Dear kekasihku.
Apakah kau masih suka dengan ketelanjanganku ?
atau dengan jemariku yang lentik memetik buah pukah warna hitam.
Aku masih suka menyendiri dan menyepi, sering saja benaku teringat akan indahnya dirimu yang mengalir didalam sungai.
Betapa sejuk dan segarnya, bila kuturut melarutkan diriku bersamamu.
Disaat kutermenung dibawah pohon yang rindang, aku suka menatap langit yang biru, aku tahu kaupun ada disana, dan ceriamu kurasakan disini bersama semilirnya angin menyentuh dedaunan.
Seringkali aku bertanya pada hati kecilku. Apakah kau berada dinegri unta, atau kau sedang merayu Leonardo Davinci dieropah, atau mungkin disebuah negeri seribu satu malam bersama pangeran ?!
Hmmm, entahlah.
Sepertinya kalau kau berada disitu, mungkin Rumi akan merasa iri.
Tapi yang kumengerti kau selalu ada disampingku, asalkan pakaian dan topiku tetap bersih dan mewangi, mungkin saja begitu.
Kekasihku.
Aku tahu kau lebih mengerti dariku, saat kedua mataku nyaris tak dapat mengenalimu, lewat surat-surat yang kau titipkan kepada yang teristimewa, tapi aku telah mencoba tuk membukanya lebar-lebar, kemudian aku membacanya, lalu aku mencoba tuk memahami kata-kata cintamu, sungguh cacing-cacing dalam perut dan kepalaku kau buat menggelepar tak berdaya.
Dan pernah aku membaca sebuah syair dari Tanah merah, bahwa aku bisa bersetubuh denganmu dalam kekosongan. Tapi aku harus benar-benar telanjang dan mengenali siapakah aku.
Baiklah sayang, akukan melakukan itu semampuku, tanpa ku harus beronani. Dan kau sayang, tentu saja setia menantiku dengan senyuman penuh cinta.
Itu saja isi rayuan kataku.
Karena kau lebih tahu dari maksudku.
Dariku yang mendekatimu.
Orang pinggiran.
*******
Ketika kusibuk dengan duniaku
sepiku senantiasa merindu-Mu
dalam belai kasih
dan untaian segala cinta-Mu
tiada yang lebih melambungkan segala rasaku
selain senantiasa bercumbu bersama-Mu
Tuhan
janganlah Kau biarkan aku tersudut oleh keramaian yang fana
peluklah aku dikala kusedang menari bersama hariku
agar kelak disaat kupejamkan mata
tidak dalam keadaan buta dan tuli telinga
amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar