Puisi
- cerpen (1)
- edukasi berspasi (1)
- fiksi kompasianaku (1)
- forum dua (1)
- iseng (1)
- Kampung fiksi (7)
- Kampung fiksi : Januari 50Ribu kata (13)
- Kampung fiksi :januari 50k (69)
- Kampung fiksi :Januari 50Ribu kata (23)
- kampung fiksi:januari 50k (8)
- mencari jati diri (1)
- prosa (1)
- puisi (1)
- selingan (1)
Selasa, 25 Januari 2011
Cakrawala dan Aku [50k]
Petir bersembunyi diantara awan hitam,cahayanya mengejutkan lamunanku.Gemuruh halilintar memang sahabat sang hujan,namun birunya langit hanya milik sang mentari.Bergemuruh menyerupai isi dadaku yang bergetar hebat bila kau sebut namanya.
Bagaimana bisa matahari mendekati bulan disiang hari,sedangkan malam adalah kekasihnya yang bergelayut mesra.Mungkin hanya mega yang bisa berubah warna yang selalu suka berkunjung kepada mereka berdua kapan saja.
Aku senang kepada mereka berdua,walau terkadang akalku memaksaku tuk gelisah ketika birunya langit berubah tiba-tiba saja.Aku ingin menatap bintang dikala malam,dan akupun menginginkan mentari tuk hiasi hariku.
Cakrawala membuatku selalu bertanya tentang diriku yang menyerupai mereka.Yang senantiasa mudah berubah kapan saja,menyisakan beribu misteri dan tanda tanya saja.Sepertinya aku harus merayu malam, agar dia mau bercerita banyak tentang diriku dikala siang hari,dan mengenalkanku kepada sang kekasih sejati.
Menatap
merasa
bicara
marah serta teriak
Apakah tidak ada bedanya dengan suasana langit yang berhias berbagai macam yang bergelayut bersamanya.Haruskah aku menghilangkan awan hitam,agar petir tak selalu memakan korban dikala harus menyambar.
Entahlah,dan aku hanya bisa berbicara kepada kebisuan yang masih saja bimbang.Dan mungkin suatu saat nanti sang kekasih membisikan sesuatu yang begitu mesra tentang ini semua.
Lelah [50k]

Kedua mataku telah menjadi buta
tak mampu lagiku menatap sang purnama yang menyapa manja
bungakupun telah layu dikebunya
saat mega mengajak surya menelanjangi hariku
Aku menunggunya dipadang yang hijau,namun dia telah berada didalam sangkar bersama sang pangeran dari negeri seberang. Sekilas aku masih mengingat senyumnya yang khas menyerupai anggur merah,membuatku kepayang dalam pelukan malam.
”ohh tidak tidak.. ”
Satu persatu rambutku mulai rontok dibuatnya,kulit kepalakupun mulai kering karena pijakanya terlalu keras dikepalaku saat dia menari.Ingin rasanya segera kutangkap dirimu lalu kubunuh dan kubuang kejurang biar dimakan binatang liar.
”aku sudah teramat lelah,ingin sekali kusandarkan tubuhku diatas pembaringan dengan segera,lalu terlelap hingga sebuah cahaya datang menyapaku dan mengajaku pergi kesebuah dermaga.
Namun masih banyak segudang pekerjaan rumah yang belum terselesaikan olehku.Membersihkan kamar mandi,mencuci piring,membersihkan langit-langit dari sarang laba-laba dan membuka jendela-jendela yang kusam kacanya.
”hrrrggggggggg…
”Aku ingin segera pergi,menemuimu lalu kita segera pergi dari kebisuan ini.
Tak kembali lagi bersama mimpi-mimpi yang tak terpunguti,melewati padang hijau yang segera menjadi gersang.Dan kitapun menutup mata dan membunuh semua realita.
******
Senin, 24 Januari 2011
Ilalang Kering [50k]
merebahkan tubuhnya yang kering kerontang
setitik api terbuang ditengahnya
sekejab melumat lalu berkobar seketika
Begitu cepat api menyapamu
lalu meninggalkan sebuah kenangan hitam
semoga hujan segera menyapa
menumbuhkan tunas baru menjadi padang nan hijau
Perempuan Paruh Baya [50k]

Aku tak tahuharus berbuat apa untukmu
ketika kutahu kakimu berdarah
dan beberapa sembilu dihiriskan kehatimu
lalu merekapun pergi dengan tertawa setelah puas memasung ceriamu ditembok resah
Hay perempuan paruh baya
sepimu memungut sedihku tuk berontak
tapi lihatlah
dan kenapa langit terus begini
air mataku sudah mengering
dan mungkin hanya cairan berwarna merah yang harus kuteteskan
Aku hanya sanggup membaca kata-katamu dilayar segi empat
kau terkapar diatas bara
sekali lagi aku hanya bertanya kepada langit
sampai kapan mendung menyelimutinya
Aku lelah dengan kecemasanku
tawaku tak mengenakan lagi ketika kupandang sekelilingku
aku teringat bahwa kita harus tetap tertawa ketika belati menikam dada
tapi untuk saat ini kujahit mulutku
sebab aku tak patut melakukan itu
Perempuan paruh baya
kakikupun berdarah saat ini
dan aku hanya bisa membicarakanya kepada langit
agar kelak kita bisa tertawa lagi
karena cuma itu kekayaan kita
Maafkan aku tak disampingmu[sumber ilustrasi; dramaindonesia.wordpress.com]
Tentangmu [50k]
Memandang langit yang mempunyai sisi yang berbeda, antara siang dan malam yang sama-sama memiliki keindahan. Lewat birunya langit disiang hari, aku dapat memandang gumpalan awan putih disapa sang surya, bersama burung-burung yang berterbangan dicakrawala.Pelangi disore hari datangnya setelah hujan deras, dan itupun bagian yang kecil dari keistimewaan siang yang dihidangkan oleh sang langit. Gugusan bintang dimalam hari mengajarkanku tentang indahnya gelap yang berhias cahaya, rembulan yang tersipu malu nampak sayu membuatku semakin rindu denganmu. Dan langit malam mengajaku tuk mencoba menemuimu disudut yang paling sepi, lalu kita berdiskusi tentang sebuah cinta yang mengasihi.
Aku teringat dengan pujanggamu yang bernama rumi, dia banyak berbicara tentang kekasihnya yang membuatnya menuju fana. Aku yakin kekasih rumi juga kekasihku, begitu juga dengan Hallaj yang takdirnya sampai ketiang gantungan gara-gara bersetubuh denganmu.
Suasana hari dari laut kedarat sama mesranya, burung dan ikanpun saling memadu kasih lewat cintamu. Dan aku hanya bisa menyaksikan mereka lewat kedua matamu pada diriku. Terkadang aku menatap wajah cantikmu dikala senja dibibir pantai, tapi aku tak dapat mengabadikan parasmu, sebab kecantikanmu telah terpatri dimanapun mataku memandang.
Kau adalah sebuah keindahan, namun kau bisa berubah menjadi sesuatu yang menakutkan tikus-tikus liar dan anjing-anjing jalang. Para manusia yang takberkemaluan mengabaikanmu didalam berangkasnya yang berbau sperma. Tapi kau masih saja menggenggam cintanya walau terkadang kau tunjukan kekasaranmu kepada laut, tanah dan gunung.
Kepada laut aku merenung, kepada langit kuceritakan segala keindahanmu.Aku ingin cintamu,melepas kasih bersama segala kisah perjalanan nafas ditubuhku.
Tentangmu takan pernah tergantikan, dan Kau selalu dihatiku yang nomer satu.
Sayang [50k]
daripadaku menatap sebuah pertunjukan disebuah stadiun
sebab sang rembulan ingatkanku kepadamu sayang
daripada sebuah konser musik yang menyesakan nafasku
Banyak orang yang berbondong-bondong ingin kaya
lalu naik haji biar kaya lagi
tapi aku lebih suka menjahit sajadahku
biar aku bisa menemuimu dimalam sepi itu
lalu kita bercinta
Aku lebih suka berjalan kaki saja dalam mengejar cintamu
sebab uangku tak cukup tuk membeli sebuah mobil
yang terpenting langkahku menujumu
karena kutahu kau pasti menyukai cumbu rayuku merajut rindu
Aku suka telanjang ketika menjumpaimu
sebab kita sedang bercinta
tanpa sehelai benang itu pasti
biar kita bisa leluasa dalam pergulatan fana
Waktuku hanya sedikit darimu
sebab aku harus bercocok tanam untuk saudaraku
dan aku tahu kamu sangat menyukai itu
sebab buat apa aku kaya
kalau ladangku kering kerontang tuk sekitarku
Aku cuma bisa menceritakanmu lewat puisi basi
berbau pornografi
sebab kita butuh telanjang dalam percintaan
dan aku tahu kaupun menyukainya kekasihku
Mereka lebih suka kesantunan aksara
namun aku tak tahu dibalik bajunya
apakah kepalanya suka beronani
dan menutupinya dengan peci biar dianggap suci
Tapi sudahlah
aku tak boleh mengerutu tentang mereka
sebab aku sama saja kalau begitu
biar saja kita disini bercinta tanpa siapa-siapa
disebuah bilik bersama para jangkrik dan cahaya rembulan yang melirik genit
Itu saja sepertinya
sebab bla bla bla
bisa membuat kita bersyalalala
Mulutnya Bau Kelamin [50k]
bicara keadilan depan penggusuran
bicara kelaparan mulutnya bersendawa
"hheeggg... "
Ingin sekali kudekati mereka
lalu memotong kelaminya
daripada cuma dalam celana
Hampir tiap hari mereka onani
semprot sana semprot sini
menghabiskan waktu dan buang-buang energi jelata saja
Sungguh menjijikan dari sperma
mulut mereka tak pantas minum kopi
sebab mulutnya berbau kelamin
sungguh ngeri dari selangkangan
********
Tanpa punya rasa malu
politisi mengobral janji
menikam jelata lewat senyumnya
lalu pergi setelah onani
sungguh tak berkemaluan lagi
*********