
Bulan berbisik
diantara malam yang terbaring terlentang begitu tenang
membisikan kata kata vulgarnya kepadaku
tentang persetubuhan jiwa bersama irama surga
Aku mendengarkan desahan angin yang merayu dedaunan
sementara rindu tentang kekasihku masih kupajang didinding hatiku
setangkai mawar hitam tergelatak tak berdaya diatas meja kerja
bersama sebotol anggur merah yang menggoda pasukan iblis dikepala
Sepotong coklat yang dulu pernah kuberikan pada kekasihku
masih terlihat sampahnya bersama plastik sisa pembalutnya
sungguh menjijikan sampah masa lalu ini
hmmm mungkin harus kubuang kesungai biar larut menuju laut
*****
Bulan masih saja berbisik pelan kepada daun telingaku
begitu manjanya dia mengajaku tuk bercinta
menyetubuhi malam yang penuh bintang
ditemani para serangga dan suara kalbu
Aku jadi teringat dengan senyum disamping mesjid
begitu anggunnya dan nampak sejuk ketika dua korneaku menatapnya
senyum itu mengajaku masuk kedalam mesjid
katanya dia ingin bercinta sampai benar benar tak bersperma
Oh tidak tidak
aku masih belum berani mengiyakan senyuman itu
kala itu tubuhku masih berbau tabu
dan celanakupun penuh dengan keangkuhan syahwat
Tapi entah kenapa malam ini
bisikan rembulan membuatku merasa rindu
akan persetubuhan kalbuku bersama sang malam
dan tanggalkan seluruh pakaian yang teramat memberatiku
******
Malam
malam
bulan
bulan nan berteman bintang
iringi aku dalam pergumulan penuh haru
panjatkan rindu tanggalakan akuku
keluarkan tangisan buaya
lemparkan sisa sisa dusta dalam jiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar