Tuhan...
Keinginanku tak terkendali
seperti aku merayu seorrang pelacur saja
kau harus wujud dan puaskan seketika
Tuhan...
sungguh akal budiku teramat berlebihan
melakukan perhitungan selalu dengan segala amaliahku
padahal itu sangatlah tabu bagimu
Aku telah lancang
egoku teramatlah kencang
selama ini aku belum telanjang
padahal nanti kuharus telanjang
Tuhan...
kerikil tajam telah berganti dengan bara
apakah aku harus melaluinya
atau aku memilih jalan pintas yang menyenangkan
Ohh tidak...
maafkanlah atas protesku
aku tahu kau sedang mengatur sebuah pesta untuku
karena kau adalah sang sutradara tanpa bla bla bla
Maafkanlah aku Tuhan...
aku masih teramat latah oleh skenariomu
otakupun terlalu kotor tuk bersantai
berserah diri dengan peran yang kujalani
Baiklah aku akan memeraninya sepenuh jiwa
karena pesta telah menantiku diujung sana
jadi bantulah aku tuk rapikan pakaianku
lalu aku akan menari dan bernyanyi tanpa bla bla bla
Tidak ada komentar:
Posting Komentar