
Pengap
Udara disekelilingku terasa teramat pengap
menyesakan dada dan berbau busuk dimana-mana
mentaripun terkadang malas bersinar dan memilih menutup diri dibalik awan putih
Banyak mayat disekelilingku
bergentayangan berlomba-lomba menghiasi dirinya sendiri
dan sebagian menyerupai binatang ternak
berlomba-lomba segera mencari pasangan dan menghasilkan keturunan
Tak ada cahaya matahari
hanya berupa mendung yang membuat udara semakin pengap
karena hujanpun terkadang malas menyirami bumi yang teramat kotor ini
air merasa lelah menyapu samapah-sampah yang begitu melimpah
Bencana
mungkin suatu solusi dari sang kuasa semesta
saat melihat jiwa-jiwa telah bermetamorfosis menjadi mayat-mayat hidup
lupakan bisikan hati tak perduli siapa diri
Serdadu iblis telah mempermainkan isi kepala
membuat sebagian mayat begitu buas memangsa yang lain
berebut kuasa dan bersolek menjadi sang dewa yang harus dipuja
tak perduli ribuan pemangsa bangkai siap mengintai tubuhnya yang mudah membusuk
Aku
tak mungkin lari begitu saja dibawah langit mendung
walau hati senantiasa bersenandung semoga tak berkabung
dalam ribuan dansa aku bersujud kepada langit
semoga hujan segera turun bersama ribuan malaikatnya tuk menjemputku
dan membawaku terbebas dari tumpukan bangkai-bangkai yang bermetamorfosis
Syalalala
syalalalala
syalalalalala
aku ingin terbang dan menutup kedua lubang hidungku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar