Senin, 24 Januari 2011

Perempuan Paruh Baya [50k]


Aku tak tahuharus berbuat apa untukmu

ketika kutahu kakimu berdarah

dan beberapa sembilu dihiriskan kehatimu

lalu merekapun pergi dengan tertawa setelah puas memasung ceriamu ditembok resah

Hay perempuan paruh baya

sepimu memungut sedihku tuk berontak

tapi lihatlah

dan kenapa langit terus begini

air mataku sudah mengering

dan mungkin hanya cairan berwarna merah yang harus kuteteskan

Aku hanya sanggup membaca kata-katamu dilayar segi empat

kau terkapar diatas bara

sekali lagi aku hanya bertanya kepada langit

sampai kapan mendung menyelimutinya

Aku lelah dengan kecemasanku

tawaku tak mengenakan lagi ketika kupandang sekelilingku

aku teringat bahwa kita harus tetap tertawa ketika belati menikam dada

tapi untuk saat ini kujahit mulutku

sebab aku tak patut melakukan itu

Perempuan paruh baya

kakikupun berdarah saat ini

dan aku hanya bisa membicarakanya kepada langit

agar kelak kita bisa tertawa lagi

karena cuma itu kekayaan kita

Maafkan aku tak disampingmu

[sumber ilustrasi; dramaindonesia.wordpress.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar