Kekasihku
telah habis ribuan malam dipeluk purnama
tikaman katapun masih selalu kuterima
kutepis dengan candaku bersama ruang rindu
Kekasihku
masihkah kau tersudut bersama gelisahmu
dan kau tuangkan cairan arak yang membuatmu mabuk kepayang
lalu kau teriak diantara egositas yang mendarah daging
Kemarilah
dan aku bosan bermain dengan benaku
aku merindukan ragamu
bukan bayang bayangmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar