Minggu, 09 Januari 2011

Selalu Begitu [50k]

Sayap-sayapku patah tertembak senapan pemburu

lima belas menit aku mencoba berdiskusi dengan sepi

sambil mengelus jidatku yang sedikit memar

tiada orang lain,dan mungkin hanya iblis yang memandang mlongo didepan pintu

Diluar hujan deras

tiada alas dan payung tuk melintasi malas

hanya rayuan dingin yang mendekati kompor yang panas

segeralah kurenggut cangkirku dan siramkan kopi dengan air panas

Diluar masih lebat hujannya

banyak yang sedang onani seperti badut senayan

hmmm semoga saja tetanggaku tak ada yang menirunya

atau yeah semoga para dukun tak lagi doyan menyan

Selalu begitu

ketika layar virtualku menyetubuhiku

mengajak jemariku bergerak erotis

mengajak para iblis tersenyum manis

Maya…

mengernyitkan jidatku yang memar

lup berdiskusi lima belas menit dalam kamar

hmmm seperti sedang mabuk khamar

Rombongan penghafal kitab memasang duduk diatap

melontarkan pertanyaan dan saling meratap

lama lama baju mereka merah

berebut nama Tuhan dan sering marah

Tuhan hanya tersenyum

tiada Tuhan deh selain Tuhan

begitu mungkin kata para ahli

paham dan diam lebih tentram

******************

Selalu ada ego bila sudah merasa banyak tahu tentang agama.Hindarilah itu,karena itu adalah penyakit terbesar yang merusak nilai keikhlasan sang spiritualis.Lebih baik diam dan mengatur strategi lewat sikap yang mencontohkan tentang perbuatan yang layak dicontoh.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar