Seekor ikan berkejar kejaran didalam air yang tenang
dan bagiku dirimupun begitu melakukanku
mengobok obok isi dadaku yang tak bidang
dan membuatku merasa geli dalam kesepian
Berjuta canda bersama beberapa racikan bunga dahlia
memenuhi isi mangkuk hidupku
menawarkan berjuta rasa tuk berjuta tanya
renyah dan sungguh menyegarkan hasil racikanya
Otaku berfikir
tatkala tatapku melesat diatas langit malam
adakah sebuah senyuman yang lebih manja dari kerlip sang bintang
atau hanya tatapan dingin dari sibulan sabit
Kau selalu menari dalam sepinya malam
dan yang paling kubenci disaat kau samarkan senyumu diantara telaga didepanku
membuat rinduku semakin dalam tertancap didalam hatiku
memaksaku tuk memandangi diriku dalam cermin air telaga
*****
Pernah terlintas saat dulu kau rebahkan kepalamu dipangkuanku
rambutmu yang sedikit kau cat pirang begitu menggoda kedua lubang penciumanku
dan memaksa kedua tanganku tuk membelainya
hmmm begitu melambung rasaku kau buat kala itu
dan secangkir kopikupun sampai lupa telah menjadi dingin
Tapi itukan dulu...
Sekarang hanya tinggal pakaianmu yang tergantung didinding kamarku yang pengap
tak ada lagi lipstik yang terukir diantara katup bibirmu yang menggemaskan itu
dan tak ada lagi hangat serta wanginya aroma tubuh yang begitu membuat hasratku menari
yeah sungguh semuanya telah berlalu begitu saja
Tak apalah...
Sebatang nikotin telah menggantikan semua itu
menemaniku dikala sepi
dan menghiburku dikala gundah gulana
sambil kutatap langit dan kupanjatkan berjuta harap padaNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar