Sabtu, 29 Januari 2011

Dear beloved friend [50k]

Kala kau terlelap dan terbuai sejuta bidadari di mimpimu,
aku menghayati segenap isi hatiku, ya saat ini, saat kau terlelap.
Kau tahu, telah kau sematkan sesuatu yang mungkin awalnya tak kau kira akan kusambut dengan begitu khidmat.
Siapa yang... memulai terlebih dahulu, tak jadi soal...
Justru sekarang, saat ini.. telah kutemukan 'sesuatu' itu mulai tumbuh subur,
dan seperti ku bilang, aku membiarkannya tumbuh subur.
Sementara...
Hati kecilku mengisyaratkan tanda..kau sudah bosan, dan terlalu cepat bosan, kubaca dari sedikit isyarat bahasamu,
Kau akan pergi, dan tak perdulikan apapun yang telah lalu.
Sungguhpun ada seleret perih yang menghantui prasangkaku
aku hanya memilh sebaris senyum, yang telah kusiapkan mulai detik ini, saat ini..
Kelak esok atau lusa kau beranjak pergi, jangan hiraukan aku, pergilah...
kau tahu. aku tersenyum di balik punggungmu.
Pedih ini satu sisi dari seribu wajah cinta, yang mulai tumbuh subur di rasaku..
Maka apa dayaku...karena itu saja yang aku punya
Yang kutahu, cinta memang tak bisa dipaksa,
Jangan khawatirkan perihku,
Bila keyakinanmu akan kau bawa dalam langkahmu
Biar saja begitu adanya,
Jangan permasalahkan perihku
Kau salah bila memaksa aku tuk berpaling, padahal itu maumu
seperti ku tahu, cinta tak bisa dipaksakan...
biarkan saja semua apa adanya
Aku sudah lebih siap...
Aku yakin, aku bisa..

Dear: beloved friend..
when you say, i'm in love..
i say.. that's good
what's the matter?
what's wrong?
...everything will be just OK...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar