Senja dibukit hijau.
Ribuan burung terbang memenuhi ruang tatapanku,menari-nari dan bernyanyi tralala trilili.Suara gergaji terdengar memecah sunyi,rusa lari kesana-kemari,tak ada tempat tinggal lagi bagi mereka.Ladang petani masih hijau membentang.Rusapun lapar lalu menerjang.Petani marah rusapun musnah.
Sungai dibawah bukit.
Mengalir begitu jernih,nampak oleh sorot mata ikan-ikan berenang menari kesana-kemari,sungguh mendamaikan hati.Satu kilo dari mata air kaki bukit.Puluhan mesin dumping berbunyi melengking,memekakan telinga dan melukai jiwa-jiwa disepanjang sungai.Air mengeruh pasir berhamburan dan para ikanpun tiada nampak meliuk kesana-kemari.
Rakus...!!!
Demi isi perut atau demi jiwa yang sudah terhanyut oleh paham soksialis,mengeris-iris ekosistem,merampok masa depan generasi,dan memperkosa alam demi kepuasan saat ini.Badut-badut penghuni neraka,menebarkan hawa busuk diatas dunia.Mengundang angkara murka demi terciptanya istana ego sentris diatas bumi.
Kapitalis sejati bertopeng arjuna,memfitnah rahwana dan memorak porandakan kestabilan pedesaan dan hutan-hutan.Agama hanya semacam pakaian sebuah kemunafikan,tiada beri keindahan lewat rupa dan warnanya.Kebusukan telah menjadi aroma sedap tersendiri,tiada peduli langit biru akan segera meremukan belulangmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar