Hay Tuhan
kemaren disebelah sana ada seorang Tuhan
rambutnya keriting ditutupi surban
pakai kaca mata reben
Dia mengatakan sebuah kesucian
dan terkadang menceritakan para nabi dizaman jahiliah
sambil mulutnya menikmati sepotong piza bersama wanita memakai rok mini
begitu tampannya dia Tuhan dibandingkanku yang hanya menatapnya dengan kaos lusuh
Tuhan
aku tak habis pikir tentang tuhan tuhan disekitarku
terkadang mereka sangatlah mirip dengan banci ditaman kota
bersembunyi dibalik yang kuyakini
Tuhan
aku sedih dan sungguh hatiku teramat perih
saat kekasihku mati dalam keadaan suci
aku hanya menatap mayatnya tanpa sepatah kata perpisahan untuknya
Tuhan
begitu banyak yang telah menjadi tuhan saat ini
termasuk yang ada didalam kantung celanaku
dan wanita wanita sexy disekelilingku
Tuhan
aku yakin kau tidak sembunyi diatas langit saja
sebab bila kuterluka kau selalu datang membalutnya
dan menyapaku disaat aku dalam kesendirian
Tuhan
apakah kau pemalu
yang hadier disaat kusedang sendiri saja
atau mungkin hanya reka rekaku saja sebagai siprasangka
Tapi yasudahlah...
aku yakin Kau lebih tahu daripada tuhan yang disebelah sana
yang hanya mengaku tanpa memberikan solusi tepat dan cermat kepadaku
karena Kau adalah Tuhan tanpa meributkan pengakuan dan nama
Hay Tuhan
ampuni aku
dalam segala kemanjaan dan kesombonganku
please....amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar