
Dear mawar hitam...
kuharap misteri wangimu tetap semerbak dan menebarkan kesejukan bagi sipencari kedamaian,walau pesanmu banyak kau larutkan lewat kata.Aku masih mengingat kelopakmu yang hitam itu,dan duri-duri yang menghiasi tangkaimu,daunmupun nampak hijau segar dengan bening embun pagi yang masih menempel dipermukaannya.
Aku tidak begitu tahu dengan keadaanmu saat ini,kau begitu sulit kumengerti.Sebab kelopakmu selalu kau balut dengan warna hitamnya,akan tetapi wangimu begitu menggoda kumbang-kumbang jantan hingga mereka berani tertusuk durimu.Dan pastinya aku sedikit tahu tentang itu,namun pengetahuanku tak begitu gampang tentangmu,sebab aku bukanlah kamu.
Aku yakin dibalik hitam warna kelopakmu tersimpan kesejukan dan keharuman yang bukan sekedar harum dan mewangi,namun mempunyai sejuta misteri,sebab hitam itu adalah misteri.Cuma sebatas itu pengetahuanku tentang dirimu hay mawar hitam.Dan aku berharap kau tak layu dipinggir telaga,dan kelopakmu tak terluka begitu saja tergores duri ditangkaimu sendiri,karena aku adalah bagian darimu yang mungkin selalu merindukan keharuman darimu.
*****
Hitam tak berarti hitam
karena hitam bisa saja menghitamkan diri
malam adalah hitam gelap
namun begitu indah dengan rembulannya
hitam adalah misteri disudut sepi
bercengkrama dengan kosong
dan bercanda dengan kehadiranNya
lalu berbagi bersama cahaya
karena hitam tak nampak hitam tanpa putih
Mawar hitam
hiasi sendirimu disudut sepi
mencari jawaban dari kegundahan
bertanya kepada angin dan menuju cahaya
Gelisahmu memanggil sendiriku
tawarkan rindu yang menggebu dari cinta yang sejati
menepi dari harmonisasi basi
terbang bersama para bidadari dalam pelukan sang kekasih sejati
*****
Pencarianku tak hanya disini tentangmu,karena telah lama kubermunajad kepada malam dan sepinya hati hanya untukmu.Tuk mencari mata air dari sekian banyak telaga yang terkontaminasi duniawi.Kini setelah kita bertemu kau nampak sedikit layu ditepi telaga itu,walau disamping belukar ada seorang pangeran ingin memetikmu,tapi langkahnya tak lagi sampai karena kakinya terluka tertusuk cadasnya kerikil ditepi telaga.
Aku berharap ada angin yang membawakan air hujan kepadamu,menyrami kelopakmu yang sedikit layu dan membelai luka pada dirimu.Aku hanya bisa bermunajad kepada langit untukmu wahay mawar hitam.
Bangkitlah dan berikanlah wangi itu kepada seluruh penghuni telaga dan sekitarnya,agar penuh dengan warna dan menghilangkan bau amis yang menyerang mereka belakangan ini.
Untukmu mawar hitam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar