Enam kosong kosong pagi aku telah terbangun,tubuhku terasa merintih dengan langkah yang tertatih tatih.Pertempuran malam tadi membuat seluruh ragaku bergejolak tak menentu,terbuai bujuk rayu rindu dari sombongnya sang waktu.Kucoba berhenti sesaat dan menyandarkan sedikit gelisahku yang masih tersisa pada dinding dinding waktu yang kupegangi pagi ini.
Sepertinya aku harus mengusir lara yang masih berselimut dalam candaku,mungkin dengan sedikit menyanyikan sebuah tembang pujian akan sedikit menghiburku.Apakah raga ini masih sanggup menyusuri hari hari yang begitu keras dijalanan itu,sedangkan banyak para pemangsa yang semakin lapar ketika burung burung yang meninggalkan sarangnya berputar putar mencari sedikit makanan tuk anak anaknya.
Tidak tidak...
Aku tak boleh meninggalkan semangatku pada ruang gelapku yang semakin pengap,aku harus membersihkan rumahku segera dari sampah sampah keterpurukan kemaren sore.Cindy tetangga sebelah begitu asiknya menyirami bunga bunga yang berwarna warni ditamannya,aku ingin seperti dia dengan caraku sendiri,mencari bibit bunga dan kubentuk sebuah taman yang nampak menawan.Tapi sebelumnya aku harus membersihkan ruangan pengapku dulu,membuka jendela jendelanya dan membersihkan langit langitnya dari segala kotoran.
Sepertinya memang harus begitu...
Setelah semuanya nampak begitu bersih,mungkin aku akan mencoba menata isi perabotku yang berantakan,dan menghiasinya dengan beberapa lukisan dan memjang sedikit alat hiburan elektronik maupun gitar acoustik.
Lihatlah setelah ini...
Aku akan menanam bunga seperti Cindy,dan mungkin kekasihku akan segera datang bersama tuanku yang menawan.Aku yakin mereka akan tersenyum kepadaku dan memberikanku sedikit hadiah yang menyegarkan suasana hatiku.Mungkin kami akan menikmati secangkir kopi hitam disebuah terasa berwarna putih bersih,dan bercerita banyak tentang seisi ruanganku yang sebelumnya nampak pengab,lembab dan teramat kotor,lalu kami tertawa bersama sama,dan kucoba memetik gitarku tuk melantunkan tembang pujian kepada tuanku,lalu kekasihkupun tersenyum penuh haru kepadaku,dan menyandarkan tubuhnya dipundaku.
Pemangsa diluar akan segera pergi...
bersama hembusan angin dan air hujan yang membasahi bumi
begitu juga dengan asa yang luka dan derita yang pernah bermetafora
mereka akan larut dibawa air hujan menuju sungai dan mengalir jauh menuju kearah samudra biru milik tuanku.
Duka
tertawa
luka
berdansa
perih
tersenyum
derita
bernyanyi
Tak ada yang abadi
semua akan larut dibawa arus sungai yang terus mengalir
dan meninggalkan kosong menuju isi dan isi menyisakan kosong
menuju kehampaan dalam persetubuhan tanpa sperma...!!!
Mas Umep...mantap...chayooo..... **komentar ini akan berulang sampe perbruari** :)
BalasHapusSalam...
Uleng Tepu
udah mampir siniiiiiiii... lucu banget blognya... hahahahaaa... malah gak baca cerita tapi terkagum-kagum pada tampilan blognya :)
BalasHapus@uleng : wuahahahaaaaa selamat datang uleng pun tiba :lol:
BalasHapusmau minum apa hahahaaaaaa :lol:
@bude endah : hehehe berantakan bude...mau kopi teh susu atau air putih aja hahahaaaaaa :lol:
tok tok tok.......ada orang di sini ?
BalasHapushahahaaa masuk jeng... ;)
BalasHapus