat namun selalu berkerja demi sesuatu yang sangatlah bermanfaat, walaupun kau adalah bagian dari diriku.

Angin…

Kini Aku telah kembali pulang bersamamu, lewat nada-nada kasihNya yang menggoda melalui senyum mesra sang rembulan, kau pertemukan Aku disepertiganya yang senyap, lalu kau robek jubahku yang begitu tebalnya dan kau lemparkan mahkota dikepalaku sejauh-jauhnya, sehinggaku sempat terpental ketanah yang keras, namun sedikpun tubuhku tak merasakan sebuah kejatuhan yang menghentak rasaku, karenaku telah terbiasa dibawah, walaupun sesekali kau membawaku terbang keawang-awang melintasi berbagai macam senyum dan tawa yang telah teruji duka lara.

Aku telah kembali bersamamu, lewat tarikan dan hembusan nafas yang penuh harmonisasi, lewat ungkapan kasihNya yang tiada terhingga selamanya, dan Aku kembali seperti semestinya yang kuharapkan apa adanya tanpa bla bla bla yang ber syalala lalala.

DariNya dan kepadamulah dia titipkan sebuah kepulanganku, menanti datangnya izroil yang tak sedikitpun memberikan tanda kepadaku, hanya sebuah persiapan yang penuh dengan senyuman dari bercocok tanam diatas tanah yang kan menjadi tempatku berbaring dalam peristirahatan terakhir.

——————————————————-

Mencari jati diri, lewat sebuah renungan. Dan dia akan datang dan berbicara disuasana yang sunyi dan senyap, yaitu disepertiga malam.

Jangan percaya dengan yang menulis, tapi cobalah simak tulisanya saja, siapa tahu ada yang bermanfaat buat anda yang luar biasa.

bjb 21-02-2011

salam

boil

Sabtu, 19 Februari 2011

Pandangan

Ingin rasanya aku teriak ditelingamu
sekeras-kerasnya dan sekencang-kencangnya
agar kau bisa tau betapa menggeloranya perih didadaku
yeah, dadaku terasa perih dengan keakuanmu

Kau lemparkan seutas janji kemarin lusa kepadaku
dengan haru biru kumenantikan itu

Namun apa daya
kau hanya menganggapnya sebuah angin lalu yang tiada nilainya

Sungguh terlalu
pandanganmu melukai perasaanku

Apakah aku hanya sekedar anak muda berpakaian lusuh
dan kau seorang ibu yang senantiasa dianggap bijaksana dalam tutur kata

Oh tidak tidak...
pandanganmu sangatlah keliru
dan aku tahu Kekasihkupun sangat marah kepadamu
karena buruknya penglihatanmu terhadap dirimu sendiri

*****
Lihatlah hay kau yang sempat kupanggil ibu
kemarilah dan dengarlah petuahku

Tundukanlah pandanganmu
disaat kau menghadapi orang lain
siapapun itu
agar egomu tak menjadi subur
dan diatas langit masih ada langit
dan sadarlah
bahwa dirimu bukanlah siapa-siapa
itu saja

Rabu, 16 Februari 2011

Puisi Aja

Anugerah ungkapan keindahan Sang Pencipta cinta jagat raya.

Guna saling berempati kepada jiwa-jiwa yang berbeda satu sama lainya.

Angin barat berhembus ketimur, lalu keutara dan memutar kearah selatan dan kembali menuju barat.

Menghadirkan sebuah kehadiran yang berkasih sayang dan penuh keindahan.

Alam semestapun saling merayu dan berdendang penuh rindu dalam irama warna-warni yang menyejukan hati.

————————————

Tuhan

sapalah rindu kami terhadap sesama yang bernafas

bukalah kedua mata kami secara jelas

agar tidak rabun dalam memandang keindahan-Mu yang penuh warna

kikislah ego kami

agar tidak merasa paling benar

karena kebenaran hanyalah mutlak milikmu semata ya Tuhan

amin…

—————————————-

bjb 16-02-11

bvb

Senin, 14 Februari 2011

Kering

ranting-ranting mulai mengering
diantara semak belukar
burung nazarpun terbang tinggi melintasi cakrawala
dengan mata merahnya bersiap menerkam mangsa

Tuhan

bumiku telah merintih
para jiwapun tak lagi mengenal siapa dirinya
hanya ada materi dan pelepas shawat dibenak mereka

Minggu, 13 Februari 2011

Valentine dalam puisi

Violet senja memukau gemericik hati yang senantiasa merindu sebuah kasih

Alur ceritamu menyentuh rasa yang telah lama remuk redam oleh amarah

Lewat lukisan cinta dari semesta imagiku melayang tinggi

Empati yang kau ajarkan kepadaku tawarkan berjuta keindahan

Namun nada-nada sumbang senantiasa menolak sesuatu yang berbeda dari mereka

Tetapi tiap wajah selalu memang berbeda dan pastilah berbeda

Indah itu memang selalu dengan suatu yang tak serupa

Namun begitulah adanya dunia beserta isinya

Elok tak berarti harus serupa dan senama dalam menuju cinta dan kasih-Nya

————————————-

Hapy valentine, semoga cinta kasih kita senantiasa berjalan beriringan tanpa membedakan satu sama lainya.

salam kompasiana

by

bvb