Hidung belang berteriak lantang
merayu terkadang merengek penuh sendu
dibawah purnama kepada sikupu-kupu
tawarkan sedikit madu lampiaskan hasrat yang menggebu
*******
Lelaki muda didalam ruang sedikit gelap
terisak tangisnya menengadah tanganya
merayu kepada langit sedikit teriak haru
sodorkan pintanya sedikit memaksa
*****
Sang sufi memainkan serulingnya
kakinya berdarah tubuhnya penuh luka
disamping kanan dan kirinya banyak pemangsa
namun serulingnya masih terdengar merdu berirama
******
Kupu-kupu malam tersenyum genit
terkadang bermunajad kepada semesta
sekedar meminta sedikit rizki tuk makan esok hari
melambaikan tangan tuk sebuah masa depan yang bergelayut kelam
******
Hitam bergelayut putih
hujan meninggalkan pelangi disore hari
dan kosong menjadi isi bila berbentuk wadah
air menggeliat menembis celah-celah sempit
lalu larut dan menghilang
dilaut dia diketemukan
laksana air yang bening menjadi panas
bercampur dengan kopi hitam dengan gula
lalau nikmat tersentuh lidah
******
[pinggir trotoar by bvb]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar