Minggu, 16 Januari 2011

Sungai Yang Mengalir


Langit pagi biru warnanya,puluhan burung terbang memenuhi angkasa,mengepakan sayap dan menari sambil bernyanyi.Arus sungai begitu deras,gemericiknya terdengar diantara bebatuan.Segar dan menyegarkan,ketika kedua kakiku mencoba menceburkan diri diantara arus yang begitu deras namun dangkal.

Dibawah langit biru dan didalam sebuah sungai yang mengalir.Diantara pohon-pohon yang rindang,dalam belaian bayu yang menyentuh mesra rambutku.Kurasakan sebuah kesegaran dari irama alam yang berharmonisasi dengan suasana hati.Nampak air sungai yang deras membawa tubuh lemahku menuju kesebuah sisi yang lebih tenang.

Tak ada suasana gemericik yang begitu nyaring,hanya hembusan sang bayu yang menyentuh dedaunan hijau dibibir sungai.Terkadang ada ranting yang patah dan jatuh keair membentuk gelombang kecil,lalu lenyap meninggalkan senyap.Mataku terpaku oleh tubuhku yang semakin tenggelam,tak dapatku berenang maka kuakan semakin tenggelam dalam kedalamanya.

Segeraku menepi,dan menghangatkan tubuhku yang basah dibawah mentari yang semakin keatas kepala.Burung-burungpun telah asik bercanda diatas pohon,meloncat-loncat mematuk-matukan paruhnya diantara dahan,berharap sang ulat sudi tuk menjadi santapanya.

Sepasang buaya muncul tiba-tiba dari dalam air sungai yang tenang.Ketika seekor kijang kecil tengah berleha dibibir sungai.

Dalam sekejab tubuh kijang itu telah berada dimulut buaya.Meronta-ronta tiada berdaya,tercabik-cabik tubuhnya lalu meregang nyawa.
Sang buaya berbagi kepada pasanganya,lalu kembali kedasar sungai yang begitu tenang dan menghanyutkan.

Aku hanya menatap dari kejauhan,beruntung aku tak begitu larut dalam suasananya.

Arus yang deras berisi bebatuan cadas
arus yang tenang itu menenggelamkan
menyimpan banyak bahaya
dan mengandung berjuta tanya.

Matahari semakin meninggi,dan pakaianku yang basah mulai kering dibadan.Kucoba mengayunkan langkahku dalam awasan langit yang biru,meninggalkan tepian sungai dan menyusuri lembah hijau menuju gubuk-gubuk tua yang penuh sapa dan canda.

Sungai dan air
air dan sungai
biarlah kau tetap mengalir
menyapa kehidupan yang kau lalui
memberikan kesegaran
dan membasuh segala kotoran
lalu kau mengalir dan biarlah tetap mengalir dan terus mengalir hingga menuju kesebuah samudra.

*******
salam
bvb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar