Selasa, 25 Januari 2011

Cakrawala dan Aku [50k]

Hujan membasahi kepalaku yang kotor,menyapu butiran-butiran keringat disekejur tubuhku yang berbau amis.Melarutkan resahku tentang kesendirian,bersama angin yang membelai dingin kurasakan kesejukan.

Petir bersembunyi diantara awan hitam,cahayanya mengejutkan lamunanku.Gemuruh halilintar memang sahabat sang hujan,namun birunya langit hanya milik sang mentari.Bergemuruh menyerupai isi dadaku yang bergetar hebat bila kau sebut namanya.

Bagaimana bisa matahari mendekati bulan disiang hari,sedangkan malam adalah kekasihnya yang bergelayut mesra.Mungkin hanya mega yang bisa berubah warna yang selalu suka berkunjung kepada mereka berdua kapan saja.

Aku senang kepada mereka berdua,walau terkadang akalku memaksaku tuk gelisah ketika birunya langit berubah tiba-tiba saja.Aku ingin menatap bintang dikala malam,dan akupun menginginkan mentari tuk hiasi hariku.

Cakrawala membuatku selalu bertanya tentang diriku yang menyerupai mereka.Yang senantiasa mudah berubah kapan saja,menyisakan beribu misteri dan tanda tanya saja.Sepertinya aku harus merayu malam, agar dia mau bercerita banyak tentang diriku dikala siang hari,dan mengenalkanku kepada sang kekasih sejati.

Menatap
merasa
bicara
marah serta teriak
Apakah tidak ada bedanya dengan suasana langit yang berhias berbagai macam yang bergelayut bersamanya.Haruskah aku menghilangkan awan hitam,agar petir tak selalu memakan korban dikala harus menyambar.

Entahlah,dan aku hanya bisa berbicara kepada kebisuan yang masih saja bimbang.Dan mungkin suatu saat nanti sang kekasih membisikan sesuatu yang begitu mesra tentang ini semua.

Lelah [50k]


Kedua mataku telah menjadi buta

tak mampu lagiku menatap sang purnama yang menyapa manja

bungakupun telah layu dikebunya

saat mega mengajak surya menelanjangi hariku

Aku menunggunya dipadang yang hijau,namun dia telah berada didalam sangkar bersama sang pangeran dari negeri seberang. Sekilas aku masih mengingat senyumnya yang khas menyerupai anggur merah,membuatku kepayang dalam pelukan malam.

”ohh tidak tidak.. ”

Satu persatu rambutku mulai rontok dibuatnya,kulit kepalakupun mulai kering karena pijakanya terlalu keras dikepalaku saat dia menari.Ingin rasanya segera kutangkap dirimu lalu kubunuh dan kubuang kejurang biar dimakan binatang liar.

”aku sudah teramat lelah,ingin sekali kusandarkan tubuhku diatas pembaringan dengan segera,lalu terlelap hingga sebuah cahaya datang menyapaku dan mengajaku pergi kesebuah dermaga.

Namun masih banyak segudang pekerjaan rumah yang belum terselesaikan olehku.Membersihkan kamar mandi,mencuci piring,membersihkan langit-langit dari sarang laba-laba dan membuka jendela-jendela yang kusam kacanya.

”hrrrggggggggg…

”Aku ingin segera pergi,menemuimu lalu kita segera pergi dari kebisuan ini.

Tak kembali lagi bersama mimpi-mimpi yang tak terpunguti,melewati padang hijau yang segera menjadi gersang.Dan kitapun menutup mata dan membunuh semua realita.

******

Senin, 24 Januari 2011

Ilalang Kering [50k]

Angin berhembus dipadang ilalang
merebahkan tubuhnya yang kering kerontang
setitik api terbuang ditengahnya
sekejab melumat lalu berkobar seketika

Begitu cepat api menyapamu
lalu meninggalkan sebuah kenangan hitam
semoga hujan segera menyapa
menumbuhkan tunas baru menjadi padang nan hijau

Perempuan Paruh Baya [50k]


Aku tak tahuharus berbuat apa untukmu

ketika kutahu kakimu berdarah

dan beberapa sembilu dihiriskan kehatimu

lalu merekapun pergi dengan tertawa setelah puas memasung ceriamu ditembok resah

Hay perempuan paruh baya

sepimu memungut sedihku tuk berontak

tapi lihatlah

dan kenapa langit terus begini

air mataku sudah mengering

dan mungkin hanya cairan berwarna merah yang harus kuteteskan

Aku hanya sanggup membaca kata-katamu dilayar segi empat

kau terkapar diatas bara

sekali lagi aku hanya bertanya kepada langit

sampai kapan mendung menyelimutinya

Aku lelah dengan kecemasanku

tawaku tak mengenakan lagi ketika kupandang sekelilingku

aku teringat bahwa kita harus tetap tertawa ketika belati menikam dada

tapi untuk saat ini kujahit mulutku

sebab aku tak patut melakukan itu

Perempuan paruh baya

kakikupun berdarah saat ini

dan aku hanya bisa membicarakanya kepada langit

agar kelak kita bisa tertawa lagi

karena cuma itu kekayaan kita

Maafkan aku tak disampingmu

[sumber ilustrasi; dramaindonesia.wordpress.com]

Tentangmu [50k]

Mengenal lautmu, sama sajaku mengenal keluasanmu yang tanpa batas.Dalam dan terhampar luas,berjuta misteri dan segala kekayaan dan keutamaan begitu mendebarkan isi dada.Mengalir dan dialiri dari berjuta mata air yang mengalir dari ketinggian.Gulungan-gulungan ombakmu terkadang memberikanku sebuah jawaban tentang diri,begitu juga dengan terpaan ombak yang menghantam karang itu, membuat diriku semakin merasakan sebuah kekuatan tentang pelayaranku disamudra tanpa batas.

Memandang langit yang mempunyai sisi yang berbeda, antara siang dan malam yang sama-sama memiliki keindahan. Lewat birunya langit disiang hari, aku dapat memandang gumpalan awan putih disapa sang surya, bersama burung-burung yang berterbangan dicakrawala.Pelangi disore hari datangnya setelah hujan deras, dan itupun bagian yang kecil dari keistimewaan siang yang dihidangkan oleh sang langit. Gugusan bintang dimalam hari mengajarkanku tentang indahnya gelap yang berhias cahaya, rembulan yang tersipu malu nampak sayu membuatku semakin rindu denganmu. Dan langit malam mengajaku tuk mencoba menemuimu disudut yang paling sepi, lalu kita berdiskusi tentang sebuah cinta yang mengasihi.

Aku teringat dengan pujanggamu yang bernama rumi, dia banyak berbicara tentang kekasihnya yang membuatnya menuju fana. Aku yakin kekasih rumi juga kekasihku, begitu juga dengan Hallaj yang takdirnya sampai ketiang gantungan gara-gara bersetubuh denganmu.

Suasana hari dari laut kedarat sama mesranya, burung dan ikanpun saling memadu kasih lewat cintamu. Dan aku hanya bisa menyaksikan mereka lewat kedua matamu pada diriku. Terkadang aku menatap wajah cantikmu dikala senja dibibir pantai, tapi aku tak dapat mengabadikan parasmu, sebab kecantikanmu telah terpatri dimanapun mataku memandang.

Kau adalah sebuah keindahan, namun kau bisa berubah menjadi sesuatu yang menakutkan tikus-tikus liar dan anjing-anjing jalang. Para manusia yang takberkemaluan mengabaikanmu didalam berangkasnya yang berbau sperma. Tapi kau masih saja menggenggam cintanya walau terkadang kau tunjukan kekasaranmu kepada laut, tanah dan gunung.

Kepada laut aku merenung, kepada langit kuceritakan segala keindahanmu.Aku ingin cintamu,melepas kasih bersama segala kisah perjalanan nafas ditubuhku.
Tentangmu takan pernah tergantikan, dan Kau selalu dihatiku yang nomer satu.

Sayang [50k]

Aku lebih senang menatap bulan dimalam hari
daripadaku menatap sebuah pertunjukan disebuah stadiun
sebab sang rembulan ingatkanku kepadamu sayang
daripada sebuah konser musik yang menyesakan nafasku

Banyak orang yang berbondong-bondong ingin kaya
lalu naik haji biar kaya lagi
tapi aku lebih suka menjahit sajadahku
biar aku bisa menemuimu dimalam sepi itu
lalu kita bercinta

Aku lebih suka berjalan kaki saja dalam mengejar cintamu
sebab uangku tak cukup tuk membeli sebuah mobil
yang terpenting langkahku menujumu
karena kutahu kau pasti menyukai cumbu rayuku merajut rindu

Aku suka telanjang ketika menjumpaimu
sebab kita sedang bercinta
tanpa sehelai benang itu pasti
biar kita bisa leluasa dalam pergulatan fana

Waktuku hanya sedikit darimu
sebab aku harus bercocok tanam untuk saudaraku
dan aku tahu kamu sangat menyukai itu
sebab buat apa aku kaya
kalau ladangku kering kerontang tuk sekitarku

Aku cuma bisa menceritakanmu lewat puisi basi
berbau pornografi
sebab kita butuh telanjang dalam percintaan
dan aku tahu kaupun menyukainya kekasihku

Mereka lebih suka kesantunan aksara
namun aku tak tahu dibalik bajunya
apakah kepalanya suka beronani
dan menutupinya dengan peci biar dianggap suci

Tapi sudahlah
aku tak boleh mengerutu tentang mereka
sebab aku sama saja kalau begitu
biar saja kita disini bercinta tanpa siapa-siapa
disebuah bilik bersama para jangkrik dan cahaya rembulan yang melirik genit

Itu saja sepertinya
sebab bla bla bla
bisa membuat kita bersyalalala

Mulutnya Bau Kelamin [50k]

Aku melihatnya dimana-mana
bicara keadilan depan penggusuran
bicara kelaparan mulutnya bersendawa

"hheeggg... "

Ingin sekali kudekati mereka
lalu memotong kelaminya
daripada cuma dalam celana

Hampir tiap hari mereka onani
semprot sana semprot sini
menghabiskan waktu dan buang-buang energi jelata saja

Sungguh menjijikan dari sperma
mulut mereka tak pantas minum kopi
sebab mulutnya berbau kelamin
sungguh ngeri dari selangkangan

********
Tanpa punya rasa malu
politisi mengobral janji
menikam jelata lewat senyumnya
lalu pergi setelah onani
sungguh tak berkemaluan lagi

*********