Peracik kata terpana didalam rimba aksara
diantara pohon anggur dia dia tersungkur
sedangkan jemarinya sibuk memetik rimbunnya dedaunan pohon kata
Tak ada spasi sama sekali didalam kantung fiksinya
katanya itu urusan gampang
biarlah titik koma dan tanda seru disimpan dilemari dulu bersama para spasi
Lambat laun langit mulai nampak gelap
ribuan burung mulai beranjak pulang kesangkarnya
sang peracik kata masih mencoba menyusuri belantara aksara
terkadang ia bernyanyi
dan terkadang ia menari
Sungguh kepalanya penuh keceriaan
tak ada rasa takut yang berani mendekat
semua tenggelam dalam rimbunnya pohon anggur
setan provokasipun ia kencingi dibawah pohon rindu
Jagat aksara
belantara kata yang bermetamorfosis cinta
dalam hiasan para spasi titik koma dan tanya telah berseru
bersatu padu dalam samudra fiksi penuh kedamaian
Ketersesatan yang menenggelamkan beraneka rasa
membunuh segala kebencian dan pengakuan
berirama dengan seruan rindunya langit biru
Hitam putih warna warni
bercengkrama dalam narasi diskripsi
berilustrasi lewat intuisi hati
menawarkan berjuta rindu penikmat fiksi.
¤¤¤¤¤¤¤
fiksi tuk kedamaian
sastra tuk keberanian menerima kenyataan
[diambil dari perkataan umar bin khatab]
borneo 07012011
salam
by
bvb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar