Aku ingin berbicara kepadamu
berikan aku waktu lima belas menit saja
sebab telah lama aku protes kepada kopi pahit darimu
maka biarkanlah aku telanjang menemuimu
*****
Diluar banyak wanita telanjang diatas chatwalk
dua buah bukit kembarnya begitu indah tuk dipandang
seharusnya diantara dua bukit tersebut terpancar sebuah mata air
yang menyejukan dan menyirami tanaman disekitarnya
******
Aku datang menemuimu
pakaianku teramat kotor dan belum sempat kucuci
sebabku teramat asik memaki kopi yang kau beri
protes dan mengangkangi cangkirnya
Tapi tetap saja kau tersenyum kepadaku
seolah kau mentertawakanku
Apakah pakaianku lucu
atau mataku yang suka jelalatan memasukan benda didalam dada
sehingga kau dengan mudah tertawa
hmmm…
Burung pipit tak mampu menyentuh mega
tapi rumput tak pernah risau oleh angin ribut
dan aku menyukai matematika ketimbang aksara
karena penuh angka-angka yang mengenakan dada
Hmmm…
Sebaiknya kumenjumpaimu dipadang yang sunyi
biar kita bisa bercinta tanpa siapa-siapa
mengendap-endap tanpa cari muka
merayu dengan aksara lalu meninggalkan angka-angka
Kopimu pahit
tapi senyumu manis
dan aku mencoba tuk puas
setelah menanggalkan seluruh pakaianku
itu saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar