ranting-ranting mulai mengering
diantara semak belukar
burung nazarpun terbang tinggi melintasi cakrawala
dengan mata merahnya bersiap menerkam mangsa
Tuhan
bumiku telah merintih
para jiwapun tak lagi mengenal siapa dirinya
hanya ada materi dan pelepas shawat dibenak mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar