Sabtu, 29 Januari 2011

Roman Picisan [50k]

Sebilah belati berpoles darah

menelan ludah bibir merekah

anjing jalang kucing liar

tergelatak diantara aroma amis dan busuk burung-burung gagak

Mataku tak lagi tajam dikala senja

namun hidungku sangat menyukai aroma merah sedikit anyir dan amis

tangis…

hahahaaaaaaaaa adalah sebuah roman picisan kaum lemah

Dinding-dinding malam menyaksikanku menikam

menelanjangi pakaianku yang berhias ragu

tapi itu dulu

sekarang aku adalah jalang haus darah

Bisu sembilu membatu

biduan malam menghibur piluku

ajaku temui izroil

lalu bercengkrama dan tawar menawar tanpa makar

Kedua tangan tak lagi kuangkat menatap langit

sebab sukmaku berdarah

ganyir dan amis bercampur alkohol masa lalu

kini hanya dadaku yang menunduk bersama kepala yang kucoba mencium bumi yang telah lama kukencingi dan kukotori air-air sperma

Bumi meratap haru menyambutku

lapang dadanya walau meronta

sebab kemaren jelata teriak dan sebagian dijemput izroil secara paksa

dan sekelompok srigala menari-nari diatas bangkai mereka

Sebagianku telah menjadi pemangsa

lapar…..

haus darah dan melemparkan amarah

sukmaku berlari

lalu sembunyi mengadu kepada Penguasa bumi

Titik titik

telah berubah menjadi tanya

dan mencoba mengabadikan seru

tapi koma masih memberikan waktu tuk berfikir

agar tidak sia-sia sebelum titik.

***********

bjb 29 januari pinggir trotoar 2011

by

bvb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar