Sebilah belati berpoles darah
menelan ludah bibir merekah
anjing jalang kucing liar
tergelatak diantara aroma amis dan busuk burung-burung gagak
Mataku tak lagi tajam dikala senja
namun hidungku sangat menyukai aroma merah sedikit anyir dan amis
tangis…
hahahaaaaaaaaa adalah sebuah roman picisan kaum lemah
Dinding-dinding malam menyaksikanku menikam
menelanjangi pakaianku yang berhias ragu
tapi itu dulu
sekarang aku adalah jalang haus darah
Bisu sembilu membatu
biduan malam menghibur piluku
ajaku temui izroil
lalu bercengkrama dan tawar menawar tanpa makar
Kedua tangan tak lagi kuangkat menatap langit
sebab sukmaku berdarah
ganyir dan amis bercampur alkohol masa lalu
kini hanya dadaku yang menunduk bersama kepala yang kucoba mencium bumi yang telah lama kukencingi dan kukotori air-air sperma
Bumi meratap haru menyambutku
lapang dadanya walau meronta
sebab kemaren jelata teriak dan sebagian dijemput izroil secara paksa
dan sekelompok srigala menari-nari diatas bangkai mereka
Sebagianku telah menjadi pemangsa
lapar…..
haus darah dan melemparkan amarah
sukmaku berlari
lalu sembunyi mengadu kepada Penguasa bumi
Titik titik
telah berubah menjadi tanya
dan mencoba mengabadikan seru
tapi koma masih memberikan waktu tuk berfikir
agar tidak sia-sia sebelum titik.
***********
bjb 29 januari pinggir trotoar 2011
by
bvb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar