lelaki diam dengan mata dibawa angin terbang melintasi berbagai bentuk ranting, daun dan lain sebagainya, lidahnya kelu seperti termakan empedunya sendiri, sesak nafasnya menahan udara kotor yang telah masuk memenuhi seluruh rongga dalam dadanya.
terkadang ia mengharapkan izrail tuk segera menjemputnya, sebab disekelilingnya sudah tidak ada yang bisa dipercaya tuk membagi resah.
malam yang sunyi ia memandang keatas langit, imaginya melayang menemui sekilas wajah yang pernah ia bayangkan bersandar dibahunya, membagi sebuah canda dan sedikit tawa yang membahana.
namun langit tiba-tiba menjadi gelap, dan angin berhembus semakin kencang tak menentu, membawa segala macam kotoran yang berhamburan memenuhi ruang hatinya, sebagian yang terbawa angin berupa benda tajam, terhempas menembus dadanya dan melukai kakinya yang sedang mencoba berlari tuk menghindari badai yang tidak bersahabat.
gagak- gagak mulai berdatangan, padahal izrail belum juga mengasih tanda atau sebuah pesan.
tidak ada kematian tuk lelaki itu.
hanya sebuah pesan yang mirip dengan sebuah kepastian yang paling pasti untuk dirinya saat ini.
*************
lelaki itu mencoba tuk membaringkan tubuhnya, matanya mengarah keatas langit-langit kamarnya, mencoba membalut luka dikakinya dan mengusap rasa sakit didadanya dengan melontarkan sedikit munajat kepada pemilik hatinya, merebahkan rasa tuk sebuah kesembuhan jiwa yang terluka.
keluh kesah tiada lagi berguna baginya, hanya ada sebuah ketakutan tentang sebuah penghianatan yang bermalapetaka, tiada gunanya meratapi diri, hanya menyuburkan rasa dengki yang semakin menjadi, mengadu kepada langit, dan mengharapkan sebuah perjuangan adalah jalan menyingkirkan duri dijalanan yang dapat mengobati luka sang lelaki.
bermunajad dan mencoba meramu sedikit obat, adalah sebuah jalan tuk memulihkan sebuah martabat diri sang lelaki yang telah terkontaminasi dengki dan caci maki, dan izrailpun mengintipnya dengan sedikit tersenyum mengulum, lalu pergi dan menantikan sebuah waktu yang benar-benar telah tertuliskan pada buku pedomanya.
_ sekian_
——————————-
——————————-
bjb 12-02-2011
boil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar