Rabu, 09 Februari 2011

Perempuan dalam Kabut

wajah cantik merah merona

tertempel debu dipipi putihmu

bibir merah merekah nampak begitu indah

dengan deretan gigi yang putih berjejer rapi

kau pencarkan sebuah mata air ketulusan

diantara dua bukit kembar yang nampak begitu indah

lembut kasihmu terlukis lewat belaian jari lentikmu

dan lekuk pinggulmu mengisyaratkan sebuah lika-liku hidup yang penuh warna

*****

perempuan dalam kabut

rambutmu terurai menyibak pekatnya gelisah

menggeliat dan berdesah diantara semak belukar

mengharu biru tuk sebuah rindu yang mengalun syahdu

sesekali kau pasang topeng ceriamu kepadaku

walau wajahmu sebenarnya sendu

dan hanya secangkir kopi hitam dengan selera yang sederhana yang dapat kupersembahkan

tuk wajah sendumu

berharap kan segera sama dengan topeng ceriamu

lalu kita bercerita tentang sebab akibat kabut yang begitu pekat

dan kita segera menyibaknya bersama kaki kiri dan kanan kita dengan seksama

diatas garis horizontal yang senantiasa berserah pada yang vertikal

*********
by
bvb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar