Candaku merasa keheranan ,ketika menatap segara yang terbenang menjilati relung hatiku.Pasir yang membentang dibibir pantaipun menyapaku dengan sedikit senyuman yang merekah,kepada karang dan ombak pernah kutitipkan gelisahku disana,ketika keterpurukanku akan sebuah wajah membuatku membisu.
Yeah mungkin itu hanya sebuah puntung rokok yang pernah kuhisab perbatangnya,tapi biarlah masih ada berbatang-batang lagi yang akan kunikmati diperjalananku yang penuh misteri.Segelas teh aku buat sebelum menyapa dan bercanda dengan burung-burung ditepi laut.Serasa indah bagiku bisa menatap ombak yang bergulung dan nyiur yang melambai.
Sengaja aku menuliskan kepenatanku pada secarik kertas,menceritakan segala cerita percintaanku yang memenuhi batinku dulu,dan tak lupa aku goreskan seraut wajah didalam tulisanku,dengan rambut hitamnya yang tergerai dan lesung pipitnya yang seringkali mengganggu tidurku.Aku memang masih menyimpan rasaku yang dulu,dan hanya selembar kertaslah kugoreskan kerinduanku yang tak mungkin bisa menyapaku lagi.Sebab dia telah dijemput oleh kekasihnya tuk beristirahat dibawah rimbunnya pohon kamboja.
Tak mengapa mungkin bukan takdirnya tuk bersama.Masih ada laut dengan ombaknya yang menemaniku.Dan masih ada beberapa batang rokok yang harus kuhisab tanpa banyak tanya bagaimana cara menikmatinya.
Baiklah...
Akan kumulai membuang segala tentangmu,dan akan kupersiapkan sebuah perahu tuk meninggalkan segala masa laluku,biarlah angin menghantarkanku kepada dermaga berikutnya,sambil kunikmati beberapa hisapan rokok yang masih tersisa ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar