Sabtu, 29 Januari 2011

Puisi terakhir [50k]

Terpaku aku dalam sisa kecemasan yang lalu
Ketika beribu rasa hanya tertuju padamu
Auramu jingga merah muda dan biru
Bayangmu menari di pelupuk mataku
...Menyingkap tabir hasratku yang baru

Ulurkan tanganmu,
aku ingin turut menari
tutup mataku, dan biarkan hatiku yang menyala
agar aku hanya melihatmu
selalu kamu
jingga merah muda dan biru
dalam asaku

Lalu mimpi

aku telah memilih diam
kau menari di relung mimpiku

aku telah memilih pergi
kau mencengkeram lenganku, menahanku
...
bukan kamu yang harusnya ada di mimpiku
bukan lakonmu yang harusnya kunikmati

kita tak berjalan di rel yang sama
begitulah bait puisi terakhirmu
yang kuingat

*****





Tidak ada komentar:

Posting Komentar