Sayap-sayapku patah tertembak senapan pemburu
lima belas menit aku mencoba berdiskusi dengan sepi
sambil mengelus jidatku yang sedikit memar
tiada orang lain,dan mungkin hanya iblis yang memandang mlongo didepan pintu
Diluar hujan deras
tiada alas dan payung tuk melintasi malas
hanya rayuan dingin yang mendekati kompor yang panas
segeralah kurenggut cangkirku dan siramkan kopi dengan air panas
Diluar masih lebat hujannya
banyak yang sedang onani seperti badut senayan
hmmm semoga saja tetanggaku tak ada yang menirunya
atau yeah semoga para dukun tak lagi doyan menyan
Selalu begitu
ketika layar virtualku menyetubuhiku
mengajak jemariku bergerak erotis
mengajak para iblis tersenyum manis
Maya…
mengernyitkan jidatku yang memar
lup berdiskusi lima belas menit dalam kamar
hmmm seperti sedang mabuk khamar
Rombongan penghafal kitab memasang duduk diatap
melontarkan pertanyaan dan saling meratap
lama lama baju mereka merah
berebut nama Tuhan dan sering marah
Tuhan hanya tersenyum
tiada Tuhan deh selain Tuhan
begitu mungkin kata para ahli
paham dan diam lebih tentram
******************
Selalu ada ego bila sudah merasa banyak tahu tentang agama.Hindarilah itu,karena itu adalah penyakit terbesar yang merusak nilai keikhlasan sang spiritualis.Lebih baik diam dan mengatur strategi lewat sikap yang mencontohkan tentang perbuatan yang layak dicontoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar