wajah cantik merah merona
tertempel debu dipipi putihmu
bibir merah merekah nampak begitu indah
dengan deretan gigi yang putih berjejer rapi
kau pencarkan sebuah mata air ketulusan
diantara dua bukit kembar yang nampak begitu indah
lembut kasihmu terlukis lewat belaian jari lentikmu
dan lekuk pinggulmu mengisyaratkan sebuah lika-liku hidup yang penuh warna
*****
perempuan dalam kabut
rambutmu terurai menyibak pekatnya gelisah
menggeliat dan berdesah diantara semak belukar
mengharu biru tuk sebuah rindu yang mengalun syahdu
sesekali kau pasang topeng ceriamu kepadaku
walau wajahmu sebenarnya sendu
dan hanya secangkir kopi hitam dengan selera yang sederhana yang dapat kupersembahkan
tuk wajah sendumu
berharap kan segera sama dengan topeng ceriamu
lalu kita bercerita tentang sebab akibat kabut yang begitu pekat
dan kita segera menyibaknya bersama kaki kiri dan kanan kita dengan seksama
diatas garis horizontal yang senantiasa berserah pada yang vertikal
*********
by
bvb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar