Rabu, 26 Januari 2011

Antalogi tak berjudul [50k]

jalan ini pernah kita lalui..
membentang seluas tahun yang berganti
langkah kecil itu terpaku,
sempurnakan kata yang terbalut rindu

...jalan ini masih terlalu baku
lugu dalam hening asa bisu
jemari kita tertaut ragu
menjadi titian yang samarkan rindu

[arra nov]

******
terkadang aku sering lupa
apa yang telah kusampaikan lewat aksara
padahal aku adalah bagian dari kata
yang tergoreskan diatas bebatuan jalan berliku

aku tak mengerti siapa diriku
yang kutahu duniaku begitu kecil dan terasa singkat
hidupku adalah sebuah yang mengalir
dari pegunungan menuju lautan

aku tak mau terpaku oleh indahnya rembulan merayu bintang
atau pada manis paras bidadari
aku hanya merindukan kekasihku
sebab Muhammad adalah kekasihNya

[bvb]

*******

seonggak daging ini awalnya tak bernama
sebentuk gumpalan darah yang berdenyut
kala udara menerpa hati
lalu putih menorehkan sisi yang tak terduga
dan hitam menjadi bayangannya

[arra nov]

*******

bintang yang berkilau tak nampak indah tanpa malam yang hitam
dan pelangi takan terbiaskan tanpa gelapnya mendung dahulu
sebab raga tak pasti berarti
tanpa cumbu dimalam yang sunyi

dan aku...
sesungguhnya tiada
karena aku bukanlah aku
ragaku bukanlah untuk diriku
tapi untukmu dia dan mereka
karena aku adalah kamu dia dan mereka

[bvb]





Tidak ada komentar:

Posting Komentar