Kamis, 06 Januari 2011

Selamat Jalan [50k]

Seminggu yang lalu kita masih tertawa bersama
menikmati asap rokok dan bercerita selera kita yang berbeda
perutmu yang gendut itu mengingatkanku tentang seorang badut disenayan
tapi kau sahabatku dan bukan badut yang senewen itu

Kau ceritakan bahwa selera makanmu semakin menggila saja
setiap ada warteg yang baru pasti kau selalu nomer satu disitu
aku cuma geleng geleng kepala saja tentang hobimu yang menggelitik itu
dan yeah akupun sebenarnya bahagia dengan kelakuanmu

Dibalik keanehanmu
tersimpan permata bagiku
kau pungut aku disaatku terpuruk didinding trotoar
dan tak segan kau peluk aku dengan bahumu yang teramat besar itu

Sahabat...
baru saja ibuku menelponku
aku tak percaya....
kenapa kau pergi begitu saja tanpa memberikanku sebuah kabar sebelumnya

Lihatlah sahabatku
aku disini hanya terpaku diatas tempat duduku
aku tak mempunyai keberanian tuk mengantarmu pergi
karena air mataku tak tahan melihat tubuhmu yang gendut dibungkus kafan.

Sudahlah sahabatku...
aku sungguh tak mampu dan teramat berat tubuhku
karena canda kita kemaren masih teramat tanggung buat kita
tapi sekarang entahlah...

Mungkin bunga kamboja yang akan menggantikan aku disampingmu
menghiburmu dikala sendiri
dan mengajakmu bercerita tentang menu terbaru warteg kesukaanmu
atau biar malaikat yang akan membawakanmu segelas kopi tuk sore harimu nanti

Selamat jalan sobat
aku tak mampu melepaskanmu
biarlah kupanjatkan doaku kepada langit biru
agar kau senantiasa tersenyum dialam sana....

**********
segala yang bernyawa pasti akan mati
sajak tuk sahabatku yang berpulang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar