Minggu, 23 Januari 2011

Memandangmu [50k]

Memandangmu bukanlah sesuatu yang menjemukan bagiku,pinggulmu matamu sungguh menyegarkan pandanganku.Dan kedua buah bukit kembar yang menawan terpancar sebuah mata air yang mengayomi jiwa-jiwa yang haus oleh kesegaran.

Semangkuk sari anggur teramat memabukan dibandingkan secangkir madu.
Namun segelas kopi dapat menghilangkan kantuk dalam menyambut pagi,menawarkan sebuah semangat tuk berintuisi.

Semangat
semangat
berkolaborasi bersama harap
lalu melempar apatis
dan menutupi bau petis

Air mengalir menuju ketempat yang lebih rendah
burung pipit tak dapat terbang menuju awan
namun badai tak sudi membelai saya kecilnya
dia bahagia menjadi kecil seperti sang rumput tempatnya bermain

Wanita telanjang menampakan kedua bukit yang menantang
genit matanya menggoda iblis silelaki
yang semula kecil menjadi membesar
lalu mengecil setelah itu mengkerut dan sembunyi

Iblis terbahak-bahak lari dan teriak menang
dua buah bukit kembar seharusnya terpancar sebuah mata air diantaranya
tidak membangkitkan sikecil tuk menjadi besar dengan seketika
lalu mengecil lagi dengan teramat singkatnya

Satu sendok makan kopi terasa nikmat bila cangkirnya kecil,dinikmati dari lidah yang berselera sederhana.
Itu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar