Selasa, 25 Januari 2011

Antalogi Seadanya [50k]

Malam ini rambutku keriting

yang aku tahu tadi pagi masih lurus

apakah ini pertanda ada gumpalan awan gelap

semoga saja tidak menimbulkan petir

...

aku suka minum kopi dekat jendela

tapi akhir akhir ini kopiku pahit

apakah aku harus duduk didepan cermin dan kututup jendelaku

lalu mengambil sedikit gula tuk mengubah rasanya.

Entahlah...

[bvb]

*****

Hidup itu sebuah labirin yang sarat dengan teka-teki, misteri, dimana anugrah dan cinta NYA melimpah ruah tak berkesudahan.

Seperti seorang pejalan..menempuh lika-liku, setiap kelokan, tanjakan, turunan adalah cerita tersendiri, ...Lalu begitu saja ku mengalir bersamanya, dalam buainya, arusnya, gelombangnya.

Kerap kuterdampar di tepian, dimana setiap tepian adalah pantai dari daratan sebuah negeri..yang harus kulewati demi mencari dan terus mencari sampai kudapatkan.

Bagai tersihir oleh sensasi yang gegap gempita, setiap kali berhasil kumaknai satu dan lainnya, kemudian aku menjadikanku sebagai pecandu, pecandu makna dan esensi dari setiap nafas yang berhasil kusentuh.

Kadang terasik masyuk dengan petualangan yang tersaji, sementara waktu yang tersedia mengharuskanku beranjak pergi meniti lain negeri, maka yang kurasa adalah hempasan badai yang meluluh lantakkan sendi.

Aku, menyambut suka cita ini, dan tumbuh menjadi apa yang seharusnya ku mau dalam setiap episode hidup yang kualami.

[arrayanov Novie]

*******

Cinta..

kau hujam panah tepat di jantungku

kau tebar berjuta jarum halus di pembuluh nadiku

aku kehilangan raga

setiap nafasku makin menyesakkan

setiap gerak-ku makin membias

setiap aroma menjalari darahku dengan bisa

Kini ku luluh

setiap hembus nafas bagai selembar nyawaku tercerabut

lumpuh..tak kuasa menahan gelombangmu

menenggelamkanku dalam gelora

yang membiusku, mematahkanku, membelengguku...

aku luruh

aku lumpuh

Bawa aku

selimutiku dengan tubuhmu

genggam aku dalam dekapmu

tak kuasa ku beranjak

bawa aku...

Bila raga harus kutinggalkan

biar nyawaku bersanding dalam jiwamu

biar kuhirup nafasmu

sebagai pengganti hidupku

Cinta,

ku tak pernah mencarimu

kau datang menikamku

kala inginku

melayang, mengembara..

entah dimana

[arrayanov Novie]

*****

Teka teki bulan yang menghias malam

mencumbui isi kepalaku

menceritakan jalan setapak yang penuh paku berhamburan

kutahu salah satu mataku agak rabun tuk memandang bulan

Sedangkan bintang saling berbisik satu sama lainya

bahwa cinta lebih dekat dari daun telinga

tapi kenapa anjing gereja masih menyalaku dalam pencarian

apakah aku harus mengajak mereka berdiskusi atau aku harus tetap jalan tanpa lirik kiri kananku

Sudah waktunya gelisahku larut bersama sungai yang basah mengalir

dan segera kupunguti semangat yang disapa bulan

semoga ribuan pertanyaanku tentang sebuah cinta dapat meluruskan rambutku yang sudah ikal

agar lelahku berubah menjadi segar kembali

[bvb]

******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar