Sabtu, 15 Januari 2011

Dear Semesta [50k]

Dear semesta...
ijinkan aku duduk dalam sepi
melipat kedua kakiku yang saling bertumpu
dan menutup gelisahku

Diantara udara yang begitu halus
akan kucoba menitipkan rinduku kepadamu
mencoba menepis beberapa senyuman diatas alis
mengatur nafas dan larutkan segala gundah gulana kepada udara

Hay semesta besar...
aku adalah bagian dirimu
dan kamu ada pada diriku lewat rancangan yang begitu rumitnya
maka biarkanlah aku telusuri keindahanmu lewat senyap

Udara malam dan pagi sesungguhnya adalah sama
hanya mentari dan suasana yang membedakanya
dan yang pasti kau telah mengatur semuanya
seperti bintang yang hanya nampak keindahanya dikala malam

Hay semesta...
gemericik air hujan diluar menambah syahdu suasana
kedua tanganku tertumpu kepada satu persatu kedua kakiku
dan biarkanlah kunikmati yang kau beri kepadaku

Nafasku semakin berjalan dengan teraturnya
kutarik oksigenmu lewat kedua lubang ciumku
kubawa menuju perut secara perlahan dan kutahan dengan pelan dan sekejab
lalu kubuang dengan perlahan bersama kotoran didalam kepala yang mengendap didada

Sungguh indah suasana penuh harmonisasi
segerombolan wanita bugilpun tiada rasanya sama sekali
dan orgasme dimalam pengantenpun tiada sanggup mengalahi
hanya suasana haru biru yang menyetubuhi rasaku kepada nikmat illahi

Hay semesta...
gugusan bintangmu begitu indah tanpa awan hitam yang bergelayut diatas langit
begitu juga dengan bulan sabit yang merayunya tuk ditemani
dan kecerahan adalah suasana yang menyejukan dari seribu kenikmatan

Jemari jemari yang saling menari diantara rangkaian biji
kedua bibir yang berkolaborasi dengan lidah dan nafas
melahirkan senandung sambil memejamkan kedua kelopak mata
menghayati nikmatnya detak jantung bersama nafas yang bercengkrama penuh irama

Larut dalam fana
menjadi kosong tanpa rasa
dan meninggalkan segunduk daging
dan kembali lagi tuk jiwa yang menggeliat

Dear semesta
bujuk rayuku tuk sebuah mimpi
mengembalikan jiwa yang telanjang
dan mensyukuri segala rasa tuk waktu yang tak begitu panjang

Tak ada amarah
tak ada gelisah
hanya diam yang tak berarti diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar