Hay bidadari setengah baya
aku tahu tawamu palsu
sebab dedaunan sekitarmu menangis menatapmu
dan kerikil yang diam berteriak kau penipu diri
Rembulan menangis
menggantikan luka hati yang menganga
ranting jatuh ketelaga
airpun membentuk gelombang
Aku tahu
kemaren kau berteriak kepada gunung dan ombak
dan botol botol itupun kau paksa tuk menanggung sedihmu
lalu kau lemparkan mereka bersama suara bising diotakmu
Sudahlah...
kita hentikan omong kosong ini
jangan biarkan gagak gagak itu mengincar dagingmu yang belum membusuk
kemarilah dan menarilah bersama irama hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar