Ingin rasanya aku teriak ditelingamu
sekeras-kerasnya dan sekencang-kencangnya
agar kau bisa tau betapa menggeloranya perih didadaku
yeah, dadaku terasa perih dengan keakuanmu
Kau lemparkan seutas janji kemarin lusa kepadaku
dengan haru biru kumenantikan itu
Namun apa daya
kau hanya menganggapnya sebuah angin lalu yang tiada nilainya
Sungguh terlalu
pandanganmu melukai perasaanku
Apakah aku hanya sekedar anak muda berpakaian lusuh
dan kau seorang ibu yang senantiasa dianggap bijaksana dalam tutur kata
Oh tidak tidak...
pandanganmu sangatlah keliru
dan aku tahu Kekasihkupun sangat marah kepadamu
karena buruknya penglihatanmu terhadap dirimu sendiri
*****
Lihatlah hay kau yang sempat kupanggil ibu
kemarilah dan dengarlah petuahku
Tundukanlah pandanganmu
disaat kau menghadapi orang lain
siapapun itu
agar egomu tak menjadi subur
dan diatas langit masih ada langit
dan sadarlah
bahwa dirimu bukanlah siapa-siapa
itu saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar