Say...
aku sudah lama berdiri terpaku menantimu
berbatang batang kerinduan telah habis kuhisap
ketika mentari timbul dan tenggelam fantasiku hanya memainkanmu
Say...
aku disini bercengkrama dengan burung burung yang berkicau
candakupun hampir habis bersama mereka
tapi kenapa kau takunjung datang tuk menemuiku disudut penantianku
Say...
lihatlah
rambutku bertambah panjang
dadakupun sudah tak busung seperti dulu lagi
aku mohon kemarilah dan bercintalah denganku disudut malam sepiku
Say...
jemariku sudah tak mampu lagi memainkan kecapi
karena banyak luka yang menganga tertusuk duri mawar
tapi biarlah nanti juga akan kering tertiup angin disekitarku
Say...
aku masih ingat pada senja itu
kau bikinkan segelas susu untuku
dan kita bercanda dan menikmati lembayung senja dibibir pantai
Say...
kata kataku hampir saja habis tuk menyapamu
aku tahu kau selalu membacanya ketika kukirimkan sebuah pesan dimeja kerjamu
tapi ya sudahlah aku memahami itu
Say...
cobalah mengerti
bahwa ruang rinduku telah terpatri padamu
dan semoga kamu dapat memahami itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar