Jumat, 14 Januari 2011

Jalang Telanjang [50k]


Lelaki malam besimpuh diantara padang yang gersang,tiada daya selain berdiam dalam selimut kalam.
Malam adalah ungkapan waktu yang melarutkan kegelisahan hati,tempat bercengkrama dengan lelah,serta tempat menanggalkan seluruh pakaian demi ketelanjangan yang terimprovisasi suasana hari.

Aksara ini adalah sumbang,tempatku membicarakan jalang,suka dengan telanjang tuk isi dada yang suka tenang.Membicarakan biologis demi tabir-tabir magis,tiada yang ironis bila optimis tanpa mengemis pada sesama ragawi.Sebab ragawi hanyalah subjeck yang berpredikat sebagai objek.Tiada yang lebih istimewa selain menyingkap kebodohan yang mengaku pintar.

Atas nama Jalang yang berlalu lalang dalam telanjang,jiwa-jiwa yang kerontang kan kembali pulang dalam kesegaran.Tiada yang memperkosa dan diperkosa dalam memeluk keindahan lekuk kebenaran.Karena kebenaran itu flexybel dan tak berpihak.

Meronta-ronta…
Bercanda tralala…
Dan berteriak ayayayaya…?!

Angin berhembus tanpa basa-basi.
Takenal jalang
maupun sisuci.

Berpestapora dalam pesakitan jiwa membuat raga terlena.Mengaku manusia mulia namun suka aniaya,memelihara anjing dalam batinya dan memakai dewa diraut mukanya.

Aku adalah jalang dan aku adalah jalang.
Malam adalah siangku
namun siang bukanlah kelamku.Mencoba menjadi manusia adalah hasratku.Namun aku adalah jalang,yang dulunya telanjang dan akan pulang dengan telanjang tanpa ranjang.

*****

sumber gambar :burger kill

Tidak ada komentar:

Posting Komentar