Senin, 24 Januari 2011

Aku, Kopi dan Wanita Telanjang [50k]

Aku ingin berbicara kepadamu

berikan aku waktu lima belas menit saja

sebab telah lama aku protes kepada kopi pahit darimu

maka biarkanlah aku telanjang menemuimu

*****

Diluar banyak wanita telanjang diatas chatwalk

dua buah bukit kembarnya begitu indah tuk dipandang

seharusnya diantara dua bukit tersebut terpancar sebuah mata air

yang menyejukan dan menyirami tanaman disekitarnya

******

Aku datang menemuimu

pakaianku teramat kotor dan belum sempat kucuci

sebabku teramat asik memaki kopi yang kau beri

protes dan mengangkangi cangkirnya

Tapi tetap saja kau tersenyum kepadaku

seolah kau mentertawakanku

Apakah pakaianku lucu

atau mataku yang suka jelalatan memasukan benda didalam dada

sehingga kau dengan mudah tertawa

hmmm…

Burung pipit tak mampu menyentuh mega

tapi rumput tak pernah risau oleh angin ribut

dan aku menyukai matematika ketimbang aksara

karena penuh angka-angka yang mengenakan dada

Hmmm…

Sebaiknya kumenjumpaimu dipadang yang sunyi

biar kita bisa bercinta tanpa siapa-siapa

mengendap-endap tanpa cari muka

merayu dengan aksara lalu meninggalkan angka-angka

Kopimu pahit

tapi senyumu manis

dan aku mencoba tuk puas

setelah menanggalkan seluruh pakaianku

itu saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar